Melihat berita tv akhir-akhir ini rasanya seperti nonton kejuaraan free fight yg isinya berdarah-darah, tegang dan melelahkan.. Penuh kekerasan. Masih belum hilang memori kekerasan kelompok ini ketika tindak kekerasan dilakukannya secara vulgar terhadap kelompok lain di lapangan Monas beberapa tahun yll. Juga perusakan berbagai tempat hiburan malam di wilayah Kota dan Kemang. Saat ini tindak kekerasan itu mulai dilakukannya lagi.
Banyuwangi
Kunjungan fraksi PDIP di Banyuwangi untuk dialog dgn bekas PKI, dibubarkan sekelompok massa yang beberapa terlihat berpakaian dan berpeci putih, secara paksa dengan wajah2 beringas dg alasan, yg muncul di tv, membuka luka lama. Absurd. Mereka sudah membayarnya dg menjalani hukuman fisik, psikis dan sosial oleh institusi hukum yg sah di negeri ini. Lalu apa lagi? Semestinya, mereka berhak hidup sebagai warga negara yang merdeka. Alasan lainnya. PDIP dianggap menyebarkan faham komunis. Betulkah? Atau hanya karena mendekati ex-PKI, yg mungkin merekapun belum tentu faham tentang komunis? Bgmn bisa menuduh partai besar yang legal di negeri ini berideologi komunis? Absurd.
Ahmadiyah, Jawa Barat
Wajah-wajah beringas membenturkan tubuhnya ke barisan tameng aparat keamanan untuk dapat menghancurkan pagar hidup ini dan menggilas pengikut Ahmadiyah. Masjid disegel, para ibu berteriak, darah tercecer, umpatan berhamburan.
Bantargebang, Bekasi
Umat kristiani beribadah dalam suasana represif, dalam kepungan teror kekerasan. Gereja mereka yang sudah mendapat persetujuan 190 penduduk sekitar dipaksa tutup oleh kelompok minoritas berkuasa.
Patung, Bekasi
Teror untuk menurunkan patung Tiga Perempuan di salah satu perumahan di Bekasi oleh kelompok massa berlabel agama, yang menganggapnya tidak sesuai dengan keyakinannya, mirip penghancuran patung-patung di Afganistan.
Ancaman ‘sweeping’ tempat hiburan malam di Jakartapun mulai dilontarkan, meskipun akhirnya dibatalkan setelah Foke, Gub DKI, menemui pimpinan FPI. Anehnya, justru sang Gub mengajaknya untuk turut mengawasi kegiatan Hiburan Malam di bulan Ramadhan. Bukankah keamanan adalah ranah aparat keamanan? Ataukah ormas ini memang alat politik dari kelompok tertentu? Absurd.
Teringat novel The Kite, yang sudah muncul di layar lebar, yang bercerita kekejaman kelompok Taliban di Afganistan dan penghancuran patung Budha di dinding pegunungan gersang Timur Tengah (lupa negaranya) yang pernah disiarkan oleh National Geographic channel. Semoga tidak muncul kelompok semacam ini di negeri kita. Amin

Tinggalkan komentar