Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2016

Castells - OutrageBuku Manuel Castells yang pertama saya baca adalah Communication Power, merupakan buku pemberian kawan yang telah selesai menjalani kuliah S3 Komunikasi Politik di Unpad, Bandung. Buku yang terbit di tahun 2009 tersebut bisa dianggap sebagai pemikiran Castells tentang bagaimana komunikasi politik gerakan sosial jaringan beroperasi di era digital ini. Berbeda dengan The Net Delusion, karya Evgeny Morozov, yang lebih cenderung negatif terhadap Internet dalam kaitan perubahan sosial, maka Castells berpendapat sebaliknya.

NETWORKS OF OUTRAGE AND HOPE adalah buku Castells berikutnya 2012 (pemberian sahabat saya, Fadjroel Rachman, nuhun), setelah protes sosial menjamur di berbagai negara dengan peran sosial media yang sangat signifikan untuk tercapainya tujuan gerakan sosial politik. Catatan tentang penyebab gerakan sosial, yang kemudian berkembang menjadi viral yang semakin besar dan bahkan hingga berakhir pada keruntuhan kekuasaan, tercatat rinci dan runtut di dalamnya. Gerakan protes sosial jaringan yang terjadi di Afrika, Arab (Arab spring), Spanyol  Amerika Selatan juga Amerika Utara adalah contoh kasus yang dibahas Castells dalam buku ini.

Ada dua bagian besar pembahasan dalam buku ini, yaitu pertama tentang gerakan sosial jaringan di berbagai negara yang telah berhasil mengubah kebijakan, bahkan meruntuhkan penguasa tiran; dan yang kedua adalah opini dan analisis Castells tentang keterkaitan antara gerakan sosial dengan perubahan politik berdasar gerakan sosial jaringan.

Dalam Kata Pengantarnya, Castells beranggapan bahwa dirinya berhasil membuat hipotesa-hipotesa keterkaitan antara gerakan sosial jaringan dengan perubahan politik; juga, menawarkan konsepsi tentang perbedaan fundamental antara gerakan sosial jaringan dengan gerakan populis, di tengah berbagai perbedaan ideologi yang ada, yang dipicu krisis legitimasi politik dalam situasi krisis dan perubahan berbagai aspek di tingkat global.

Pendahuluan
‘Kegelapan’ adalah istilah pesimisme Castells untuk menggambarkan kondisi sosial global saat ini yang sedang mengalami tekanan ekonomi, korupsi, ketidakadilan, keterasingan, kesewenang-wenangan, dan ketakberdayaan manusia, yang memicu merosotnya ‘trust‘, sebagai modal dan perekat sosial, hingga menyebabkan kontrak sosial semakin longgar dan berujung pada sikap masyarakat yang bergerak ke arah kepentingan individual untuk melindungi dirinya sendiri, bertahan hidup.  Kondisi seperti inilah yang menyebabkan media sosial berbasis Internet menjadi eksis sebagai ruang bersama yang leluasa untuk berkeluhkesah dan berfungsi untuk ‘connecting the dots‘, bukan hanya ‘point to point‘ bahkan ‘many to many‘ dengan otonomi yang dibatasi oleh kemampuan teknologi, dan di luar batas jangkauan regulasi pemerintahan.

Dalam ruang publik internet yang demikian bebas, masyarakat bisa terhubung untuk saling berbagi duka dan harapan hingga terbentuklah jaringan sosial yang tak lagi memperdulikan latarbelakang masing-masing, hanya dilandasi tujuan yang sama yaitu kehidupan universal yang lebih baik. Bila di dunia maya jaringan itu terbentuk, maka pada akhirnya ruang publik di dunia nyata menjadi tempat berkumpul sebagai awal runtuhnya ketakutan dan sekaligusnya munculnya keberanian untuk berbagi, diskusi dan bersikap terhadap pelanggaran demokrasi yang dilakukan para pejabat publik, secara bersama-sama dalam ruang-ruang publik di dunia nyata.

 

Dalam buku ini, Castell bermaksud untuk menawarkan pemikiran, berdasar pengamatan dan analisisnya, tentang gerakan sosial jaringan. Analisis ini juga didasarkan pada teori kekuasaan, dalam bukunya Communication Power (2009), yang menjadi latarbelakang pengetahuan untuk memahami gerakan-gerakan sosial yang disampaikan pada bab-bab awal di buku ini, yang berangkat dari premis bahwa relasi-relasi kekuasaan ini sangat menentukan di masyarakat karena telah membangun institusi-institusi berdasar nilai-nilai dan kepentingan mereka.

Teori komunikasi Castell mengatakan bahwa manusia membangun makna melalui interaksi dengan lingkungan alaminya dan lingkungan sosialnya. Jaringan-jaringan ini bekerja karena aksi komunikasi, yang sebetulnya adalah proses berbagi makna melalui pertukaran informasi. Dalam kerangka yang lebih luas, kunci utama pembentukan makna sosial adalah proses komunikasi yang tersosialisasikan, yang berada di ranah publik, di luar komunikasi interpersonal.

Nah, transformasi teknologi komunikasi yang sedang berlangsung di era digital ini semakin luas jangkauan komunikasinya hingga ke semua domain kehidupan sosial dalam sebuah jaringan, yang terjadi sekaligus dalam waktu yang sama, baik global maupun lokal, umum atau khusus, dengan pola yang terus berubah. Ada suatu ciri umum dalam setiap proses konstruksi pembangunan makna, yaitu adanya ketergantungan yang tinggi terhadap pesan dan kerangka yang dibuat, diformat dan disebarkan dalam jaringan komunikasi multimedia.

Meskipun setiap individu membangun makna dan istilah sendiri yang unik dalam menafsirkan bahan yang dikomunikasikan, proses ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan komunikasi. Dengan demikian, transformasi lingkungan komunikasi akan mempengaruhi konstruksi makna, dan disitulah terjadi relasi kekuasaan.

Konsep mass self-communication, yang sebelumnya muncul di Communication Power (2009) kembali diingatkan Castell dalam buku ini, merupakan hasil perubahan mendasar dalam ranah komunikasi, dimana internet dan jaringan nirkabel menjadi pijakan dalam era komunikasi digital. Disebut mass communication karena mengolah pesan dan menyebarkannya secara many to many, dan potensial semakin membesar jumlah penerimanya, juga semakin meluas jangkauan jaringannya seolah tak berujung hingga seluruh dunia. Disebut self- communication, karena penulisan pesan dan pemilihan penerimanya ditentukan secara otonom, bahkan pengambilan pesan dari jaringan komunikasipun juga bisa dipilih secara bebas sesuai keinginan anggota jaringan. Mass self-communication ini didasarkan pada komunikasi interaktif dari jaringan horizontal, yang secars umum sulit dikontrol olh pemerintah atau korporasi.

Dukungan teknologi untuk keperluan Mass self-communication banyak tersedia sehingga otonomi aktor sosial, baik secara induvidual ataupun kolektif bisa tetap aman. Akibat lebih lanjut adalah munculnya kekhawatiran pemerintah terhadap internet, karena sulitnya melakukan pengawasan, sebaliknya justru menjadi peluang bisnis bagi para internet provider dengan cara menjual akses internet untuk para penggunanya berbasis jumlah byte yang bisa diunggah/diunduh atau berbasis waktu penggunaan internet, dll.

Berbagai jaringan kekuatan yang berbeda-beda domain juga akan saling berhubungan dan membentuk jaringan kekuatan baru. Global financial networks dan global multimedia networks sangatlah berkaitan hingga membentuk meta-network dan merupakan kekuatan yang sangat menentukan, meskipun kekuatan inipun masih bergantung pada jaringan-jaringan lainnya, seperti jaringan politik, jaringan budaya, jaringan militer, jaringan kriminal global, dan jaringan global yang menentukan produksi dan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan manajemen pengetahuan. Jaringan-jaringan ini tidak bergabung menjadi satu jaringan permanen, melainkan bekerjasama dalam kemitraan strategis dengan membentuk jaringan ad-hoc untuk kepentingan tertentu.  Mereka berbagi kepentingan yang sama, yaitu untuk mengkontrol pembangunan aturan-aturan dan norma-norma masyarakat melalui sistem politik dengan mempertimbangkan kepentingan-kepentingan dan nilai-nilai mereka. Inilah sebabnya mengapa jaringan kekuatan yang dibangun di sekitar pemerintahan dan sistem politik memainkan peran utama dalam semua jaringan kekuatan.

Bagaimanakah cara jaringan-jaringan kekuatan saling terhubung, sambil tetap menjaga lingkup aksi mereka? Castells berpendapat bahwa mereka melakukannya dengan mekanisme penyusunan kekuatan dalam masyarakat jaringan, yaitu ‘switching power‘. Ini merupakan kemampuan untuk menghubungkan dua atau jaringan yang berbeda dalam proses pembentukan kekuatan masing-masing di wilayahnya masing-masing. Jadi,  siapa sebetulnya pemegang kekuasaan dalam masyarakat jaringan? Para ‘programmer‘lah yang punya kapasitas untuk memprogram masing-masing jaringan utama, seperti pemerintah, parlemen, militer, media, instansi keuangan, teknologi, dll. dan switcher yang mengoperasikan berbagai relasi antar jaringan yang berbeda.

Sejarah menunjukkan bahwa gerakan sosial adalah pengunggah nilai-nilai dan cita-cita baru, dimana institusi-institusi bertransformasi berdasar nilai-nilai keutamaan dengan membangun norma-norma baru untuk kehidupan sosial yang lebih baik. Gerakan-gerakan sosial terus memperbaiki diri untuk berhadapan dengan kekuasaan hingga mampu menguasai komunikasi sosial jaringan internet nirkabel secara otonom, bebas dari kekuasaan institusi resmi pemerintah atau korporasi.
Hal penting yang perlu mendapat perhatian khusus adalah adanya wilayah publik baru, yaitu wilayah jaringan antara wiayah digital dengan wilayah urban, yang merupakan wilayah komunikasi otonom. Otonomi komunikasi adalah esensi gerakan sosial, dengan tujuan inilah gerakan sosial dibentuk sehingga kegiatan gerakan bisa menjangkau masyarakat lebih dalam, yang jauh dari jangkauan pemangku kekuasaan melalui kekuatan komunikasi.
Pada tataran individu, gerakan sosial merupakan gerakan emosi. Pemberontakan tidak dimulai dengan program atau strategi politik. Mungkin saja akan muncul pada akhirnya, setelah adanya kepemimpinan, baik dari salam ataupun dari luar gerakan, untuk mengarahkan pada agenda-agenda politik, ideologi atau bahkan agenda personal yang bisa jadi berhubungan atau tidak berhubungan dengan cita-cita atau motivasi awal pergerakan. Yang jelas, agenda besarnya adalah transformasi dari dari gerakan emosi ke aksi yang lebih tertata dan terencana. Namun demikian, untuk bisa menjadi gerakan sosial, aktifasi emosi individu-individu mesti terkoneksi dengan individu-individu lainnya. Hal in membutuhkan proses komunikasi yang mensyaratkan adanya dua hal:
  1. ke-saling paham-an permasalahan antara pengirim dan penerima pesan
  2. jalur komunikasi yang efektif
Sejarah menunjukkan bahwa gerakan sosial selama ini didasarkan pada adanya mekanisme komunikasi khusus, seperti rumor, pamflet, manifesto, yang tersebar melalui media massa atau dari ‘mulut ke mulut’ atau oleh media komunikasi apapun yang tersedia. Saat ini, jaringan digital komunikasi horizontal merupakan sarana tercepat, paling otonom, interaktif, dan bebas sesuai kemauan personal. Karakter proses komunikasi antara individu yang terhubung dalam gerakan sosial akan menentukan karakter organisasi gerakan sosial itu sendiri. Semakin interaktif dan dengan konfigurasi yang bebas, maka semakin longgar juga hirarki organisai dan semakin banyak partisipasi dalam gerakan. Itulah sebabnya, gerakan sosial jaringan pada era digital menjadi represantasi spesies gerakan sosial baru.
 —
Gerakan Sosial Jaringan sebaga Sebuah Kecenderungan
arab springBila Arab spring disebabkan oleh kekuasaan diktator yang akut; kekacauan politik di Eropa dan AS yang disebabkan krisis finansial; lalu mengapa Brazil, Turki dan Chili yang relatif aman dari krisis demokrasi dan finansial juga mengalami krisis politik? Jelas disini bahwa othoritarian, kemiskinan dan krisis finansial bukanlah syarat utama munculnya gerakan sosial di beberapa negara lain.
Ada dua faktor penyebab lain yang turut menyebabkan munculnya gerakan sosial masif, yaitu:
  1. Krisis fundamental legitimasi sistem politik (korupsi, interaksi, dll.)
  2. Otonomi komunikasi berbasis internet atau nirkabel
Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan (menjadi presiden 2014), pernah menyatakan bahwa “Twitter is the enemy of the people”.
Castells meyakini bahwa dalam kondisi sosial yang represif, para individu pengguna media sosial yang saling terkoneksi dan tersebar di seluruh penjuru jaringan nirkabel akan mulai terbangun rasa pemberontakan, yang dalam beberapa kultur masyarakat, akan memberikan bentuk respon politik atau gerakan sosial yang berbeda. Dengan kata lain, bibit gerakan sosial akan semakin dewasa dalam lingkugan komunikasi yang otonom, walaupun revolusi sosial tidak mesti terjadi dalam setiap masyarakat. Sejarah menunjukkan bahwa gerakan-gerakan sosial telah dan masih akan menjadi agen perubahan sosial,  yang biasanya dimulai dari krisis kondisi kesejahteraan yang menyebabkan kehidupan sehari-hari terasa sangat tak berarti. Ketidak percayaan terhadap institusi politik dalam mengatur kepentingan rakyatnya,  yaitu kombinasi antara degradasi kondisi kehidupan material dengan krisis legitimasi para pembuat kebijakan publik.
Internet Dan Kultur Otonomi
Karena manusia hanya bisa menghadapi dominasi melalui: komunikasi dengan lainnya, rasa kebersamaan, membangun usaha-usah alternatif untuk dirinya sendiri dan untuk masyarakat yang lebih luas; maka perlu adanya jaringan komunikasi interaktif, yang dalam skala lebih luas, diperlukan komunikasi horizontal berbasis internet dan jaringan nirkabel sebagai alat penting untuk mobilisasi, organisasi, deliberasi, koordinasi dan pengambilan keputusan.
Jadi, aktifitas terpenting dari Internet adalah tempat berjejaring (social networking sites, SNS), an SNS merupakan platform untuk berbagai aktifitas, tidak hanya untuk keperluan pertemanan atau chatting, namun juga marketing, e-commerce, pendidikan, kreatifitas budaya, distribusi media dan hiburan, aplikasi kesehatan, dll. dan tentu juga untuk aktifitas sosial-politik. SNS menjadi wilayah kehidupan yang menghubungkan individu dengan latarbelakang yang bervariasi. Kecenderungan masyarakat di era digital, yang bertransformasi menjadi ‘culture of sharing’.
Kunci keberhasilan dari SNS adalah kehadiran (self-presentation) sebagai dirinya sendiri yang terhubung dengan lainnya. Orang membangun jaringan dengan maksud dapat bergabung bersama yang lain seperti yang diinginkannya, termasuk di dalamnya adalah pihak-pihak dalam kriteria pemahaman masalah yang sama atau setidaknya ingin mengetehaui persoalan yang sama. Ini adalah masyarakat jaringan berkepentingan sama. Ini bukan masyarkat yang sepenuhnya virtual, melainkan bisa jadi ini jaringan yang nyata. Dalam era internet, batas antara virtual dan nyata sangatlah tipis. Dalam gerakan sosial jaringan inilah masyarakat berbagi kekesalan, harapan dan perjuangan. Studi juga menunjukkan bahwa penggunaan Internet mampu meningkatkan perasaan aman dan merdeka, juga bernilai positif bagi mereka yang berpendapatan rendah, tersingkirkan, yang umumnya berada di negara sedang berkembang.
Keberlanjutan Gerakan Sosial berbasis Internet
Alat ukur kesuksesan sebuah gerakan sosial adalah dampak langsung yang dirasakan oleh para pendukungnya dan realisasi transformasi sosial yang diinginkannya. Namun melihat eksistensi gerakan sosial jaringan yang terus bergerak naik-turun atau memudar bahkan berubah dari bentuknya yang sekarang, juga mengingat beberapa aktornya akan bertransformasi menjadi politikus atau menjelma menjadi partai politik, maka terlalu awal untuk mempertanyakan relevansi hasil yang optimal dari gerakan ini, walaupun telah diketahui bahwa rejim telah berganti, banyak institusi mulai diperbaiki dan finansial global yang kapitalistikpun mulai dipertanyakan.
Warisan dari sebuah aksi gerakan sosial dapat dilihat dari perubahan kultural yang dihasilkannya. Karena gerakan didasari oleh ketidakpuasan kehidupan personal atau sosial, maka sudah seharusnya ada hasil perubahan pada institusinya. Perubahan pasti terjadi, walaupun sering juga sejarah menunjukkan arah perubahan tidak seperti yang diharapkan sebelumnya. Dengan demikian, harapan dari gerakan sosial jaringan akan terjadinya perubahan masih harus terus diperjuangkan. Demokrasi, dalam bentuk barunya.
Gerakan sosial jaringan merupakan bentuk baru gerakan demokratis, yang melakukan rekonstruksi kehidupan publik dalam wilayah otonomi yang dibangun oleh adanya interaksi antara berbagai wilayah lokal dan jaringan-jaringan Internet, merupakan gerakan yang didasari oleh upaya pengambilan keputusan yang berkeadilan dan saling-percaya sebagai dasar hubungan antar manusia. Warisan gerakan sosial jaringan diharapkan akan meningkatkan kemungkinan untuk terus belajar hidup bersama yang lebih baik, dalam kultur demokrasi yang sebenarnya.
Kritik
Hampir 75% isi buku ini lebih banyak mengalisis gerakan sosial yang terjadi Timur Tengah, Amerika Latin, Turki dan Eropa Barat, dan sebagai basis teori komunikasi, banyak copy-paste dari buku Communication Power. Cukup membantu pemahaman terhadap konsep gerakan sosial jaringan.

Read Full Post »

052130100_1424450379-dubes_Azerbaijan_17215__1_

 

Asik juga ketemu orang-orang dari kebangsaan yang berbeda-beda malam itu, di acara perayaan sederhana ulangtahun Kemerdekaan Azerbaijan yang ke-98 atas undangan pak Dubes. Tamerlan Garayev, yang diadakan 23 Mei 2016 yang lalu. Obrolan ringan penuh persahabatan dengan masing-masing staf kedutaan Mozambiq, Sudan, Slovakia, Bosnia, Iran, Russia dan AS; cukup menyenangkan. Berbagai cerita budaya, industri dan hubungan kerja-sama dengan Indonesia banyak terungkap sambil makan malam ‘standing party’ dengan sajian makanan aneka rupa, namun ada yang khas yaitu semacam kebab ayam dan kambing guling bersaos khas Azerbaijan. Lezat.

Slovakia bercerita tentang kesibukan negaranya membangun Bratislava, yang kebetulan saya pernah berkunjung kesana, sehingga obrolan lebih mengasyikkan. Industri daging sapi, ayam dan kambing, cukup maju di sana. Menurutnya, Bratislava layak menjadi ibukota Uni Eropa. Mozambiq dan Sudan bercerita tentang industri migas dan bermaksud utk ekspor ke Indonesia. Juga, pertambangan mineral dan impor tekstil ke negerinya. Dubes Bosnia ‘menjual’ keindahan negerinya dan berkeinginan bekerjasama dengan negeri kita untuk memasukkan Bosnia sebagai rangkaian destinasi wisata pada paket Umroh jemaah Indonesia. Industri militer Bosnia juga cukup maju. Iran coba menawarkan industri militernya. Paling santai ngobrol dengan atase militer Russia yang ceria bercanda, mungkin karena mereka sudah dan akan investasi besar di Indonesia. Pembangunan jalan kereta api di Kalimantan, smelter dan pertambangan nikel di Sulawesi dan yang terbesar adalah pembangunan kilang di Tuban. Atau, bisa jadi karena sosok presidennya yang sudah saya baca di beberapa buku, sehingga serasa mengenalnya, dan juga karena masih hangatnya berita kunjungan Presiden Jokowi ke Russia minggu yll. AS, entah kenapa kok malam itu saya kurang tertarik  ngobrol ya hehe .. mungkin karena ada label di kartu namanya ‘political section’, berkesan serius ..

Informasi dari buletin Ĺegacy yang dibagikan untuk para tamu, Azerbaijan memproklamasikan dirinya sebagai Republik Demokrasi Azerbaijan pada tanggal 28 Mei 1918, setelah revolusi Rusia. Masalah politik yang masih rumit hingga saat ini adalah masih dikuasainya sebagian wilayah Azerbaijan oleh negara tetangga, Armenia, yang didukung oleh Russia. Gangguan politik bahkan sampai terjadi perang fisik hingga pem’bumi-hangus’an wilayah Azerbaijan sudah terjadi sejak era kemerdekaannya, oleh aliansi Turki-Rusia.

Saat ini Azerbaijan dipimpin oleh presiden Ilham Heydar oglu Aliyev dan Persana Menteri Artur Rasizadə, yang keduanya menjabat sejak 2003.

Catatan

1. Azerbaijan – Bloody memories

2. Dubes Azerbaijan harap Armenia tarik pasukan militer

Read Full Post »

ColoniaFilm ini  berlatarbelakang rejim diktator militeristik Chile awal tahun70an ketika General Augusto Pinochet sukses coup detat presiden terpilih Salvador Allende, dari Partai Sosialis, yang sangat dekat dengan Cuba, secara demokratis berdasar hukum yang ada, karena tidak adanya pemenang mayoritas tunggal dari 3 kandidat yang ada.

Dibuka dengan adegan demonstrasi dukungan terhadap kemenangan presiden Allende pramugari Lufthansa, Lena (Emma Watson) dengan photographer asing Daniel (Daniel Brühl), menjadi tokoh fiktif pencerita kisah nyata ini. Berhasilnya kudeta General Augusto Pinochet, diukuti dengan ‘pembersihan’ terhadap para pendukung rejim sebelumnya menjadi awal terbongkarnya Colony Dignidad, yang merupakan persekutuan sekte agama eksklusif dengan menggunakan kekerasan dan intimidasi.

Daniel ditangkap karena aktifitasnya yang mendukung rejim sebelumnya. Kegigihan Lena dalam mencari lokasi penahanan Daniel membuahkan hasil informasi bahwa Daniel ditahan di Koloni Dignidad. Dengan maksud untuk mengetahui nasib Daniel, Lena mendatrarkan diri secara sukarela untuk menjadi anggota sekte agama tersebut.

Koloni yang menempati area jauh dari kota ini dikelilingi oleh pagar tinggi dengan kawat berduri beraliran listrik yang mematikan untuk mencegah larinya para anggota sekte, bahkan digambarkan dalam film ini juga terdapat kawat jebakan yang terkait dengan alat penembak yang juga mematikan. Seperti layaknya camp konsentrasi di era Hitler, Auschwitz. Perkebunan hijau yang luas dengan bangunan2 ruang pertemuan dan bangsal besar berisikan banyak tempat tidur berjajar bagi para perempuan yang berada dalam lingkungan berpagar tersebut.

Penyiksaan yang dilakukan dengan berbagai peralatan listrik di lorong bawah tanah, kerja paksa dengan ancaman cambuk bagi perempuan di perkebunan yang luas, ritual penyiksaan untuk perempuan oleh anggota pria berseragam celana wool bersuspender secara bersama-sama, kekerasan seksual terhadap anak-anak menjadi gambar-gambar utama dalam film ini. Kelam mencekam.

Ditayangkan bahwa perempuan bertanggung jawab terhadap penananam kentang, jagung, termasuk juga pengupasannya. Setiap anggota perempuan, berpakaian seragam perkebunan Jerman, blouse panjang menutup leher hingga dibawah lutut dan scarf kecil sebagai kerudung, mendapatkan giliran untuk menjaga gudang hasil panen sambil mengupas kentang di dalamnya. Dari dalam gudang inilah proses pelarian kedua tokoh tersebut dimulai, setelah mereka temukan terowongan panjang di bawah gudang, hingga tembus sampai di luar pagar koloni.

Paul Schäfer (Michael Nyqvist), sang pemimpin sekte keagamaan eksklusif Colony Dignidad berkebangsaan Jerman dan lama tinggal di Chile pada masa tuanya. Dia adalah tenaga medis di ketentaraan Hitler pada PD-II. Setelah perang, dia mendirikan kelompok keagamaan dan mendirikan rumah untuk anak-anak petani korban perang. Kemudian pindah ke Chile pada tahun 1961, beserta 70 pengikutnya mendirikan sekte keagamaan Colony Dignidad. Digambarkan sebagai pendeta yang keras, tinggi berkacamata dan sering berbahasa Jerman, serius, temperamental dan manipulatif. Para pengikutnya bahkan sering menganggapnya sebagai tuhan. Akhirnya dia ditangkap di Argentina setelah 8 tahun dalam pelarian.

Berhasilkah Lena dan Daniel keluar dari penjara berkedok agama tersebut? Mudah sekali jawabnya, karena bukan itu pasti maksud penulis cerita, melainkan pesan bahwa penistaan nilai-nilai kemanusiaan adalah ironi sejarah yang sangatlah tak layak lagi ada di dunia ini, apapun kemasannya. Highly recommended.

Info Film:

Produksi: 2015

Sutradara: Florian Gallenberger

Skenario: Florian Gallenberger dan Torsten Wenzel

Cuplikan film Colonia

Catatan:
1. The Colony: Chile’s dark past uncovered

2. Secrets of ex-Nazi’s Chilean fiefdom

3. ‘Colonia’ Movie True Story: History Of Colonia Dignidad Before Emma Watson Film Premieres

4. The Torture Colony

5. Wikipedia: Colonia (film)

Read Full Post »

4 Mei 2016, 8:30 GA-602 mendarat di bandara Sam Ratulangi, Manado. Ini adalah kunjungan singkat ke Manado yang kedua kalinya setelah 2014 saat kampanye pilpres, dan tak sempat jalan-jalan kemanapun saat itu.

Panas terasa menyengat dan awan tebal mulai menggantung. Manado masih sering hujan. Bandara padat kedatangan penumpang sehingga mobil perlu antrian panjang untuk keluar bandara.

Dari bandara kami menuju Bitung untuk melihat pembangunan pelabuhan dan industri pengalengan ikan.

Pelabuhan Bitung

20160504_114741

Pelabuhan Bitung

Dermaga baru Pelindo IV dengan crane raksasa siap melayani bongkar muat peti kemas. Kesibukan dermaga kurang terasa, hanya terlihat satu kapal besar pengangkut ratusan peti kemas sedang sandar di dermaga lama. Pelabuhan Bitung mampu melayani kapal ukuran 10.000 TEUs dan juga sudah siap melayani bongkar muat dua kapal sekaligus.

Industri Pengalengan Ikan

Kunjungan selanjutnya adalah industri pengalengan ikan tuna PT. Sinar Pure Foods International di Bitung untuk konsumsi domestik dan ekspor. Industri ini memperoleh bahan mentah ikan cakalang dari nelayan dan impor hingga dari Amerika Latin. Pembuatan kaleng ikan tuna, cold storage, pengupasan tuna matang, pengisian daging tuna ke dalam kaleng hingga pelabelan kaleng, semua di lakukan dalam satu kawasan pabrik tersebut.

Tuna

Pengupasan daging tuna matang

Menurut si pemilik, kapasitas pabrik 120 ton per hari hanya berproduksi 20 % saja, karena ikan sedang susah didapat dan perlu kapal lebih banyak. Mungkin ini yang sedang jadi polemik di media massa beberapa hari yang lalu antara pak JK dan bu Susi. Pak JK berpendapat bahwa produksi pengalengan ikan menurun drastis berhubung  pasokan ikan susah karena regulasi penangkapan ikan yang menghambat. Sedangkan bu Susi berpendapat bahwa tingginya pasokan selama ini terjadi karena illegal fishing dan tidak terjadi penurunan produksi pengalengan ikan, melainkan memang sudah lama tidak berproduksi. Entah siapa yang benar.. tapi saya sepakat bahwa perlu adanya aturan yang adil dan legal implementasinya.

Jembatan Soekarno

IMG-20160504-WA0011

Jembatan Soekarno

Kota Bitung semakin berkembang dan ramai, jauh beda saat mengunjunginya di tahun 1995. Melewati jalan yang ramai di Bitung, di beberapa tempat justru cenderung padat, kami meluncur menuju Jembatan Soekarno; jembatan yang mulai dibangun 2003 saat presiden Megawati berkuasa dan baru diresmikan di masa presiden Jokowi setelah 12 tahun masa pembangunannya. Menurut info, akan lebih indah dilihat pada malam hari, meskipun di siang haripun sudah terlihat indah megah.

Ikatan Alumni ITB
20160505_213143
Dalam kesempatan ini, kami sempat bersilaturahmi dengan Pengurus Daerah IA-ITB Manado sambil makan malam bersama di Resto Wahaha, kawasan kuliner boulevard Manado. Pada umumnya, alumni ITB di sini adalah dosen universitas Sam Ratulangi, yang kuliah S2 di ITB.
Dua hal penting yang disampaikan Ketua IA-ITB adalah sosialisasi kuliah di ITB ke SMU-SMU sehingga mereka semangat untuk kuliah di ITB dan program IA-ITB untuk menyebarkan alumninya bekerja di daerah-daerah, seperti halnya penempatan dokter ke daerah. Ada lebih dari 100 alumni ITB dari Manado yang diantaranya bekerja sebagai dosen, dep. Pupera, pertambangan, pengusaha, dll. namun malam itu hanya sekitar 40 an orang yang hadir. Pertemuan sangat akrab kekeluargaan, sambil makan malam diiringi organ tunggal dengan penyanyi dari para alumni sendiri. Diakhiri dengan foto bersama.

Teluk Buyat

20160509_001523

Manado – Buyat

Berangkat dari Manado jam 7 pagi menuju teluk Buyat yang terletak di pantai selatan pulau Sulawesi, berseberangan dengan kota Manado yang berada di pantau utara, membutuhkan 3 jam perjalanan di siang hari.

Teluk Buyat ini dulu sempat menjadi wilayah konflik antara pertambangan emas PT. Newmont Minahasa Raya dengan masyarakat nelayan Ratatotok karena isu pencemaran tailing, yang berujung dengan ditahannya presdir. Newmont.

Perjalanan ke Buyat penuh jalan berkelok, melewati kota Tomohon di bawah gunung Lokon yang selalu berasap di sebelah kanan dalam jangkauan pandangan mata, juga sawah hijau di pinggir jalan, tetap sejuk asri sejak dulu (1997), dihiasi bunga di pinggir jalan dan kakilima yang tertata rapi. Pengemudi juga sempat melewatkan kami di kota kecil industri rumah panggung kayu Woloan. Menurutnya, kayu sebagai bahan mentah rumah tersebut sudah semakin susah mendapatkannya. Penduduk di wilayah Woloan ini memang  dikenal mempunyai keahlian pertukangan.

20160506_103424

Desa Basaan Satu

Jalan bagus walaupun sempit, terus turun berkelok-kelok hingga sampai pantai selatan di kota kecil Belang. Hindarilah bermain media sosial menggunakan handphone anda saat berkendaraan di jalur ini, karena pasti akan pusing dengan mobil yang terus pontang-panting belok kiri-kanan. Dan setengah jam kemudian sampailah kami di kecamatan Ratatotok, desa Basaan Satu untuk melihat jeti kecil, hasil bantuan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara, yang mengelola dana lingkungan penutupan tambang Newmont.

20160506_124724-1

Jeti Ratatotok yang rusak dan pencemaran air laut

Desa Buyat semakin ramai dan jalan beraspal halus. Masih juga terlihat beberapa mobil hardtop yang biasa dipergunakan para penambang emas rakyat berlalu-lalang.

20160506_141744_001-1Pantai Lakban yang sedikit berombak, di sebelah teluk Buyat yang tenang, adalah tempat wisata warga sekitar Ratatotok. Ramai dengan pendatang yang bermain air atau hanya duduk-duduk di warung sambil menikmati kopi atau es kelapa bergula merah aren dan pisang goreng yang dicolek ke dalam sambal, khas jajanan Sulawesi Utara. Nikmat.

Setelah menikmati ikan bobara bakar rica yang disediakan penduduk setempat, jam 4 sore kami kembali ke Manado. Makan malam di resto Big Fish, lagi-lagi ikan bakar rica besar. Enak dan tidak membosankan, diiringi live music lagu-lagu Manado. Nyaman.

Seperti lazimnya kota yang sedang berkembang, lalulintas Manado macet dimana-mana. Lingkungan wisata kuliner di boulevard pinggir pantai selalu ramai pengunjung. Sempat kami ngopi sambil menikmati pisang goreng sambal rica di sana.

Pulang

Jam 4:30 keesokan harinya, berangkat ke bandara Samratulangi untuk terbang menggunakan Garuda GA-607 tujuan Jakarta. Sampai jumpa Manado dan sekitarnya yang ramah bersahabat. Tunggu jo, kita mo balik ulang someday.

Catatan

1. Video sekitar jeti perahu nelayan desa Basaan Satu

2. Pengalengan ikan tuna 1

3. Pengalengan ikan tuns 2

4. Terimakasih bung Ridwan yang sudah mengajak saya ke teluk Buyat. Siap menemani ke Indonesia Timur 🙂

 

Read Full Post »

Bandara Silangit Runway 2250 m x 30 m

20160427_093942-1

Prosesi Penerbangan Perdana Sriwijaya ke Silangit, Sumatera Utara 26 April 2016, didahului dengan beberapa sambutan dari Dirut Angkasa Pura 2, CEO Sriwijaya, Komisi 6 dan 11 DPR-RI, dan Plt. Gubernur Sumut, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng.

IMG-20160426-WA0004

Ka-Ki: Pak Budi KS, Om Dimas W, om Firdaus Ali, Saya

Jam 7:30 Sriwijaya Air Boeing 737-500 terbang untuk pertama kalinya menuju bandara Silangit,  Kab. Tapanuli Utara dari bandara Sutta. Pesawat penuh penumpang, termasuk para undangan

20160426_110845

Om Sigit dan om Firdaus Ali

Inaugural Flight, Gub. Sumut tidak ikut,  dan penumpang umum lainnya. Nasi Hainan yang pulen dan ayamnya yang empuk, juga puding dan coklat menjadi hidangan utama pada penerbangan kali ini. Enak. Selain Sriwijaya, maskapai Garuda, Wings dan Susi Air juga singgah di Silangit.

Mendekati bandara Silangit, daratan bergelombang terlihat hijau di bawah. Sawah hijau berteras datar dan sekumpulan pohon pinus di perbukitan tersebar dimana-mana, indah.

20160426_115324

Ground Breaking oleh Dirut. Angkasa Pura II

Kira-kira setelah dua jam penerbangan, pesawat menyentuh landasan bandara Silangit. Para penyambut dan tenda penyambutan terlihat di halaman bandara. Acara adat dilakukan terhadap Dirut. Angkasa Pura 2, dipimpin tetua adat setempat dengan mengalungkan ulos, sarung, ikat kepala dan pedang dan diiringi musik tradisional. Ground Breaking dilakukan.

Mengunjungi Toba

20160426_122307-1

Silangit – Muara

Dari Silangit menuju hotel kecil Sentosa, pinggir danau Toba bagian ujung selatan, di kota kecil (kampung?) Muara. Dijamu makan siang oleh Bupati Tapanuli Utara sambil menikmati danau Toba diiringi suara merdu penyanyi kawakan yang berasal dari Tapanuli, Victor Hutabarat. Jalan raya ke Muara, menuruni bukit, sempit dan rusak, sedang dalam proses

perbaikan, seringkali harus berhenti bila berpapasan dengan kendaraan lain.

Pemandangan khas sepanjang perjalanan adalah seringnya dijumpai bangunan makam tunggal berbentuk rumah kecil dengan patung orang berdiri di atasnya. Lokasi, ukuran dan indahnya makam menunjukkan tingkat ekonomi keluarga. Terlihat juga makam di puncak bukit, besar berdinding keramik, bersih dsn megah. Tanda salib juga menyertainya.

Screenshot_20160426-201426-1

Silangit – Parapat

20160426_145955

Pasar Balige

Jam 3 sore saat panas terik, kami berangkat menuju Parapat yang berlokasi di sebelah timur danau Toba, kembali melalui bandara Silangit. Jalan bagus kelas 2 dari Silangit menuju Parapat melewati Balige, ditempuh kira-kira 2 jam. Jslan raya kota Balige cukup padat, khususnya depan pasar utama yang berdesain etnik Sumatera Utara, indah.

20160426_163506

Teluk Danau Toba dari Hotel Inna, Parapat

Jam 5 sore kami sampai di Parapat, adalah sebuah kelurahan di tepi teluk Danau Toba, kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, merupakan daerah wisata utama Danau Toba yang sejuk dan asri. Hotel Inna adalah tempat kami bermalam, yang menurut rekan sepetjalanan adalah bsngunan akhir tahun 60an. Betulkah? Hotel terdiri dari beberapa bangunan kanar terpisah menghadap danau, di lahan berkontur dengan jalan setapak yang rapi dan taman yang indah tertata. Serasa di Puncak, Bogor. Segar. Ingat, Danau Toba adalah kawah gunung berapi yang sudah mati di ketinggian. Banyak sekali speedboat di pinggir danau yang siap mengantar pengunjung berputar-putar sepanjang Parapat. Kami mampir

20160426_172808-1

Rumah Bung Karno

sebentar di depan rumah Bung Karno untuk mengambil gambar. Pulau Samosir terlihat samar di tengah danau dari hotel, dan karena sudah senja, kami tidak sempat berkunjung ke Samosir yang membutuhkan kira-kira 1 jam menggunakan speedboat. Sambil menunggu maghrib, kami ngopi di ‘saung’ pinggir danau yang masih di area belakang hotel. Salah satu menu makanan hotel yang kami pesan adalah martabak. Gak lama menunggu, akhirnya pesanan datang. Ternyata martabak indomie ha ha ha .. enak juga sih. Dan sebagai bonus pesanan minuman panas adalah 4 potong singkong goreng kecil.

Makan malam, kami memilih untuk makan di luar hotel sambil melihat-lihat Parapat. Jalan raya gelap tanpa penerangan dan kami makan di resto Raja Minang, restoran besar, terang dan nyaman. Makanan enak, kami biasa menyebutnya masakan Padang. Gulai ikan nila. Sepertinya pasokan listrik di daerah ini kurang karena suara generator listrik banyak terdengar.

Membayangkan Danah Toba yang sudah jadi tujuan wisata sejak lama, bahkan Bung Karno pun ada rumah peristirahatan di sana, mestinya sudah semakin bersih, terang, indah tertata dan hidup saat ini. Seandainya tersedia jalan mulus beraspal keliling danau, mungkin bisa menjadi tujuan wisata olahraga bersepeda internasional. Mengagumkan, terbayang-bayang.. Kawan seiring yang pernah berkunjung dan bermain musik ke Toba di akhir tahun 60an mengatakan “Toba tak ada perubahan yang lebih baik, sebagai tujuan wisata”. Hidup segan, mati tak mau. Lesu. Kenapa ya? Semoga dengan terbentuknya Badan Otorita Danau Toba, percepatan pembangunan kawasan wisata Danau Toba segera bisa dilaksanakan sehingga tercapailah angan-angan kehadiran ‘Monaco of Asia’.

Jam 7 pagi tepat, kami checkout setelah sarapan. Nanas yang kami santap sangat manis sekali. Menurut kawan, nanas di wilayah Sumut memang terkenal enak. Kurang dari jam 9, sampai di bandara Silangit, ngopi sebentar di kios dan boarding 10:30 menggunakan Sriwijaya menuju bandara Sutta. Sampai jumpa lagi Danau Toba.

Catatan

  1. Detik.com: Sriwijaya Air Resmi Terbang ke Bandara Silangit, Tapanuli Utara
  2. Youtube.com: Video Danau Toba, diambil gambar dari Hotel Inna
  3. Terimakasih om Firdaus Ali yang sudah mengajak saya dalam kunjungan ini. Semoga bersedia ngajak saya lagi berkunjung ke daerah. 🙂

Read Full Post »