Benderang jalan di ujung sana
Damai tampak di cakrawala
Sungguh jelas arah dipilih
Tapi mengapa tak gerak juga?
Paruh jalan penuh tawa
Riuh ceria raga belaka
Bila bekal tak cukup cerna
Maka gemerlap sesat semata
Wajah menunduk maksud merendah
Suara datar unjuk didengar
Saat tiba harus mengungkap
Kelu lidah kata tergagap
Segala gerak mencari nyata
Rasa tentunya, lebih bermakna
Namun bila bebal kuasa
Sepi arti kosong belaka
(Jagorawi, 30 Juni 2015)


Tinggalkan komentar