Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2021

Black Wave – Perancis

Back to: BLACK WAVE

6 Oktober 1978

Ruhollah Khomeini sampai di Paris. Kota yg dipilih karena kemudahan akses media internasional dan adanya kebebasan bicara. Tinggal di kota kecil Neauphle-le-Château, di luar Paris. Penerbangan ditemani oleh puteranya, Ahmad, Ebrahim Yazdi (pemimpin The Liberation Movement of Iran (Nehzat-e azadi-ye Iran) atau LMI (disebut juga Iran Freedom Movement, or IFM),) dan 2 lainnya. Sebelumnya, Sadegh Ghotbzadeh dan Abolhassan Banisadr (intelektual Paris) mengurus Visa Khomeini utk 3 bulan tinggal  di Perancis.

Dalam 4 bulan di Perancis, Khomeini sudah menyelesaikan wawancara dengan 132 media nasional/internasional. Semakin terkenal. Mohsen Sazegara mengatur wawancara media massa tersebut.

Mohsen Sazegara meninggalkan Iran pada tahun 1975 untuk belajar di Chicago, di mana dia berteman dengan Yazdi dan bergabung dengan LMI. Ia kembali ke Iran tahun 1978, dengan membawa pamflet tentang revolusi dan dokumen rahasia untuk sesama aktivis LMI.  Mohsen Sazegara membantu mengorganisir pemogokan dan demonstrasi. Serta memunculkan beberapa slogan untuk revolusi, diantaranya, “Marg barg shah, Death to the shah” dan “Shah beyad beravad, The shah must go”.

Ebrahim Yazdi, Sadegh Ghotbzadeh, dan Abolhassan Banisadr menterjemahkan pidato-pidato Khomeini setiap harinya kedalam bahasa Perancis dan Inggris untuk konsumsi internasional.

Ratusan pengunjung Khomeini semakin banyak berdatangan dari Iran dan negara-negara Islam lain. Dari bermacam-macam kelompok. Shiah, Sunni, Ikhwanul Muslimin dan berbagai kelompok Islam yang terrepresi di negaranya (Mesir, Iraq, dll). Mereka merasa mendapatkan inspirasi, ide dan taktik baru untuk melawan penguasa dzalim di negaranya masing-masing.

Khomeini mengatakan pada wartawan Guardian, “I don’t want to have the power or the government in my hand. I am not interested in personal power.”

Bani Sadr meminta Khomeini untuk tidak menyatakan tentang wilayat al-faqih atau negara theokrasi Islam. Bahkan sebaliknya Khomeini menyatakan bahwa perempuan Iran bisa menjadi Presiden. Hemmm …

1 Februari 1979

Pukul 1 dini hari, Air France Boeing 747, membawa Khomeini dan rombongan menuju Tehran, Iran. “Hichi (nothing)”, jawab Khomeini ketika ditanya wartawan ABC News, Peter Jennings di dalam pesawat yang membawanya ke Tehran, “Ayatollah, would you be so kind as to tell us how you feel about being in Iran?”

Dua opsi yang semula direncanakan di Perancis adalah:

  • Membuat pemerintahan di pengasingan yang akan mendapatkan pengakuan internasional. Kemudian memaksa PM Shahpour Bakhtiar untuk mengundurkan diri. Atau,
  • PM Shahpour Bakhtiar mengajukan pengunduran diri ke Khomeini di Perancis dan mempersilahkannya untuk membentuk kabinet serta melakukan referendum untuk membentuk pemerintahan baru.

Mohsen Sazegara menyetujui permintaan Khomeini untuk segera kembali ke Tehran setelah kaburnya Shah Iran. Ebrahim Yazdi tidak setuju,

“Mohsen, I understand, you’re right, but here in Neauphle-le-Château, there are only low-ranking clerics around Ayatollah Khomeini. We can control them, we can control the ayatollah. In Iran, there are high-ranking clerics, his friends, and they will take him out of our hands. Whatever we have done so far will be ruined by them.”

Sikap Ebrahim Yazdi mewakili kekhawatiran kelompok nasionalis kiri, para inisiator gerakan massa di Iran.

21 Februari 1979

Yasser Arafat meninggalkan Tehran

22 Februari 1979

Ebrahim Yazdi menerima pesawat charter dar Islamabad, Pakistan yang membawa penumpang dari Ikhwanul Muslimin (IM) Syria dan Mesir, Jamaat e-Islami Pakistan, dan lainnya dari Kuwait, Arab dan Indonesia. Mereka bermaksud bertemu dengan Khomeini. Youssef Nada sebagai penyandang dana IM Mesir mencharter pesawat tersebut. IM bermaksud mengangkat Khomeini sebagai pemimpin bangsa Islam. Mereka melihat kemenangan Khomeini sebagai kemenangan terhadap opresi, kolonialisme dan imperialisme.

Back to: BLACK WAVE

Read Full Post »

Black Wave – Saudi Arabia

Back to: BLACK WAVE

25 Raja sejak 1720:

Raja Saud I (1640-1725) memerintah 1720-1725

Kingdom of Saudi Arabia (1932–present)

Ibn Saud Abdul Aziz II (1875-1953) memerintah 1932-1953

Saud IV (1902-1969) memerintah 1953-1964 (turun tahta)

Faisal II (1906-1975) memerintah 1964-1975

Khalid II (1913-1982) memerintah: 1975-1982

Fahd I (1921-2005) memerintah: 1982-2005

Abdullah IV (1924-2015) memerintah: 2005-2015

Salman I (1935-) memerintah 2015-

Muhammad bin ʿAbd al-Wahhāb (1703-1791) adalah seorang ahli teologi agama Islam dan seorang tokoh pemimpin gerakan keagamaan yang pernah menjabat sebagai mufti Daulah Su’udiyyah yang kemudian berubah menjadi Kerajaan Arab Saudi. Ultra-orthodox and fundamentalist.

Abdelaziz ibn Saud bekerjasama dengan Muhammad bin ʿAbd al-Wahhāb membangun Arab Saudi.

Muhammad Abduh (1849-1905), pemikir muslim dari Mesir, dan salah satu penggagas gerakan modernisme Islam.

Wahhabisme, faham yang mengikuti ajaran Abdelaziz ibn Saud, tidak mentolerir tindak apa pun yang bisa dianggap menyembah kekuatan selain Tuhan: tidak syafaat para wali, tidak batu nisan di kuburan atau kunjungan ke kuburan orang yang dicintai, bahkan tidak menyembah nabi—semuanya adalah syirik.

1926

Kelompok Wahabi menguasai Hejaz dan merusak situs-situs mulia.

1938

Ditemukan minyak dimasa pemerintahan Raja Abdelaziz ibn Saud

1940

Abdelaziz bin Baz (Bin Baz) dipenjara karena menyerukan untuk menentang keberadaan non-muslim di semenanjung Arab.

1945

Kesepakatan Arab dengan Franklin D. Roosevelt, Presiden AS. Arab mendapat perlindungan keamanan dan AS berhak melakukan eksploitasi minyak Arab. Revenue cukup untuk membangun negeri.

1950an

Abu al-Mawdudi duduk sebagai penasihat Islamic University di Madina, dimana Bin Baz sebagai Wakil Rektor

1953

13.000 pekerja Aramco melakukan demonstrasi selama 2 minggu menuntut dibebaskannya rekan-rekan mereka yang ditangkap pemerintah krn melakukan penggalangan buruh.

Tahun 50an-60an adalah masa politik nasionalis sayap kiri marak di dunia Arab.

1960an

Abdelaziz bin Baz sbg rektor Universitas Medina turut mendukung Wahabisme. Di Madina, gambar dan poster di ruang publik mulai dihilangkan. Manaquin di toko-toko pakaian juga dirusak. Bin Baz mentornya.

1962

Saudi mendanai the World Assembly of Muslim Youth (WAMY) sebesar $250,000 per tahun. Meningkat menjadi $13 juta di tahun 1980. Dan di tahun 1999, membelanjakan $22 Milyar untuk kepentingan Islam di dunia, termasuk untuk keperluan pendidikan dan kebudayaan.

Saudi berniat menempatkan diri sebagai pusat pembela agama Islam, dengan segala cara, dan di setiap lini, dari pendidikan hingga politik, dari budaya hingga medan perang.  Pada 1960-an dan 1970-an, Raja Faisal telah mengerahkan dolar minyaknya untuk mempromosikan agama sebagai perlawanan terhadap komunisme dan nasionalisme pan-Arab.

1963

Ruhollah Khomeini dan Al Maududi, pendiri Jamaat-e Islami Pakistan, bertemu di Mekkah saat ibadah Haji.

1973

Harga minyak naik dari $3/barrel menjadi $12/ barrel dalam 1 hari. Dan menjadi $50 tahun 2019.

1970 – 1974, revenue dari minyak meledak, dari $1.2 billion ke $22.5 billion.

1976

Juhayman al-Otaibi membentuk kelompok yang kritis terhadap pemerintahan istana.

1977

Juhayman al-Otaibi (40 tahun, berklg) membentuk kelompok yang lebih keras. Bahkan menganggap kelompok Bin Baz terlalu lunak dan cenderung kompromi terhadap istana. Pamflet kecaman terhadap istana yang ditandatangani Mohammed bin Abdullah al-Qahtani mulai disebar-luaskan.

1978

Penangkapan terhadap kelompok Juhayman mulai terjadi. Bin Baz melalui Menteri Dalam Negeri Prince Nayef bin Abdelaziz berhasil membebaskan para tahanan tsb. Juhayman melarikan diri dan mulai menyusun strategi pembajakan Masjidil Haram, Mekkah.

Maarouf Dawalibi, ex PM Syria, professor Hukum Islam lulusan Sorbonne, Perancis, menjadi Penasihat Raja Khalid, Arab Saudi. Aktor kunci dalam mendukung Saudi Arabia dalam mengimplementasikan visi sosial Bin Baz menuju kegelapan Pakistan.

Selasa, 20 November 1979

Mekah 1979: Pengepungan Masjidil Haram yang mengubah sejarah Arab Saudi

Juhayman al-Otaibi, mantan tentara Saudi Arabia setelah 18 tahun mengabdi, bersama 200 pengikutnya menguasai Masjidil Haram, Mekah. Mohammed bin Abdullah al-Qahtani dinyatakan oleh para pemberontak sebagai Mahdi. Pemerintah Arab Saudi, dengan bantuan tenaga ahli dari Perancis, butuh satu minggu untuk menguasai kembali Masjidil Haram. Semua pemberontak di hukum mati. Mereka menuntut:

  • pemutusan hubungan dengan Barat,
  • menghentikan semua ekspor minyak ke Barat,
  • mengusir semua orang asing, dan
  • menyingkirkan Wangsa Saud dan para ulama yang gagal menegakkan kemurnian Islam.

Pernah terjadi pemogokan buruh pada 1950-an.  Namun kali ini adalah pertama kalinya kekerasan digunakan dalam menyampaikan unjuk rasa.  Banyak pihak kehilangan haknya karena tertinggal modernisasi yang cepat dan terencana dengan buruk sehingga berdampak ketegangan dan ketidaksetaraan sosial.

DR. Sami Angawi, putra seorang polisi Arab Saudi dan muthawif. Seorang arsitek lulusan London dan AS.

22 November 1979, Kamis

Mohammed Abdullah al-Qahtani yang dinyatakan oleh kelompok pembajak Masidil Haram sebagai Mahdi, tewas oleh granat yang dipegangnya dari lemparan oleh tentara Arab Saudi.

25 November 1979

Ratusan orang turun ke jalan di Qatif, Saihat dan Safwa. Mereka meneriakkan “Death to Al-Saud“. Pemerintah mengirim tentara dari Mekkah untuk memadamkan aksi mass tsb.

30 November 1979

Demonstrasi di Qatif, Saihat dan Safwa berhasil dipadamkan. 20 orang tewas.

Tuesday, December 4, 1979

Dgn bantuan tenaga ahli militer dan 300 kg gas air mata dari Perancis, Tentara Saudi Arabia berhasil menguasai kembali Majidil Haram. Korban menjnggal 270 orang (127 tentara kerajaan, 117 pemberontak, 26 peseta haji) dan 450 luka.

6 Desember 1979

Raja Khaled melakukan sholad di Masjidil Haram dan tawaf di Kabah, Mekkah. Bahkan sempat minum air zamzam disana. Masjidil Haram sudah sepenuhnya beroperasi normal. Berita tersebar ke seluruh dunia.

January 9, 1980

Hukuman pancung dilakukan terhadap 63 orang pelaku pembajakan Masjidil Haram. Juhayman al-Otaibi dan pengikutnya.

Juhayman al-Otaibi sudah hilang, tapi misi mereka tetap eksis. Bin Baz masih berjuang menegakkan Wahhabi. Dan istana mulai terperdaya. Presenter wanita mulai ditarik dari televisi.  Surat kabar harus menghapus wajah wanita dalam setiap gambar yang mereka terbitkan. Karyawan perempuan mulai dikurangi, bahkan juga dalam perusahaan asing. Bioskop di Jeddah ditutup. Konser penyanyi Fairuz menghilang di televisi dan radio. Polisi agama mulai dengan ketat menegakkan waktu sholat, menggunakan cambuk. Kultur yang tidak terjadi sebelum peristiwa pembajakan Masjidil Haram.

6 Agustus 1980

Sadham Hussein bertemu Raja Khaled di Saudi Arabia utk membicarakan ttg sikap negara-negara Arab terhadao Israel. Ini pertemuan pertamakalinya seja runtuhnya kekaisaran Iraq 1958.

September 1980

Beredar luas di Saudi Arabia, Mesir, Kuwait dan negara-negara Arab lainnya, buku berjudul “And Now the Magi’s Turn Has Come”, karya Mohammad Zayn al-Abidin Surur (1938 – 11 November 2016), Ikhwanul Muslimin Syria, yang benci terhadap Hafez al-Assad dukungan Iran. Hidup dai Saudi Arabia, kemudian menetap di Kuwait. Buku tentang anti Shia. Dia dipuji karena mengembangkan tren Islamis yang kemudian dikenal sebagai Sururisme (atau Sururi), yang menggabungkan “metode organisasi dan pandangan dunia politik Ikhwanul Muslimin dengan puritanisme teologis Wahhabisme.”

Bin Baz, Wakil Rektor di Universitas Medina dan Ketua Konsul Saudi untuk Ulama Senior, memesan 3.000 copy buku tentang Anti-Shia, “And Now the Magi’s Turn Has Come” karya Mohammad Zayn al-Abidin Surur. Abd al-Aziz ibn Baz (Bin Baz) membantu mempromosikannya. Selanjutnya, 120.000 copy buku dicetak lagi untuk disebarkan di negara-negara Arab lainnya.

1981

Pangeran Fahd bin Salman Al Saud menawarkan konsep 8 Poin Perdamaian Palestina – Israel. Aktifis Iran menentangnya, bahkan mencercanya sebagai Musuh Islam.

Arab Saudi menghabiskan $3 milyar untuk mendukung perang Afghanistan – Soviet selama 8 tahun, sejak 1979.

Desember 1981

Arab Saudi sudah mengucurkan $10 Milyar untuk Iraq dalam perang melawan Iran.

Desember 1982

Berlanjut dengan $20-$27

April 1983

Maarouf Dawalibi. Penasihat Suriah untuk raja Saudi, yang juga menjabat sebagai kepala Kongres Muslim Dunia, berperan penting dalam mengumpulkan pendukung Saudi Arabia untuk Konferensi Islam Populer (PICO): 280 ulama muncul,  serta aktivis dari lima puluh negara. Terbanyak delegasi Pakistan, Sa’id Hawwa, pimpinan IM Syria juga hadir.

31 Juli 1987

Pawai jemaah haji Iran provokatif dengan membakar bendera AS. Terjadi pertentangan antara Polisi Arab Saudi dengan jamaah haji Iran bersenjata tajam di Mekkah, mengakibatkan 400 orang meninggal.

2 Agustus 1987

Provokasi Ayatollah Akbar Hashemi Rafsanjani terhadap massa aksi menuntut balas atas korban haji di Mekkah, berakibat tewasnya diplomat Arab Saudi di Kedubesnya, Tehran.

3 Juli 1988

USS Vincennes menembak jatuh pesawat komersial Airbus A300, Iran Air 655 di atas Selat Hormuz. Tewas 290 penumpang sipil.

20 Juli 1988

Ruhollah Khomeini mengusulkan cease fire dengan Iraq.

1990

Syekh Bin Baz mengeluarkan fatwa bahwa dalam kondisi tertentu, negara Muslim diperbolehkan meminta bantuan ke negara non-Muslim. Fatwa ini diserukan kagi pada tahun 1991. Arab meminta bantuan AS untuk memerangi Iraq di Kuwait.

2 Agustus 1990

Pasukan Iraq melintas batas Kuwait.

8 Agustus 1990

AS mengirim 15.000 pasukan memasuki Kuwait.

6 November 1990

70 wanita Saudi berkumpul di tempat parkir supermarket al-Tamimi Safeway di Riyadh, kemudian mengemudi melewati kota.

Perempuan dilarang bekerja di kantor pemerintah, seperti mengajar di universitas. BinBaz mengeluarkan fatwa bahwa perempuan dilarang mengemudi.

1991

Seperti halnya IM Mesir dan IM Syria yang beragenda politik, IM Arab bertansformasi dari Wahhabi Salafi, yang secara tradisional patuh pada rambu-rambu pemerintah, menjadi Salafi yang lebih aktif. Beberpa pihak menyebutnya Qutbist atau Sururi Wahhabism. Pengikut Sayyid Qutb atau Surur.

Mansour al-Nogaidan, seorang muslim liberal. Pernah ditahan karena melakukan pemboman sebuah toko video di Buraidah, 3.5 jam arah barat laut dari Riyadh.

13 November 1995 11.40 am

Bom meledak di lokasi parkir, Riyadh. 6 orang tewas. 5 orang diantaranya adalah bangsa AS. Abdelaziz Mu’atham adalah dalang pemboman tersebut. Mengaku terinspirasi oleh Bin Laden.

1996

Pemerintah Saudi mengakui pemerintah Taliban dan Imarah Islam Afghanistan. Saudi mendukung pertumbuhan Taliban, kaum revolusioner yang memeluk kemurnian Islam yang mungkin dicita-citakan oleh Keluarga Saud, tetapi tidak akan pernah bisa dicapai karena Arab Saudi bersekutu dengan Barat.

Juni 1996

Bom mobil berisi 20.000 pound TNT meledak di bangunan berlantai 8, tempat personel Angkatan Udara Amerika di Menara Al-Khobar, di Provinsi Timur Arab Saudi. 19 prajurit Amerika tewas, dan lebih dari 400 orang terluka.

1999

Mansour al-Nogaidan tetap menulis artikel di harian Saudi, tentang kerisauannya terhadap pemahaman agama Islam. Dia berharap bahwa setiap orang berhak untuk bertanya kepada para pemimpin umat.

Mei 1999

Menteri Pertahanan Arab Saudi melakukan kunjungan menegaraan ke Tehran, Iran.

11 September 2001, at 4:46 p.m.

TV Al-Jazeera menyiarkan berita runtuhnya gedung World Trade Centre, New York City

13 September 2001

Menteri Luar Negeri Colin Powell mengidentifikasi Bin Laden sebagai tersangka utama.

15 September 2001

Lebih dari 12 orang penyerang 11/9 adalah warga Saudi Arabia

27 September 2001

Kepala FBI Robert Mueller mengumumkan nama dan wajah para pelaku penyerangan 11/9.

2003

Jamal Khashoggi, diberhentikan sebagai editor harian Al-Watan, karena banyak mengkritisi kebijakan Menteri Dalam Negeri, Pangeran Nayef bin Abdulaziz. Jamal pindah ke London, kemudian Washington DC, membantu Dubes Arab Saudi untuk AS, Turki al-Faisal di bidang media.

Jamal Khashoggi memiliki pembaca setia untuk kolomnya di harian pan-Arab milik Saudi Al-Hayat, dan setelah dia bergabung dengan Twitter pada 2009, dia mempunyai 1,7 juta pengikut. Menjadi acuan informasi media Barat terkait Arab Saudi.

Mei dan November 2003

Terjadi pemboman di Riyadh. 56 tewas dan ratusan luka. Pelaku pemboman adalah warga Saudi, anggota Al-Qaeda.

28 November 2003

Mansour al-Nogaidan menulis di New York Times,Telling the Truth, Facing the Whip,:

“I cannot but wonder at our officials and pundits who continue to claim that Saudi society loves other nations and wishes them peace, when state-sponsored preachers in some of our largest mosques continue to curse and call for the destructions of all non-Muslims.”

Mansur ditahan selama 4 hari.

2004

Mansour al-Nogaidan dinyatakan Kafir oleh mufti kerajaan Saudi.

Setelah aksi 11/9, AS menyarankan supaya Saudi arabia mulai mencermati penggunaan dana sumbangannya. Ada 300 sumbangan privat sebesar $6 milyar per tahun untuk kepentingan Islam ke berbagai belahan dunia. Ada $1.6 juta per hari sumbangan perseonal orang-orang kaya Arab yang bisa jadi salah sasaran. Perkiraan, hampir $60 juta yang sumbangan ke badan amal yang berbasis di Saudi salah sasaran. Dan $2 juta per tahun masuk ke Al-Qaeda.

Agustus 2005

Raja Fahd wafat. Digantikan Pangeran Abdallah yang de facto sudah menjalankan pemerintahan.

23 January 2015

Raja Abdullah wafat dan Salman menjadi raja.  Dia mengangkat putranya Mohammad bin Salman (MBS), 30 thn,  sebagai Menteri Pertahanan dan Ketua Pengadilan Istana (Royal Court).

January 2016

Eksekusi mati dikenakan terhadap militan Sunni al-Qaeda. Juga terhadap ulama Shia Sheikh Nimr al-Nimr. Protes terhadap kebijakan pemerintah Saudi Arabia, dengan dukungan Iran.

26 Maret 2015

Intervensi koalisi 9 negara (Asia Barat hingga Afrika Utara) dalam perang Yaman, dipimpin Saudi Arabia dibawah MBS, sebagai Menteri Pertahanan, atas permintaan Presiden Yemen, Abdrabbuh Mansur Hadi karena gangguan kelompok Houthi. Kode operasi Operation Decisive Storm

September 2016

14.000 perempuan menandatangani petisi untuk meminta Raja supaya mencabut sistem perwalian pria (male guardianship system)

2017

Jamal Khashoggi (13 October 1958 – 2 October 2018), jurnalis Saudi yang meyakini kebenaran demokrasi dan pluralism, meninggalkan Jeddah, ke AS. Desember 1981, Kashoggi di masa mudanya, turut menyebarkan pamphlet anti-Shia saat pameran buku Muslim, Arab Youth Association di Springfield, Illinois.

24 June 2018

Ribuan perempuan di berbagai kota melakukan selebrasi menyetir mobil keliling kota. Pemerintah mengijinkan perempuan menyetir mobil.

2019

Salah satu instalasi minyak Saudi Arabia ditembak drone. Diduga milik Iran.

Back to: BLACK WAVE

Read Full Post »

Black Wave – Syria

Back to: BLACK WAVE

Membaca Konflik Suriah

1970

Hafez al-Assad telah berkuasa dalam kudeta istana tak berdarah pada November 1970, oleh partainya sendiri, Partai Baath yang nasionalis, sosialis, dan seolah-olah sekuler. Berasal dari kelompok Alawite, komandan angkatan udara dan bekas menteri Pertahanan, Hafez al-Assad kemudian memimpin negara mayoritas Muslim Sunni.

Hafez al-Assad pernah menawarkan perlindungan kepada Ruhollah Khomeini di Damaskus ketika ayatollah harus meninggalkan Irak (tahun?). Shariati dimakamkan di Damaskus ketika jenazahnya tidak dapat dibawa ke Teheran. Suriah adalah negara pertama yang mengakui kemenangan Khomeini dan mengirimkan ucapan selamat dua hari setelah jatuhnya pemerintahan Shahpour Bakhtiar.  Pemimpin Suriah itu bahkan telah menyediakan pesawat yang membawa Arafat ke Teheran.

Sekarang Mesir berteman dengan Israel dan Amerika, Hafez al-Assad bersukacita atas penambahan garis keras baru ke kamp anti-Barat, anti-Israel. Khomeini sepertinya melihat manfaat dari hubungan yang berkelanjutan dengan Hafez al-Assad

1973

Hafez al-Assad mengumumkan konstitusi baru, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah Suriah tidak mengharuskan presiden Suriah adalah Muslim. Ikhwanul Muslimin mengorganisir protes di Hama terhadap Partai Baath sekuler. Kerusuhan menyebar ke kota-kota besar seperti Homs dan Aleppo. Hafez al-Assad mengamandemen konstitusi, tetapi menolak tuntutan agar Islam menjadi agama negara. Peningkatan kekerasan terhadap kaum Alawi: pekerja, dokter, syekh, dan intelektual.

June 16, 1979

Seorang kapten Sunni di akademi artileri Aleppo menembaki taruna berseragam, kebanyakan dari mereka Alawi. Pemerintah menyatakan 32 orang tewas, tanpa menyebutkan sektarian. Sumber tidak resmi, menyebutkan 83 orang tewas.

Ikhwanul Muslimin menyangkal keterlibatannya, tetapi rezim Hafez al-Assad tetap menyalahkan mereka dan melancarkan tindakan keras terhadap kelompok tersebut, menjaring ratusan dan mengeksekusi puluhan. Hafez al-Assad menganggap oposisi terhadap pemerintahannya adalah pemberontakan Islam.

1980

Yassin al-Haj Saleh (born February 1, 1961), pemuda, jurnalis, idealis kiri, anggota Syrian Communist Party dihukum 16 tahun, di penjara Tadmur, dari 1980-1996. Menulis buku The Impossible Revolution: Making Sense of the Syrian Tragedy“.

1982

Rezim Hafez al-Assad akan menghancurkan Ikhwanul Muslimin dengan meratakan seluruh bagian kota Hama dan membunuh lebih dari 15.000 orang.

13 Oktober 1990

Syria invasi ke wilayah Kristen di Lebanon. AS ‘tutup mata’ karena Syria turut bersepakat bergabung bersama Arab, Iran dan AS untuk menentang Iraq, yang melakukan invasi ke Kuwait.

1996

Yassin al-Haj Saleh, keluar dari penjara, pindah ke Damascus. Banyak menulis artikel tentang sosial lolitik Syria dan Arab. Menjadi target dari pemerintah Syria dan kelompok Islam radikal. Beristrikan Samira al-Khalil, aktifis kiri. 2017 pindah ke Turki, selanjutnya ke Berlin.

2009-2011

Zahran Alloush dipenjara oleh pemerintah Syria karena aktifitas Salafinya.

29 Juli 2011

Berdiri Tentara Pembebasan Suriah, atau Free Syrian Army (FSA). Didirikan oleh perwira Angkatan Bersenjata Suriah yang tujuannya adalah untuk menjatuhkan pemerintah Bashar al-Assad.

2013

Syria terjebak dalam pertentangan antara spiritual Muhammad ibn Abd al-Wahhab dengan Khomeini. Atau, antara the Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) vs the Iranian Revolutionary Guard Corps. (IRGC)

Maret 2013

Raqqa dikuasai Free Syrian Army (FSA).

Jabhat al-Nusra, yang selalu memenangkan perang. AS menganggap Nusra sebagai teroris yang mempunyai hubungan dengan Al-Qaeda. Pemimpinnya, teman Abu Musab al-Zarqawi dan Abu Bakr al-Baghdadi, adalah mereka yang memerangi AS di Iraq, setelah 2003.

April 2013

Baghdadi menuju Syria untuk mempercepat realisasi Negara Islam, kekhalifahan tanpa batas negara, ISIS. Menaklukkan FSA dan kelompok Syria lainnya. Menguasai Raqqa, dan mengambil alih wilayah kekuasaan al-Nusra. Baghdadi mengumumkan secara resmi terbentuknya ISIS.

Mei 2013

Hezbollah mengirim ratusan tentara ke perbatasan Syria, Qusayr. Tewas 100an tentara Hezbollah.

Summer 2013

ISIS menempati gedung besar di Raqqa, sebagai kantor pusat.

Agustus 2013

Barack Obama menghentikan serangan terhadap Syria, yang dilakukannya sebagai peringatan terhadap penggunaan senjata kimia oleh Saad.

21 August 2013

Terjadi 400 korban tewas karena senjata kimia yang dilancarkan tentara Syria di Eastern Ghouta. Wilayah di luar Damaskus yang dikuasai oposan.

Akhir 2013

Untuk kepentingan perlawanan terhadap Syria, Arab Saudi banyak menyumbang kelompok Jaysh al-Islam, pimpinan Zahran Alloush, aktifis Salafi lulusan Universitas Madina. Sudah terlatih sejak di Arab Saudi.

Januari 2014

ISIS mengumumkan bahwa Raqqa adalah pusat kekhalifahan baru.

Maret 2014

ISIS meledakkan pos Iran di Raqqa. Dijadikan sebagai masjid Sunni. Gambar Khomeini dan Ali Khamenei diturunkan. Tentara ISIS atau al-Nusra, banyak masuk dari Russia, Tunisia, Mesir dan Jordan. Sementara Iran banyak merekrut dari Afghanistan dan Pakistan.

Hezbollah dan relawan perang dari Shia Pakistan dan Afghanistan mulai berdatangan ke Iraq dan Syria. Sementara Sunni dari berbagai belahan dunia Arab mulai memberi sumbangan dan dukungan relawan juga, untuk melawan Bashar al-Assad dan Iran.

Teror pembunuhan, penyaliban dan,pemancungan, mulai sering terlihat di Syria.

Juni 2014

Baghdadi yang sudah menguasai banyak wilayah, hingga perbatasan Turki. Mempunyai milisi bersenjata jauh lebih besar daripada tentara Iraq. Mulai mengirim banyak milisi bersenjata, menyeberang ke Syria.

ISIS banyak merusak peninggalan2 bersejarah di Iraq dan Syria, dengan alasan polytheism atau pemujaan kepada yang bukan Allah.

Jamal Khashoggi, jurnalis Saudi Arabia, melihat Wahabi radikal ada dalam ideologi ISIS..

2015

Russia mulai membantu Syria. Melakukan pemboman di wilayah musuh.

Agustus 2017

Perang ISIS vs IRGC berlanjut di perbatasan Syria-Iraq di selatan, al-Tanf. IRGC kalah dan ISIS memancung Mohsen Hojaji, 26 thn, warga Iran. Dijadikan martyr.

October 2017

AS klaim menaklukkan ISIS di Raqqa. IRGC kembali ke Raqqa dan merenovasi masjid Shia yang dihancurkan ISIS.

Back to: BLACK WAVE

Read Full Post »

Black Wave – Turki

Back to: BLACK WAVE

2 October 2018

Jamal Kasoghi menuju Konsulat Saudi Arabia menggunakan taxi. Akan mengurus dokumen untuk keperluan menikah. Sempat kirim sms ke tunangannya, Hatice Cengiz. Mahasiswa doktoral, Turki, 36 thn. Kedubes Saudi di Washington menyarankan Jamal untuk mengurus dokumen tsb ke Turki. Knp Turki? Hatice?

13:14:37

Sementara Hatice menunggu di depan gedung, Jamal masuk ke dalam gedung konsulat Saudi. Dan TIDAK pernah kembali lagi.

16 Oktober 2018

Setelah 2 minggu, pihak Saudi mengakui bahwa Jamal sudah tewas. Meninggal karena perkelahian di dalam konsulat.

Maret 2019

Penyelidikan PBB selama 5 bulan atas pembunuhan tsb.,  menemukan bahwa tim pembunuh telah membahas rencana pemotongan Jamal hanya 13 menit sebelum dia memasuki gedung.  Mereka menyebut Jamal sebagai ‘Domba Qurban’.

Back to: BLACK WAVE

Read Full Post »

Black Wave – Yaman

Back to: BLACK WAVE

YAMAN

1960an

Mesir dan Arab Saudi berada di pihak yang berlawanan selama perang saudara di Yaman.  Mesir kehilangan 10.000 orang dalam pertempuran itu.  Sementara itu Arab Saudi mendukung suku-suku Syiah Zaidi. Saudi bahkan telah mempertimbangkan tawaran bantuan dari shah Iran. Sekarang Saudi justru memerangi Houthi dan Iran di Yaman.

25 March 2015

Decisive Storm, operasi pemboman ke Yaman mulai dilakukan oleh Saudi Arabia, dipimpin Pangeran Mohammad bin Salman, Menteri Pertahanan. Lawan dari Mayjen. Qasem Suleimani, IRGC, Iran.

2019

Puluhan ribu orang tewas karena perang dengan Arab. Hampir 90.000 anak tewas.

2020

Sampai sekarang, Saudi masih belum bisa memenangkan perang.

Back to: BLACK WAVE

Read Full Post »

« Newer Posts