Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2014

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 8.700 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 3 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Read Full Post »

Old Trafford

Old Trafford

Ulasan menarik tentang sepakbola di blog Manchaster United oleh anak SMU Labschool http://unitedramble.com/breaking-louis-van-gaals-formation-changes/ Penguasaan atas strategi sepakbola dunia, karakter pemain dan database kompetisi sepakbola sangat mengagumkan, belum lagi kemampuannya membuat tulisan dalam bahasa Inggris, sungguh membanggakan.

MU Stadium

MU Stadium

Adimurti Bayu Pramana (biasa dipanggil Adi), saat ini kelas 12 SMU Labschool Cibubur, mendapatkan nilai SAT 1970 di tempat lesnya dan Toefl 617 saat test TOEFL di UI November 2014 yll. Sejak SD sudah gemar membaca novel berbahasa Inggris. Novel2 Harry Potter, Lord of The Ring dan Percy Jackson cepat sekali dilahapnya. Sejak SD, buku2 dan majalah tentang MU dan Top Gear mulai menumpuk dan menjadi koleksinya. Football Manager dan FIFA Football adalah game kegemarannya. Siaran langsung televisi tentang sepakbola Premier League dan piala dunia, juga balap mobil F1 tak pernah terlewatkan ditontonnya. Menurutnya, film dan komentator olah raga di televisi banyak membantu peningkatan kemampuan berbahasa Inggrisnya.

Read Full Post »

Angels Sing

Angels SingBaru saja nonton film Angels Sing di HBOHD. Ringan, bukan film box office dan tidak juga dibintangi aktor terkenal, namun membawa pesan ringan yang sangat penting di jaman kepentingan individual menjadi agenda utama banyak pihak. Betul, cerita tentang perayaan Natal di suatu keluarga.

Alkisah, sebuah keluarga muda dengan satu anak lelaki 10 tahunan beserta kakek dan nenek yang akrab dan bahagia. Kecelakaan laluluntas di jalan tol menyebabkan sang kakek meninggal dan sang cucu cedera. Gegar otak ringan sudah mulai sembuh, namun yang lebih berat diderita sang anak sebetulnya adalah rasa bersalahnya. Kecelakaan itu dirasanya terjadi karena dia meminta pada sang kakek untuk pulang bersama lebih malam sehingga terjadi kecelakaan. Seandainya saja dia tidak menunda kepulangannya, maka tak akan terjadi kecelakaan itu. Pikirnya, yang tentu saja tidak benar.

Masa Natal terasa muram tanpa kegembiraan dan pesta karena anak menolaknya. Masih terus berduka. Sebuah bingkisan Natal dari sang kakek untuk sang ayah ditemukan dalam mobil, berisi film rekaman pesta Natal tahunan keluarga sejak masa kecil sang ayah. Menonton rekaman lama ini, menginspirasi sang ayah utk kembali membangkitkan kenangan indah dan kegembiraan bersama keluarga. Cahaya terang dari lampu2 kecil, juga berbagai hiasan Natal, kembali dipasang di seluruh rumah. Dan kegembiraan keluarga kembali muncul.

Pesan dari film ini adalah, kenangan baik bersamalah yang menyatukan keluarga, bukan kesamaan biologis, apalagi hanya kesamaan nama.

Read Full Post »

GandariPendingin udara dimatikan, tak ada suara bicara atau cahaya telepon genggam apalagi bunyi klik kamera. Hening. Layar naik ke atas, cahaya remang, terlihat panggung depan yang kosong dengan latar belakang seperti bangunan sebuah kapal penuh para pemusik duduk menghadap sisi kanan panggung. Konduktor berdiri  memimpin musik di sebelah piano di bagian haluan, paling kanan, deretan selanjutnya adalah pemain alat tiup dan musik gesek berada di tengah dan di bagian buritan sebelah kiri yang lebih tinggi, adalah para pemain perkusi.

Cahaya temaram, dari depan panggung, pria tua beruban dalam jubah hitam jalan tertatih naik ke atas panggung dalam panduan perempuan yang lebih muda,  dua orang narator dan pembaca sebagian puisi Gandari memulainya. Dalam gerak lamban, para penari mulai muncul dari arah berbeda ke tengah panggung. Suara mengernyit nada tinggi sedikit mengganggu, muncul dari gesekan biola, diikuti suara piano berkelontangan, bukan irama lagu yang mengalun lembut tentunya, menandai para penari mulai bergerak. Tak lupa, pemain perkusi itupun sesekali mengelus bibir gelas anggur besar untuk mengeluarkan bunyi dengung. Suara solois perempuan muda berkulit putih dalam balutan gaun merah menyala menggoda mata, yang lantang sedikit mengagetkan, muncul di atas puncak tangga spiral di tengah bagian kiri panggung. Sayang, bagiku tak terlalu jelas ucapan kata yang dilagukannya. Bahasa Indonesia sepertinya, samar-samar. Ruang sempit di balik kapal para pemusik adalah panggung tempat paduan suara mengalunkan suara. Suara riuh tersamar,  mempertanyakan jumlah korban perang, muncul dari paduan suara ini.

‘Katakan kepada saya,
Apakah yang paling menyakitkan
dari perang? Kekalahan?
Atau kebencian?

Suara narator membaca sepenggal bait puisi.

Berkelebatan para penari berpakaian putih itu tak tentu arah. Kibasan tangan dari bahunya dengan otot lengan meregang seolah membawa badan berputar kencang, lalu meliuk lembut, rendah, berjumpalitan kadang berguling di atas panggung. Tangan-tangan saling mengkait lamban, menghentak lepas, tubuh berputar di atas pinggul, punggung atau bahu yang lain. Terkait, lepas, menyelinap, muncul. Licin dan sigap. Ini memang bagian dari perang Mahabarata. Kadang terlihat lompatan tinggi menerjang namun terhenti halus di atas oleh rangkulan kuat lengan pasangan. Indah.. Perut tampak kembang-kempis mengatur napas, menjaga gerak terus mengalir, menguras daya. Gerak tari sang Ibu membasuh rambutnya dari darah  kematian putranya, terlihat apik dengan iringan musik halus mengiris.

Yang tak melihat tak akan melihat
yang keji. Yang tak mendengar tak akan mendengar
yang dusta. Yang tak melangkah tak akan melangkah
sampai batas hutan
dan jalan masuk ke Astina

Pilihan Gandari untuk lebih percaya pada suara daripada cahaya kuasa yang seringkali menipunya diwujudkan dalam gerak pita coklat yang melintang di depan para penari. Pita dipentang kesana-kemari dan opera berhenti. Selesai

Membaca ulang sinopsis yang dibagikan sebelum pementasan dan kembali merenungkannya, sangat membantu pemahaman orkestrasi antara gerak, musik dan puisi. Meskipun tetap ada beberapa adegan yang tak termakna dalam pikirku.

Opera Tari Gandari yang dipentaskan di gedung opera Teater Jakarta TIM, Jumat 12 Desember 2014, ini adalah buah tafsir musikus Tony Prabowo terhadap puisi Gandari, karya Goenawan Mohamad. Buku sinopsis, selain memuat puisi Gandari, juga latar-belakang dan prestasi semua penari, koreographer (Akiko Kitamura), sutradara (Yudi Ahmad Tajudin dan komponisnya (Tony Prabowo). Juga, musik Schonberg orchestra dan Slagwerk Den Haag serta konduktor Bas Wiegers. Luar biasa, mereka semua sudah sangat berpengalaman dengan panggung dunia. Terus maju dunia seni Indonesia.

Read Full Post »