Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Jalan-Jalan’ Category

Januari 2011, awal kunjungan ke China, meliputi Hongkong, Macau, Shenzhen, Guangzhou. Shenzhen masih awal berkembang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Infrastruktur sudah tertata rapi, hijau sejuk segar. Tenang lengang tak banyak kesibukan lalulintas dengan gedung yang lega berjarak. Nyaman.

Akhir April 2026 kembali ke Shenzhen, provinsi Guangdong, via Hongkong menggunakan kapal feri. Masih dalam kawasan bandara (SkyPier) langsung transit ke kapal feri tujuan Shenzhen. Kapal berlayar tak jauh dari pulau Hongkong menuju China daratan. Jembatan yang menghubungkan Hongkong – Shenzhen pun terlihat dari kapal. Dalam 45 menit kapal berlabuh di pelabuhan Shekou cruise, Shenzhen. Pelabuhan besar bersih nyaman.

Salah satu tujuan kunjungan kali ini adalah melihat wilayah reklamasi di Shenzhen, yaitu Qianhai. Reklamasi intensif dilakukan 2010-2015 dengan persiapan dilakukan mulai 2008. Total area wilayah daratan Qianhai saat ini adalah 15 Km2, dengan area reklamasi di dalamnya seluas 10 Km2.

Area reklamasi Qianhai, Shenzhen

Sebutan resmi wilayah Qianhai adalah Qianhai Shenzhen-Hong Kong Modern Service Industry Cooperation ZoneSecara administratif, Qianhai adalah wilayah khusus dalam Kawasan Ekonomi Khusus, Shenzhen.

Shenzhen adalah kota besar dengan populasi tak kurang dari 18 juta jiwa. Seperti umumnya kota-kota besar di China, demikian juga Shenzhen, tersedia jalan protokol yang lebar, dengan 5-6 lajur per jalurnya. Yang mengagumkan adalah tidak berisik. Mobil listrik cukup dominan. Bus kota pun bertenaga listrik. Tidak terlihat satupun sepeda motor berbahan bakar bensin lalu-lalang di jalanan. Semua motor  berenergi listrik/baterai. Memang perlu juga kritik karena banyak motor listrik ini justru ikut menggunakan jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki (kakilima). Bahkan ikut menggunakan jembatan penyeberang (JPO). Berbahaya bagi pejalan kaki karena motor tidak terdengar. Bisa keseruduk.

Kawasan Qianhai tertata rapi dengan jalan raya dan kakilima yang lebar. Leluasa bagi penggunanya. Gedung perkantoran dan apartemen selalu ada dalam setiap blok yang dikelilingi jalan raya. Memang kurang estetis karena jemuran di masing-masing unit apartemen terlihat bergelantungan di sekitar keteraturan gedung perkantoran yang megah, infrastruktur dan taman kota yang indah. Konsep MUD (Mixed-Use Development) ini memang dimaksudkan untuk mengurangi kesibukan transportasi. Mendekatkan orang dengan lokasi kerja. Tak terlihat “rumah tapak” (landed house). Infonya adalah kelas menengah-bawah justru diprioritaskan untuk bisa tinggal tengah kota, dekat kawasan bisnis sehingga mengurangi biaya transportasi dan energi.

Memang masih ada sedikit wilayah yang padat penduduk di Shenzhen, namun tetap bersih dan tidak kumuh. Secara keseluruhan, wajah Shenzhen adalah gedung perkantoran, apartemen, taman kota serta jalan raya dan kakilima yang lebar dan nyaman.

Atap gedung Shenzhen Rail Property

Beberapa hari di Shenzhen, sempat berkunjung ke Shenzhen Rail Property Building di Shennan Avenue, Shenzhen City. Ini perusahaan negara yang mengelola semua kereta listrik di Shenzhen. Luas wilayah 1.997 Km2 dengan populasi 13 juta orang. Konsep TOD (Transit-Oriented Development) dan R+P (Rail plus Property) menjadi solusi mobilitas urban dan keuntungan finansial yang terkait dengannya. Sehingga pengadaan transportasi publik berbasis kereta listrik lebih dilihat sebagai persoalan properti di kawasan luas yang berhubungan dengan rel dan stasiun kereta, bukan tentang perkeretaapian semata. 

MIXC mall yang terdiri dari tiga gedung, menjadi pusat kunjungan warga Shenzhen. Toko yang menjual barang-barang bermerk tersohor, lengkap tersedia di dalamnya. Juga cafe dan resto banyak tersebar. Sempat ngopi di cafe Ralph & Lauren yang menyatu dengan toko pakaiannya.

Untuk mengenal kemajuan industri teknologi AI, sempat mengunjungi Shenzhen Artificial Intelligence Industry Association (SAIIA) di Nanshan district, Shenzhen. SAIIA yang didirikan tahun 2017 ini berada di lingkungan gedung perkantoran yag cukup tenang. Tepat di depan gedung TikTok. SAIIA menghimpun lebih dari 800 perusahaan AI. Shenzhen adalah pusat aktivitas AI terbesar kedua di China, setelah Beijing. Tak banyak produk AI yang dipamerkan di kantor ini, kecuali robot-robot kecil dan poster-poster berbahasa China. Sepertinya produk AI China masih untuk memenuhi kebutuhan domestik, sehingga tidak cukup gencar melakukan marketing. Termasuk penggunaan bahasa dalam poster-posternya, hanya menggunakan bahasa China.

Selalu menarik mempelajari kemajuan China di banyak sektor. Rasanya belum lama mendengar kabar jutaan korban jiwa karena kelaparan di era Revolusi Budaya, Mao Tse-tung. Dan sekarang sudah demikian melesat tinggi dalam kancah ekonomi, teknologi, pariwisata, pertahanan, dll. Berharap melakukan kunjungan lagi ke China untuk melihat lebih banyak lagi perubahan positif disana.

Read Full Post »

Catatan Perjalanan Seoul

Berikut ini adalah catatan perjalanan ke Seoul yang menyenangkan. Berdelapan dengan para sahabat (Penulis/TA, OO/TW, OF/TR, OM/TL) dari lingkungan perumahan yang sama, dalam rangka menghadiri undangan perkawinan putri kawan kami. Dari 18 s/d 23 April 2025.

….

19 Apr 2025

Jam 6.50 pagi, waktu Seoul, pesawat Asiana OZ 762, yang mengangkut kami berenam di dalamnya (penulis/TA, OF/TR, OM/TL), mendarat di bandara Incheon, Korea, untuk memenuhi undangan mas Wahyu menghadiri pesta Perkawinan putri tercintanya, Astrid Rahadjo. OO/TW telah dua hari berada di Seoul lebih dulu.

Mercedes Sprinter Limousine membawa kami berenam ke hotel Pacific, di Myeongdong. Mobil ini akan melayani rombongan kami selama berada di Seoul. Ditemani oleh Leo Siahaan, mahasiswa Indonesia asal Medan, yang sedang kuliah S2, Pendidikan Bahasa Korea di Seoul. Cuaca muram, sejuk dengan gerimis kecil.

Welcome Lunch bagi para tamu undangan dari Indonesia yang akan menghadiri Perkawinan Geonu Bae & Astrid Rahadjo, diadakan di Chaeum Korean Traditional Resto. Dekat sekali dengan hotel Pacific, tempat kami berdelapan, tinggal selama di Seoul. Hanya 5 menit jalan kaki. 

Welcome Lunch

Makan Siang berkelompok, masing-masing 4-5 orang, di depan Meja Bundar beralaskan kain putih bersih. Penuh sajian makanan lezat di atas meja. Menu Korea yang sangat enak dan cocok dengan lidah Indonesia. Tak lupa, Tanda Mata spesial yang indah juga dibagikan mas Wahyu/mbak Ria untuk para undangan. Terimakasih.

Sore hari berlanjut acara santai ke daerah Insadong. Toko besar cinderamata Insa Korea, di jalan Insadong, menjadi sasaran pertama kunjungan. Banyak pernak-pernik buah tangan ditawarkan, seperti ginseng, keramik, sendok-garpu, topi dll.

Insadong

Gerimis kecil masih berlangsung. Di bawah payung, lanjut jalan pelan ke utara, masuk ke Traditional Tea Cafe, Jidaebang, Insadong-gil. Lantai 2. Cukup ramai. 

Teh Jahe dan teh Sitrun banyak peminat di rombongan ini. Selain Coklat panas pesanan TR. Bubur kacang hitam hangat, yang disajikan dalam mangkok kecil, menjadi andalan. Sedap. Tersedia juga cemilan lain seperti mochi, kue beras kering, dll. Enak. Pilihan menu yang tepat saat dingin gerimis.

Tea cafe “Jidaebang”, Insadong

Pulang ke hotel untuk istirahat sejenak. Lanjut makan malam di Myeongdong. Seberang jalan Toegye-ro dari hotel Pacific. Resto Halal Busanjib, Korean BBQ, di Myeongdong 8-gil. Resto penuh pengunjung. Menyajikan menu ramen beef, ayam goreng, dll. Ada pramusaji dari Indo juga. Enak ramen dan telor dadarnya.

….

20 Apr 2025

Sejuk pagi jalan berdua dengan TA ke area belakang hotel Pacific. Ambil foto sedikit. Ada beberapa resto kecil, kios penjual French Toast, juga cafe kopi kecil, d’Asti. Mampir ngopi cappuccino. Hanya tersedia satu meja panjang dan 4 kursi saja. Namun bersih dan order minuman bisa dilakukan melalui layar digital yang terpasang di dinding. Pembayaran pun bisa menggunakan kartu kredit/debit. Namun cash payment juga bisa diterima.

Lanjut menyeberang jalan Toegye-ro, ngopi pagi dan menikmati Pretzel hangat bersama OM/TL di Breadypost Coffee & Pretzel Shop, Myeongdong. Antri untuk masuk. Nikmattt .. Pretzel dan kopinya. 

Pesta perkawinan diselenggarakan outdoor di Sunwoongak Cafe. Old hanok style house. Beralamat di 223 Samyang-ro 173-gil, Ui-dong, Gangbuk-gu, Seoul. Konon dimiliki oleh keluarga Hyundai. Di lingkungan alam perbukitan. Cuaca cerah dan sejuk segar udaranya.

Geonu Bae & Astrid Rahadjo

Suasana bahagia terpancar dari semua pihak yang ada disana. Tenda-tenda menaungi sajian makanan lezat terhampar di banyak meja. Beef, sushi, sashimi, salad dan banyak lagi lainnya, siap dinikmati. Tentu, hanya yang ber “gelang biru” (terdaftar sebagai peserta pesta atau Undangan) bisa menikmatinya. Terimakasih mas Wahyu sekeluarga. atas Undangan dan jamuan makan yang luar biasa memuaskan. Tak lupa juga doa kami haturkan bagi Pengantin berdua, Geonu Bae & Astrid Rahadjo, semoga langgeng bahagia selamanya. Amin.

Pulang dari pesta Perkawinan, lanjut kunjungan ke Gyeongbokgung Palace. Ramai. Pasangan pengunjung berkostum Hanbok berlalu-lalang. Kami pun turut meramaikan dengan berfoto-foto di sekitar istana. Mampir sebentar di toko cenderamata, yang menjual produk eksklusif. Artinya, barang-barang tersebut tidak dijual dimanapun, di luar kawasan istana.

Gyeongbokgung Palace

Ngopi di Cafe De Fessonia, Dongdaemun Design Plaza (gedung pameran). Es Americano menjadi pilihan untuk dinikmati. Ok juga .. Pernah mengunjungi gedung ini saat Pacific Water Conference (2017?).

Mall di seberang jalan, menjadi obyek kunjungan setelahnya. Padat kios dan banyak jenis barang produk Korea. Sepatu, pakaian, topi, kopor, dll. Semuanya ada … Mirip-mirip Thamrin City. Terimakasih OM/TL dengan oleh-oleh kue kering dari beras ‘rengginang’ dan ‘semprong’ enak, yang selalu jadi cemilan dalam mobil.

Dongdaemun Design Plaza

Makan malam setelah sedikit lelah adalah Ayam Ginseng, Tosokchon Samgyetang, Seoul. Antrian panjang hingga keluar resto. Pesan tempat hanya diperbolehkan dua minggu sebelumnya.

Ayam Ginseng Samgyetang

Pernah dikunjungi Presiden Korea. Menu andalan adalah Ayam rebus berkuah panas, dimasak dengan campuran ginseng. Empuk nikmat dan membuat hangat tubuh. Selain itu juga tersedia ayam panggang. Enak juga Pajeon nya. Terimakasih OF/TR, sudah mentraktir kami semua. Kembali bersemangat ..

….

21 Apr 2025

Summer Lane Resto

Sarapan bersama dengan menu western di Summer Lane, Itaewon. Resto sedikit ngumpet, interior minimalis, bersih, indah dan terang. Masakan lezat. Sarapan kali ini, pesan egg benedicts with smoked salmon. Cappuccino nya juga sedapp .. Sangat direkomendasikan untuk dicoba.

Meskipun temperatur sudah mulai memanas 11°C-23°C, konon Sakura masih belum sepenuhnya berguguran di Seoul. Untuk itu, kami coba mengunjungi Cherry Blossom, Gangbyeon Seojae – National Assembly Book & Bakery Café. Sakura mulai gugur di beberapa pohon. Taman berada di lingkungan Assembly. Taman luas dengan pohon Sakura di dalamnya. Kafe kopi ada di puncak bukit kecil, bagus untuk melihat pemandangan sungai Han dan rimbunnya pepohonan mengelilingi rumah bergaya Hanok. Indah sejuk segar.

Cherry Blossom, National Assembly

Lanjut untuk mampir ke toko kecil di lingkungan perumahan, “Tir Tir”. Menyediakan keperluan make up produk Korea yang sudah terkenal. Berlokasi di Jandari-ro 3an-gil, Mapo-gu, Seoul.

Starfield Library COEX, Gangnam. Ini adalah bangunan perpustakaan besar di bagian tengah pada lantai bawah tanah dari COEX Mall. Menjadi obyek kunjungan wisata.

Terbayang seandainya Jakarta tidak lagi membangun pusat-pusat perbelanjaan, melainkan membangunnya di bawah tanah dari gedung-gedung perkantoran di jalan Sudirman – Thamrin, maka ruang hijau kota bisa lebih banyak tersedia.

COEX Library

Makan siang dengan TA di dekat Starfield Library, Resto Korea kecil yang menyajikan ikan Mackerel besar. Enak ..

Jam 4 sore janji ngopi dengan mas Wahyu di Cafe Onion Anguk, Gyedong-gil, Jongno-gu, Seoul. Perlu antri panjang untuk bisa menikmatinya. Suasana rumah tradisional hanok yang dimodernisasi. Bagus dan nyaman. Bagi tamu yang duduk di halaman cafe, banyak burung merpati, bebas menghampiri. Menu andalannya adalah “Paengi”, yaitu roti berbentuk bawang sebesar bola tenis, yang disajikan dengan taburan gula diatasnya. Lezat. Dan kopinya pun nikmat.

Terimakasih mas Wahyu sekeluarga, yang telah mentraktir kami.

Onion Cafe, Anguk

Pulang ke hotel, janjian dengan TL dan TW, untuk mBakso di belakang hotel Pacific. Resto Baso Bejo yang beberapa kali kita lewati di pagi hari, membuat penasaran untuk mencobanya. Masakan Indonesia, dimasak dan disajikan oleh orang-orang Jawa Timur. Menunya adalah Baso Kuah, Mie Ayam Baso, Nasi Goreng, Pecel Lele, Ayam Geprek dll. Tak ketinggalan, juga tersedia sambal botol cap Belibis. Lelenya pun diimpor dari Sidoarjo, Jatim.

Baso Bejo & N (Namsan) Seoul Tower

Pulang mBakso, TA, TL OO/TW menyeberang jalan Toegye-ro melalui terowongan bawah tanah, menuju Myeongdong Night Market (Pasar Malam).

Ngintip kios-kios jajanan. Egg Bread (Gyeranppang), kue ikan berisi kacang merah (Bungeoppang), tteokbokki, chestnut, ubi, jagung, udang bakar, lobster bakar, Toppoki, jus lemon, stroberi, dll.

TA membawa pulang Egg Bread (Gyeranppang). Terimakasih TA. 

Night Market, Myeongdong

….

22 Apr

Jam 7 pagi, jalan ke belakang hotel Pacific, mampir beli French Scramble Egg with Cheese, di kios kecil Isaac Toast. Berlokasi tepat di sebelah d’Asti Cafe. Seharga KRW 4.000 won per bungkusnya. Enak, hangat mengenyangkan. Cukup kalori untuk bekal beraktifitas hari itu.

Mercy Limousine membawa kami bersepuluh, termasuk supir, meluncur menuju Yeoju Premium Outlet. Penuh semangat dan ceria .. Kenapa ya?? Kawasan pertokoan barang mewah yang menjajakan brand ternama dunia. Lelah berkeliling ngintip kiri-kanan, berujung ngopi Cappucino di “Halff Coffee” dalam food court. Suasana sejuk gerimis.

Gangnam Style, COEX

Pesan makan siang ramen dengan udang goreng tepung dari kios Korea. Panas nikmat mengenyangkan.

Masih dalam suasana hujan, kami beralih kunjungan ke Shinsegae Department Store. Ngintip lagi kiri-kanan, lalu ngopi di Brautor Cafe. Pesan Cappuccino, seperti biasa. Sepertinya, kopi Korea terasa enak semua. Terimakasih OF, traktiran kopinya.

Samwon Garden Resto

Makan malam di resto yang indah, “Samwon Garden di Gangnam. Menu utama adalah daging panggang. Tersedia juga menu lainnya seperti daging rebus, bibimbap dll. Lezat sekali dengan pelayanan ramah dan cepat. Terimakasih OO/TW sudah mentraktir kami semua.

….

23 Apr

Seperti kemarin, pagi ini sarapan French Scramble Egg with Cheese, dari kios kecil Isaac Toast.

Jam 10.30 berangkat ke bandara Incheon, Pulang dengan pesawat Asiana OZ 761. Take off 14.50, mendarat di CGK 20.00.

….

Kesan

Menyenangkan rasanya perjalanan berdelapan ini. Penuh canda dimanapun berada, dalam mobil sekalipun. Dan selalu BERSEMANGAT, bahkan saat TR tak sempat tidur dalam perjalanan dan OM pun tetap puasa makan ayam dalam resto Samgyetang

Terimakasih para Ibu yang sudah menyiapkan kebutuhan perjalanan, mulai dari Visa, Tiket, Hotel, Guide, Itinerary, Mobil dll. Sudah bisa bikin Travel Agent sendiri nih …

Terimakasih juga untuk Leo yang sudah menemani kita sejak kedatangan hari pertama di Incheon. Dan aktif menawarkan dan mengatur tempat terbaik untuk dikunjungi, sesuai dengan situasinya. Juga aktif berinisiatif untuk mengambil gambar. Juga, untuk pak Sopir, yang selalu tepat waktu dan membawa kita kemanapun dengan nyaman.

….

Pesan

Namsangol Hanok Village

Perlu datang ulang ke Seoul karena masih banyak obyek wisata dan kuliner yang perlu dinikmati, seperti area Namsangol Hanok Village atau  Ikseon-dong Hanok Village (kawasan yang memadukan rumah Hanok dengan cafe dan kios-kios cendera mata),  Bukchon Hanok Village (perkampungan rumah Hanok dan aktifitas budaya), sungai Cheonggyecheon (sungai dengan lingkungan indah, yang dulunya berada di bawah jalan layang), N (Namsan) Seoul Tower di puncak Gunung Namsan di Seoul Selatan, Lotte World Tower (Menara tertinggi di Seoul) dengan observatorium Seoul Sky, atau ke Busan (pantai selatan) menggunakan Kereta Cepat dan wisata kuliner makanan laut, serta masih banyak lagi lainnya.

Gerbang Istana Gyeongbokgung
Samwon Resto

Read Full Post »

Tulisan ini adalah catatan perjalanan akhir tahun 2023 di UK, 2-18 Des. 2023. Ini perjalanan ke UK yang kedua kalinya setelah Keliling Inggris, Desember 2022. Tujuan utama kali ini adalah menghadiri wisuda anak semata-wayang di Reading University. Program MSc. Financial Risk Management. Mas Adi. Selain itu adalah acara jalan-jalan bertiga ke Cardiff, Birmingham, Liverpool dan London. Untuk mengenal budaya bangsa UK. Satu hal yang kami temui adalah, banyak terlihat mereka yang sudah berusia dewasa-tua di kota-kota di luar London. Dan mereka itu ramah.

2 Des. 2023

B777 ER300 SQ965 19.00 menuju Singapore. Seat 16D san 16F… Landing 21.55.

3 Des. 2023

Heathrow, 3 Des. 2023

SQ306 01.10 menuju London. Landing Heathrow 07.20.

Dijemput anak di Kedatangan Heathrow. Ngopi sebentar di bandara, lanjut naik bus menuju Reading. Lanjut jalan kaki 10 menit menuju hotel Roseate. Hotel yang sama ketika kami berkunjung ke Reading, Desember 2022, tahun yang lalu. Kamar yang sama juga, 312. Cuaca gerimis, suhu 7°C.

Makan siang di resto Marugame, pinggir sungai Oracle. Yang ada juga di beberapa mall di Jakarta. Mie hangat segar. Nikmat sekali rasanya, setelah kedinginan dan diguyur gerimis. Lanjut beli payung di mall karena Reading hujan terus.

4 Des. 2023

Sarapan di hotel Roseate jam 8.30 pagi dengan menu Royal Eggs. Roti bakar, telor ½ matang dan sashimi salmon. Croissant, buah2an dan juice juga tersedia. Tentu teh hangat khas UK pun siap diseruput sbg menu penutup sarapan.

Jam 8 pagi, cahaya matahari mulai muncul. Dan jam 16.00 matahari mulai tenggelam. Langit selalu kelabu di atas UK. Sehari-hari mendung, gerimis dan hujan.

Reading train station

Jam 9.45 kita bertiga jalan ke stasiun kereta Reading. Berbekal satu koper kecil. Menuju Cardiff menggunakan kereta Great Western Railway (GWR). Seperti biasa, kereta di UK selalu bersih, nyaman. Toilet besar, bersih dan kering. Perjalanan kereta Reading – Cardiff ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Menginap satu malam di hotel Marriott. Hanya 10 menit jalan kaki ke hotel yang berada di pusat kota Cardiff. Hujan. Untung sudah sedia payung.

Siang itu, kami makan di Nando’s Cardiff – Old Brewery Quarter. Resto ayam bakar. Waralaba dari Portugal. Pedas asam. Lumayan bisa dicerna, menurut lidahku. Maklum, pecinta pecel yang susah ke lain hati.

Lanjut jalan ke stadion Wales Rugby Union (WRU) yang dikenal dengan nama Principality Stadium. Ambil foto. Mampir belanja cenderamata, tshirt WRU.

5 Des 2023

Jam 7.00 di luar hotel masih gelap. Akhirnya, keluar kamar, sarapan di hotel jam 9.00. Telur orak-arik, selembar roti, buah dan jus jeruk, menjadi menu utama. Lanjut check-out dan titip koper di hotel. 

Taksi mengantar kami bertiga ke Cardiff Bay. Melihat Pierhead Building. Dibangun tahun 1897. Untuk digunakan sebagai kantor pusat Cardiff Railway Company. Saat ini dipergunakan sebagai gedung pameran.

Banyak cafe dan resto di area ini. Kami sempat ngopi di salah satu cafe ini. Cuaca cerah dan dingin.

Castle apartment

Tidak ditemukan pangkalan taksi di area Cardiff Bay. Uber online menyelamatkan kami. Tujuan Cardiff Castle di pusat kota.

Setelah membeli tiket, kami masuk ke Castle Apartments. Ada dua lantai di dalamnya. Dibangun pertama kali tahun 1865 oleh arsitek William Burges di jaman Marquess of Bute ke-3. Tak lama kemudian, dibangun Clock Tower di dekatnya. Tahun 1874, perpustakaan Georgian diruntuhkan oleh Burges. Kemudian di tahun 1927, Marquess of Bute ke-4 membangun Entrance Hall di castle ini.

Setelah mampir di toko cenderamata, lanjut makan siang di resto Spanyol, Santiago’s Tapas. Menu seafood menjadi pilihan. Nasi campur udang, cumi dan kerang di atas hotplate. Rasa asam pedas, hqngat. Cocok untuk perut lapar yang sedang kedinginan.

View dari Marriott, Cardiff

Balik ke hotel. Ambil koper dan langsung jalan ke stasiun kereta. Great Western Railway (GWR), tujuan Reading.

Penumpang ramai karena kereta kami yang seharusnya berangkat 16.50 batal jalan dan digabung dengan kereta jam 16.18. Dua kereta digabung menjadi satu. Lazim terjadi ternyata. Banyak penumpang berdiri dan duduk di lantai. Hanya kami berdua dapat kursi. Anak kami tercinta terpaksa berdiri. Untung cuma bawa satu koper kecil. Jadi trauma bepergian dengan kereta membawa banyak koper.

Alhamdulillah bisa keluar kereta dengan selamat. Penuh sesak..

Penting buat siapapun yang traveling menggunakan kereta di UK, supaya hanya membawa koper kecil dan tidak lebih dari satu koper per orang. Tidak jarang, jadwal kereta dibatalkan dan digabung dengan kereta sebelum atau sesudahnya. Berdesakan. Walaupun Executive Class.

Jalan kaki menuju hotel, mampir di resto cepat-saji Wendy, membeli burger untuk makan malam.

6 Des. 2023

Rutin sarapan di hotel. Salmon sashimi menjadi kegemaran. Plus telur ½ matang.

Lanjut jalan-jalan di pertokoan Reading. Mampir toko buku. Dan makan siang di resto Jepang, Osaka.

Balik hotel. Jam 16.00, cuaca UK sudah gelap.

7 Des. 2023

Jam 9.15, setelah sarapan di hotel Roseate, kami bertiga jalan kaki ke kampus University of Reading, untuk acara wisuda mas Adi. Alhamdulillah, dia sudah menyelesaikan pendidikan program MSc. Financial Risk Management.

Acara wisuda berlangsung dalam gedung, berarsitektur mirip kapel gereja. Bagian ujung depan adalah alat musik akustik organ tua, dengan pemainnya yang berjubah dan duduk membelakangi para tamu. Memainkan lagu-lagu bernuansa klasik, kusyuk. Kursi tertata rapi berjarak di atas panggung, untuk rektor dan para guru besar. Menghadap para tamu dari kerabat para wisudawan di lantai dasar. Serasa dalam alam Harry Potter.

Acara tak lebih dari 1 jam. Membahagiakan. Ternyata mas Adi serius menyelesaikan pendidikan yang dipilihnya sendiri. Alhamdulillah. Bapak Ibumu bangga. Luv you nak.

Setelah wisuda

8 Des. 2023

Tak ada acara khusus hari ini. Ngopi saja bertiga di waralaba cafe kopi yang mendunia, Starbuck. Di area pusat perbelanjaan Reading. Aneh, hari kantor jam 10an pagi, ramai sekali cafe kopi tersebut. Bahkan cafe sebelah pun, Costa, ramai juga. Banyak juga yang terlihat bekerja dengan laptopnya di meja cafe. Sepertinya berkah pandemi Covid, kerja daring.

Lanjut makan siang di seberang jalan cafe tadi. Resto Korea, dengan pramusaji pemuda dari Timor Leste. Ramah dan fasih berbahasa Indonesia. Istri dari Purwokerto, Jateng.

9 Des. 2023

Birmingham

Tepat jam 9 pagi, checkout dari hotel Roseate. Jalan kaki bertiga menggandeng 3 koper, ke stasiun kereta Reading. Menggunakan kereta Cross Country, Reading – Manchester. Satu koper besar tidak mendapat tempat bagasi. Diamankan oleh petugas kereta. Turun di Birmingham, setelah 1,5 jam perjalanan. Penuh sesak. Banyak penumpang berdiri di lorong gerbong. Tidak nyaman. Sedikit repot saat menurunkan dua bagasi dari atas tempat duduk dan membawanya turun dari kereta.

Rencana perjalanan dengan kereta menuju Liverpool untuk keesokan harinya, kami batalkan. Ganti menggunakan mobil, Uber. Berhubung diperkirakan akan repot dengan membawa 3 koper di Kelas Regular (4 tempat duduk per baris). Karena, kereta yang mengangkut penumpang dari Birmingham, biasanya sudah penuh dari kota sebelumnya. 

Hotel Radisson hanya berjarak 8 menit jalan kaki dari stasiun kereta. Gerimis, 7°C. Makan siang di resto Jepang.

Lanjut jalan untuk melihat arsitektur gedung tua Town Hall. Ternyata plaza sebelahnya sedang ada Pasar Natal, yang banyak menjual makanan. Semua nama kiosnya berbahasa Jerman.

10 Des. 2023

Ngopi di cafe kecil, menunggu waktu berangkat ke Liverpool. 

Jam 13.27 mobil Uber datang, Mazda. Cukup lega utk bertiga + driver, dengan 3 koper.

Jam 15an mobil sampai di Posh Pads apart-hotel. Gerimis menyambut. Satu unit apartemen dengan 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, ruang tamu, meja makan, dapur dan mesin cuci. Lega dan nyaman. Lokasi hotel dekat dengan pusat pertokoan.

Malam gerimis itu, kami bertiga makan di resto steik seberang hotel, “Bem Brasil”. Unik penyajiannya dan enak rasanya. Puas.

11 Des. 2023

Acara di Liverpool hari ini adalah mengunjungi The Beatles dan Tentu saja Liverpool FC.

Ada tiga lokasi yang kami kunjungi, berhubungan dengan The Beatles, yaitu: 

  1. Patung perunggu The Beatles. Dibuat oleh Andy Edwards. Berlokasi di The Beatles Statue. Ambil foto kenangan.
  2. The Beatles Story Exhibition/Museum. Masih di sekitar lokasi Patung The Beatles. Disini adalah museum The Beatles. Disediakan headphone yang menjelaskan tentang peristiwa sesuai foto, barang atau memorabilia dalam ruang-ruang pameran. Foto, pakaian pentas, alat musik, bahkan kursi penonton pun juga ada di museum ini. Musik Beatles selalu mengiringi selama perjalanan dalam museum ini. Cenderamata Beatles juga dijual disini. Berlokasi di Britannia Vaults, Royal Albert Dock, Liverpool L3 4AD, United Kingdom. Tak lupa kami sempat makan di resto Thailand di area ini. Nikmat.
  3. Liverpool Beatles Museum. Berlokasi di 23 Mathew St, Liverpool L2 6RE, United Kingdom. Bangunan rumah 3 lantai yang dijadikan museum. Banyak juga memorabilia The Beatles disajikan. Cinderamata juga bisa dibeli disini.

The Beatles memang melegenda. Lagu-lagunya pun mulai terngiang-ngiang lagi.

Kembali ke hotel, lewat pertokoan. Mampir ke toko resmi Everton FC. Sempat beli jerseynya.

12 Des. 2023

Menggunakan taksi, meluncur ke stadion Everton FC. Hanya untuk ambil foto di depan stadion. Gerimis.

Lanjut jalan kaki melewati taman luas, menuju stadion Liverpool FC.

Meskipun sudah tua usia klub bola ini, namun stadion terlihat berdesain modern. Sepertinya bangunan baru. Beli tiket bertiga untuk keliling museum dan menikmati duduk di bangku stadion, yang selama ini hanya bisa melihatnya dari televisi dalam siaran Premier League. 

Setelah puas menikmati stadion dan belanja cenderamata Liverpool FC kebanggan Ibu, kami bertaksi menuju Royal Albert Dock. Lokasi perkantoran dan resto, untuk makan siang. Catalonian Resto menjadi pilihan, Lunyalita. Pelayanan bagus, ramah dan enak makanannya.

13 Des. 2023

Lion King di Lyceum Theatre

Dari stasiun di Liverpool, kami menikmati kereta menuju London. Kereta cukup nyaman, walaupun penuh penumpang.

Sampai di London, gunakan taksi menuju hotel di sekitar Trafalgar Square.

Trafalgar dan sekitarnya ramai sekali pejalan kaki. Di Leicester Square sedang ada bazar makanan Natal. Ramai. Makan di KFC.

Malam hari, kami menonton Lion King di gedung Lyceum Theatre. Penuh penonton. Kerenn polll. Banyak sekali gedung teater di London. 

14 Des. 2023

Fruit dish, Bottle and Violin, 1914
Pablo Picasso

Pagi jam 10, setelah sarapan di hotel. Kami masuk National Gallery di dekat hotel. Gedung galeri besar sekali. Ribuan lukisan klasik ada disana. Tak sampai setengah jumlah lukisan terpajang, teler sudah.

Makan siang di resto Indonesia “Toba”, beralamat di 1a St James’s Mkt, St. James’s, London SW1Y 4AH, United Kingdom. Pramusaji bisa berbahasa Indonesia. Berbagai masakan, betul rasa Indonesia, sesuai menunya. Sangat recommended bagi siapapun yang rindu masakan Indonesia di London. Bila rombongan, disarankan untuk booking lebih dulu, karena tempatnya kecil dan laris manis, sehingga mudah penuh. 

Malam hari batal nonton teater Matilda, karena rasa capai sekali. Makan malam di resto Itali dekat hotel.

15 Des. 2023

Area aptm mas adi

Naik subway dari stasiun Piccadilly, menuju Reading. Dari stasiun Reading, berjalan kaki menuju apartemen mas Adi. Hanya 15 menit saja. 

Penduduk London biasa menyebut subway train dengan Tube.

Nonton film Wonka. Di gedung cinema Odeon Luxe, Leicester Square. XXI di Jakarta lebih nyaman. Baru tahu bahwa satu porsi popcorn di cinema London itu porsinya cukup untuk berdua.. Saya dan istri order masing-masing 1 porsi popcorn. Sangat puas … mau muntah. 🙂 

16 Des. 2023

Buckingham Palace

Hari ini ambil gambar istana Buckingham dari dekat. Desember tahun lalu (2022) gagal mendekatinya karena sudah lelah.

Malam jam 21an, bertemu pakde Agus sekeluarga di apartemennya. Mereka baru saja landing dari New York. Tak jauh dari hotel kami. Cukup 10 menit jalan kaki.

Dgn pakde Agus sklg di London

17 Des. 2023

Jam 7.00 checkout dari hotel Radisson Blu, Edwardian. Taxi membawa kita bertiga ke bandara Heathrow, Terminal 2. 

Penerbangan ke Jakarta, berangkat dari, Bandara Heathrow, Terminal 2, London (LHR). Transit di Singapore. 

“Sampai ketemu lagi nak. Jaga kesehatan, sukses dan happy selalu. Amin”.

London-Singapore 

SQ317 10.50 LHR Gate 42, A380-800, D14-F14

18 Des. 2023

Jam 13an landing di CGK. Alhamdulillah

Beatles di Liverpool Beatles Museum
London
National Gallery
Liverpool stadium
Liverpool stadium
Goreng Donut di Trafalgar

Read Full Post »

Berikut ini adalah catatan perjalanan akhir tahun 2022. Barangkali bisa menjadi info yang bermanfaat bagi sahabat semua bila akan melakukan kunjungan ke tempat yang sama.

Perlu diketahui bahwa Visa inggris dijadwalkan oleh Kedubes Inggris akan selesai dalam 7 minggu untuk berlaku selama 6 bulan. Ternyata, 5 minggu sudah jadi itu visa.

Dua hal penting yang ingin kami kunjungi adalah tentang sepakbola dan situs budaya. Lebih penting dari keduanya adalah mengunjungi anak yang sedang libur kuliah. Kota-kota yang kami kunjungi berturut-turut adalah London – Reading – Manchester – Edinburgh (Scotland), melalui wilayah barat. Dan melalui wilayah timur, kembali dari Edinburgh – York – London. Transportasi antar kota yang dipergunakan adalah keretaapi. Kecuali London – Reading, menggunakan bus.

Hari ke-1, Jakarta – Istanbul

Minggu di bulan Desember 2022 penerbangan menuju Heathrow, London dimulai. Paket telkomsel roaming untuk London selama 40 hari mulai aktif jam 02.00 keesokan harinya

Pukul 21.40wib, bandara Soetta Terminal 3, Boeing 777-300 Turkish Airlines TK57. Takeoff. Seat 2J dan 2K.

Makanan dihidangkan dua kali. Dinner dihidangkan setelah kursi dan bantal dipasangkan sarungnya oleh mas pramugara. Dipersiapkan untuk tidur malam. Enak makanannya.

Waktu Turkiye 4 jam lebih lambat.

Hari ke-2, Istanbul – London – Reading

Pukul 5.20 (9.20WIB) pesawat mendarat di bandara Istanbul. Penerbangan Turkish Airlines TK57 mendarat lebih cepat dari rencana 5.55. Hampir 12 jam penerbangan.

Lounge Turkish Airlines di bandara Istanbul luas dan lega. Ramai namun tetap cukup kursi untuk semua penampangnya. Makanan banyak dan bermacam-macam menu. Teh Turki panas dan pekat, dengan gelas kecilnya menjadi target utama. Kenangan saat berkunjung ke Turki, 2018. (?).

8.55 Istanbul Airport. Turkish Airlines TK1979 takeoff menuju Heathrow, London. Pesawat Airbus A330-300. Seat 2A dan 2B. Kabin kecil. Satu baris berisi 6 kursi, 2-2-2. Sementara Boeing 777-300 Jakarta-Istanbul di flight sebelumnya TK57, satu baris berisi 7 kursi, 2-3-2.

9.55 TK1979 mendarat di Heathrow, London. Terminal 2. Istanbul – London membutuhkan 4 jam penerbangan. Cukup jauh jalan dari pesawat ke layanan imigrasi. Mungkin sejauh jarak Gate 25 di Terminal 3, Soetta ke tempat ambil bagasi. 

Bus Heathrow-Reading. Di Stasiun KA, Reading

Proses imigrasi lancar. Petugasnya ramah. Kebetulan bandara Terminal 2 tidak ramai. Hanya 1 belt conveyor yang aktif, membawa bagasi kami. Anak semata wayang sudah menunggu di depan pintu kedatangan internasional di Terminal 2, Heathrow, London. Pertemuan sangat membahagiakan.

Tak lama jalan bertiga, sampailah kami di stasiun bus Heathrow. Bus bagus tertata rapi dengan informasi jurusan masing-masing. Tiket bus bisa dipesan online. Tidak ada antrian untuk jurusan Reading. Sampai di Reading satu jam kemudian. Hanya ada 5 penumpang di dalamnya, tapi bus tetap jalan selalu sesuai skedul. Bus route Reading – Heathrow ini tersedia setiap 30 menit. Entah bagaimana proses bisnisnya. Mungkin masuk kategori layanan publik.

Bus berhenti di Stasiun Kereta Reading. Sejuk terasa saat berjalan kaki menuju hotel. Temperatur 1°C. Jalan kaki 10 menit bertiga, sampailah kami di hotel Roseate. Tempat kami menginap selama di Reading. Hotel kecil, rapi, bagus dan ramah layanannya. Lokasi berada di seberang Reading Abbey Ruins. Situs purbakala peninggalan jaman Raja Henry I.

Hotel The Roseate, Reading

Jam 4 sore matahari mulai tenggelam. Serasa magrib. Dan jam 8 pagi, langit baru mulai terang. Desember memang matahari berada di ujung perputarannya pada 23,5° Lintang Selatan. Jarak terjauh dari Inggris, sehingga sinarnya pun tak sampai 12 jam setiap harinya.

Makan siang di resto Yunani, The Real Greek. Lokasi berada di seberang Oracle River Side. Banyak resto waralaba global di area ini. 

Hari ke-3, Reading

Lingkungan Reading University

Sarapan di hotel Roseate, pesan Royal Benedict, yang isinya  dua roti panggang, masing-masing ditumpuk dengan salmon, telur rebus setengah matang dan saos rasa asin asam. Dan teh kental panas penghangat badan. 

Dengan bus kota, menuju apartemen anak di lingkungan kampus Reading University. Lanjut jalan-jalan sekitar kampus Henley Business School, tempat kuliah S2 anak. Sempat ngopi di Starbucks. Luas, tenang, hijau berarsitektur modern. Kereenn .. Alhamdulillah

Makan siang di resto waralaba Nandos, pinggir sungai Kennet, dekat gedung Oracle. Ayam panggang berasa asam, asin, pedas. Disajikan dengan jagung bakar manis. Menu masakan Portugal. Enak

Buku “Being You”, karya Anil Seth menjadi buku pertama yang kubeli dari toko buku Waterstone di Broad st., Reading. Sebagai kenangan, namun juga bagus isinya.

Hari ke-4, Reading

Suhu udara -1°C. Sarapan di resto hotel Roseate. Ambil salmon, semangka dan nanas. Minum jus jeruk dan teh panas tawar.

Reading Abbey Ruins

Keluar hotel mampir di Reading Abbey Ruins, depan hotel. Situs puing-puing sisa bangunan 900 tahun yang lalu, jaman raja Henry I. Lanjut dengan bus kota double decker menuju stadion Reading Football Club untuk mencari pernak-perniknya. Beberapa jersey Reading FC masuk dalam daftar belanja.

Hari ke-5, Reading – Manchester

Suhu udara Reading terbaca -7°C. Errgghhh … Sarapan, tetap dengan menu Royal Benedict. Lanjut jalan ber 3 menuju stasiun kereta Reading. Kereta “Cross Country Trains” berada di platform 8A. Sedikit ditunda pemberangkatan kereta menuju Manchester karena gangguan teknis. Kereta nyaman, bersih dan tanpa goncangan. Tiga kursi di setiap barisnya, dan total ada 20 kursi. Kami bertiga di Coach A, kursi 4A, 5A dan 8A. Sedikit kritik, ruang bagasi di atas kursi tidak muat untuk koper kabin. Dan ruang untuk bagasi koper besar di sebelah pintu gerbong, hanya muat  5 kopor besar. Terpaksa, simpan kopor besar di bawah kursi .. kaki terganggu.

Dari Reading, route kereta melewati beberapa kota ini: Leamington – Coventry –  Birmingham – Wolverhamton – Stafford – Stoke on Trent – Macclesfield – Stockport. Dan sampai di stasiun Manchester pukul 15.00. 

Jalan 10 menit dari stasiun kereta, sampailah di Staycity aparthotel. Desain minimalis, bersih. Satu flat tersedia 2 kamar tidur di dalamnya, masing2 tersedia satu tempat tidur king size. Ruang makan/sofa berada satu ruangan dengan mesin cuci dan dapur kering. Sempurna.

Simpan barang di kamar 410, lalu keluar untuk cari makan. Sekitar hotel banyak cafe dan resto. Kami menemukan resto Asia berlabel halal, “RICE resto”. Menyajikan masakan indonesia (nasi goreng), Jepang, Thai, China. Lanjut belanja cemilan. Kembali ke hotel.

Hari ke-6, Manchester

Tujuan hari ini adalah kunjungan ke Manchester United FC. Ini adalah bagian dari misi prioritas ke Inggris. Selain mengunjungi anak dan melawat ke Edinberg.r

Tram tujuan Pomona menjadi pilihan transportasi untuk membawa kami ke Old Trafford. Markas Manu FC. Kebetulan stasiun tram hanya 5 menit jalan kaki dari hotel tempat kami tinggal. Dari shelter Pomona, masih perlu jalan kaki kira-kira 15 menit untuk sampai di stadion Manu FC.

Gedung tinggi besar bertingkat 12, berwarna hijau  bertuliskan “Manchester United” terpampang merah jelas di atasnya. Terlihat mencolok di lingkungannya, gagah megah. Membanggakan, bagi mereka yang terlibat di dalamnya, maupun para pendukungnya yang tersebar di berbagai belahan dunia. 

Di depan gedung, berdiri patung 3 pemain besar Manu FC, yaitu George Best, Denis Law dan Sir Bobby Charlton. Mereka bersama berhasil membawa piala Liga Champion 1968 untuk pertama kalinya bagi MANU FC. Mereka bertiga tersohor dengan sebutan The United Trinity.

Tiket £35 per orang membawa kami dalam tour ke dalam museum dan berbagai lokasi kegiatan persepakbolaan MANU. Dan yang utama tentunya merasakan duduk di kursi penonton stadion Old Trafford. Guide senior menemani kami melihat museum, yang di dalamnya terpajang piala-piala kemenangan MANU, foto/poster para pemainnya sejak tahun baheula hingga era Fernandez. Kamar ganti kostum, kamar mandi, kamar cek doping, ruang konferensi pers dan terakhir para wisatawan sempat dipimpin oleh Guide untuk memperagakan berbaris memasuki stadion pertandingan. Seolah siap bertanding. Industri olahraga sepakbola yang mengagumkan. Luarbiasa.

Acara terakhir di stadion adalah makan siang di cafe MANU, lantai 3. Lanjut belanja pesanan kerabat di toko cenderamata MANU. 

Hari ke-7, Manchester

Masih tentang bola, kunjungan kami kali ini adalah National Football Museum. Museum ini banyak menyimpan dan memajang foto, video dan barang-barang persepakbolaan Inggris, seperti piala, kostum, sepatu dan bola yang dipergunakan para pemain sepakbola Inggris, sejak akhir abad 19. Menarik untuk bisa merasakan suasana gegap-gempita fanatisme para pendukung sepakbola, melalui video layar besar. Meskipun belum berwarna, alias hitam-putih.

Manchester City FC sebagai rekan sekaligus kompetitor satu kota dari Manchester United FC, menjadi target selanjutnya kunjungan utama hari ini.  Stadion MC sangat mudah dijangkau menggunakan tram. Stasiun tram berada dalam lingkungan stadion. Beberapa cenderamata pesanan kerabat, masuk dalam kantong plastik kami, berlogo Manchester City.

Hari ke-8, Manchester – Edinburgh

Scott Monument (Foto: ASK)

Kereta Traspennine Express siap membawa kami bertiga ke Edinburgh. Berangkat direncanakan pukul 10.26 GMT dari stasiun kereta Mancester Piccadilly. Tiket menunjukkan tempat duduk kami di Ciach E,  kursi 9, 10 dan 11. 

Route kereta melewati kota-kota berikut ini: Preston – Lancaster – Ocenholme – Penrith – Carlisle – Lockerbie – Edinburgh.

Kincir angin sebagai pembangkit listrik, banyak terlihat beroperasi di perbukitan, sebelum masuk kota Edinburgh.

Sepanjang perjalanan terlihat daratan, mobil dan atap rumah memutih oleh salju. Serta pepohonan yang meranggas. Suhu udara 1°C.

Sampai di stasiun Edinburgh sekitar pukul 13.40. Jarak dari stasiun ke hotel sebetulnya dekat, namun karena sedang ada pembangunan infrastruktur maka akses menuju hotel ditutup. Sehingga harus jalan sedikit lebih jauh untuk sampai di hotel.

Royal Mile (Foto: ASK)

Jam 19.00, setelah menonton final FIFA World Cup Argentina vs Perancis, yang dimenangkan Argentina melalui adu penalti,  menyempatkan diri keluar hotel Scott Monument.

Monumen ini dibangun oleh arsitek Kemp tahun 1844 sebagai penghargaan untuk Sir Walter Scott, sastrawan puisi, novelis, sejarawan, biographer, yang meninggal tahun 1832 (61 tahun). Ketinggian menara ini adalah 61 meter. Sayang sekali  menara gothic bersejarah yang indah ini berada dalam lingkungan yang ‘rusuh’, tak tertata apik. Arena bermain atau pasar malam. Sulit untuk dapat fokus mengambil gambarnya. Akan jauh berbeda bila monumen ini berada dalam lingkungan taman, sehingga fokus hanya padanya.

Di waktu malam, bila kita menghadap selatan ke atas bukit, dari Scott Monument, akan terlihat bangunan kubah dengan terang lampu warna-warni, yaitu Museum on the Mound. Indah.

Hari ke-9, Edinburgh

Edinburgh Castle di puncak bukit

Acara hari ini ke Grass Market via Royal Mile. Grass Market sebetulnya adalah “pasar kaget” yang hanya buka dihari Sabtu dan Minggu. Selain itu, area Grass Market ini juga banyak toko cinderamata dan cafe, dengan harga relatif murah. Yang juga menarik, disini ada spot foto bagus ke Edinburgh Castle di puncak bukit.  

Jalan Royal Mile masuk dalam area Old Town. Berbahan dasar batu hitam, mengkilat halus, bersih. Menakjubkan. Ini area wisata yang wajib dikunjungi, selain Edinburgh Castle dan Scott Monument. 

Di area ini banyak bangunan lawas berdinding batu tebal berwarna abu-abu gelap atau coklat, berarsitektur era raja-raja Scotland, dari masa  berabad-abad yang lalu. Juga banyak patung tembaga (?) berwarna hijau. Kecuali patung Sir Walter Scott berwarna putih, di dalam monumen Scott di jalan Prince st.

Cafe dan toko cinderamata juga banyak di Royal Mile. Yang paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Museum Harry Potter. Disini dijual banyak barang yang berhubungan dengan buku/film Harry Potter. Perlu dikunjungi.

Edinburgh adalah kota kecil, dan semua obyek wisata yang menarik, bisa dikunjungi dengan jalan kaki. Dari hotel Hilton, rata-rata hanya membutuhkan 10-15 menit saja. Atau, visa dicapai dengan menggunakan bus wisata keliling kota., “hop on, hop off“.

Edinburgh ini mungkin bisa disamakan dengan Yogya. Wisata budaya menjadi andalan. Bedanya, bangunan di Edinburgh terasa sekali nuansa zaman kerajaan. Gedung-gedung tua masih terawat dan berfungsi dengan baik. Gereja, gedung parlemen, museum dan gedung-gedung lainnya terlihat dalam desain sejenis. Berdinding batu keras warna coklat gelap, berpintu besar dan beratap tinggi. Lega rasanya. Bahkan hotel-hotel baru pun banyak yang berarsitektur sebelum abad 20.

Hari ke-10, Edinburgh

Tujuan pertama pagi ini ke National Museums Scotland, di Chamber st. Museum besar, 5 lantai. Memajang artefak fosil binatang purba, hingga teknologi robotik. Budaya Eskimo dengan kereta salju dan kostum kesehariannya, hingga keahlian masyarakat Aborigin, Australia membuat patung. Menarik.

Palace of Holyroodhouse (foto: ASK)

Lanjut ke Camera Obscura, tapi sold out. Batal. Jalan naik sedikit sampailah kami di pelataran Edinburgh Castle. Sama, gak bisa masuk. Sold Out. Ramai sekali wisatawan. Setidaknya bisa sampai di tujuan utama wisata budaya Edinburgh, yaitu Edinburgh Castle.

Perjalanan dilanjutkan menuju Palace of Holyroodhouse. Istana yang luas, di pinggir kota dan terlihat megah kokoh berdiri ini, dikelilingi oleh pagar jeruji besi tinggi. Sayang sekali, banyak hal bersejarah ingin dilihat di dalamnya, namun istana hari itu ditutup dan hanya bisa melihatnya dari luar pagar. Lingkungan taman hijau sangat terawat. Yang tersohor menghuni istana ini adalah Ratu Mary, yang hidup pada tahun 1561-1567. 

Sudah jam 3 sore, lanjut angkat kaki menuju National Monument of Scotland. Dibutuhkan 30 menit jalan kaki, mendaki. Berada di puncak dataran tinggi Calton Hill, dan sudah tersedia tangga permanen untuk mendakinya. Desain monumen terinspirasi puing Parthenon di Athena, Yunani. Didesain tahun 1823-6 oleh Charles Robert Cockerell and William Henry Playfair.

National Monument of Scotland (foto: ASK)

Alhamdulillah, setidaknya beberapa obyek utama dari obyek-obyek wisata budaya yang ada di Edinburgh sempat dikunjungi, yaitu: 

Scott Monument,

Royal Mile dan Grass Market

St Giles’ Cathedral

National Museums Scotland

Palace of Holyroodhouse dan 

National Monument of Scotland

Semua obyek wisata tersebut telah dikunjungi dengan jalan-kaki, karena lokasinya memang tidak cukup jauh. Dari hotel Hilton, masing-masing objek tersebut bisa dicapai kurang dari 20 menit. Dengan suhu udara tidak lebih dari 8°C, cukup untuk menghangatkan tubuh. Masih banyak objek wisata yang masih bisa dinikmati di Edinburgh. Sampai jumpa lagi Edinburgh. Semoga diberi kesempatan lagi olehNya. Amin. 

Hari ke-11, Edinburgh – York

Kereta London North Eastern, Coach K, seat 28, siap membawa kami ke kota York pada pukul 11.00 dari stasiun kereta Edinburgh. Kereta bagus dan bersih. Ruang bagasi, kecil. Namun rak bagasi diatas kursi penumpang, cukup lega untuk menyimpan kopor kabin. Untungnya, ini kereta memang awal berangkatnya dari Edinburgh, sehingga ruang bagasi masih cukup lega untuk menyimpan barang. 

KA London North Eastern

Setelah 40 menit kereta jalan, sebelah kanan rangkaian kereta adalah lautan North Sea. Masih musim dingin, tapi salju sudah meleleh. Suhu 5°C.

Mendekati kota Morpeth, di sebelah kiri terlihat ladang rumput luas dengan beberapa kincir angin pembangkit listrik berwarna putih. Kontras. Indah

Pukul 13.30 kereta memasuki stasiun York. Jalan tak sampai 10 menit, sampailah kami di hotel Grand York. Eksterior hotel seperti lazimnya gedung lama berdinding batu bata merah tebal dengan satu pintu masuk kecil. Kokoh bersih. Interior hotel berkesan antik, dengan meja receptionist kecil, menghadap pintu masuk. Ada lagi ruang receptionist yang lebih lapang di bagian dalam. Interior kamar terkesan mewah dan luas dengan plafon kamar tinggi (6 m?) Dan jendela lengkung besar, layaknya gedung era kolonial. Kerennn ..

Sore itu kami sempat makan di resto China, di sekitar hotel. Menu nasi goreng ikan asin dan bihun seafood menjadi pilihan kami. Enak mengenyangkan.

Lanjut kami jalan ke jalan Shambles, area pertokoan berjalan sempit. Ramai sekali pengunjung. Salah satu toko yang ramai dikunjungi wisatawan adalah “The Shop That Must Not Be Named”. Itu adalah toko yang menjual atribut-atribut Harry Potter. Laris sekali. 

Di area tersebut juga ada toko pembuat sekaligus penjual Coklat, “Chocolate Story”. Banyak kreasi Coklat nikmat dijual disini. Bungkus beberapa.

Hari ke-12, York

York Minster di belakang

Setelah sarapan pagi yang menyimpan banyak kalori, kami berangkat jalan-jalan menuju York Castle Museum, melewati York Minster. Gereja katedral Katolik Roma. Merupakan salah satu katedral Gothik terbesar di Eropa Utara, setelah Katedral Köln. Pembangunan gedung yang ada saat ini dimulai sekitar tahun 1230 dan diselesaikan pada tahun 1472.

Sambil terus jalan kaki dibawah hujan gerimis, sampailah kami di York Castle Museum. Berbayar. Selain berisi sejarah Inggris, ada juga area bermain anak-anak. Tidak besar museum ini dan rasanya tidak cukup “serius” barang-barang bersejarah di dalamnya, bila dibandingkan dengan National Museum di Edinburgh. Barang peninggalan Perang Dunia I banyak disajikan dalam museum ini.

Hari ke-13, York – London

Kereta London North Eastern, Coach L bertempat duduk di no. 41, 42 dan 43 membawa kami menuju London King Cross. Berangkat 10.58 dan sampai di tujuan 12.49. Dua jam perjalanan. Taksi membawa kami ke London Marriott Hotel, County Hall. Hanya beberapa meter dari Westminster Bridge. Kamar Suit 320 cukup lega untuk kami bertiga. Tersedia dua tempat tidur berukuran Queen dan satu bed sofa. Kamar menghadap sungai Thame dan London Eye tepat berada di depan jendela kamar. 

Big Ben dan Westminster Hall. Dari Westminster Bridge

Ditemani keponakan yang sudah seperti anak sendiri dan sedang kuliah art entrepreneurship di London, Dira, kami berempat jalan ke The Westminster Shop. Toko yang berada persis di di sebelah gereja gothic Westminster Abbey ini, menjual banyak cindera-mata. 

Sebelum waktu makan malam di resto The Grill, yang lokasinya berada di dalam mall Harrods, kami berjalan-jalan keliling dalam mall. Saat makan malam, bergabung juga pacar dari keponakan kami, Arik. Yang sedang kuliah hukum S2 di London. Makan malam menyenangkan bersama anak-anak muda.

Hari ke-14, London

Sarapan pagi di hotel dengan cara memilih paket menu yang ditawarkan oleh restonya. Tidak ada pilihan buffet style seperti lazimnya sarapan di hotel. Roti bakar, smoked salmon dan fresh fruits yoghurt, jadi pilihan pesanan. Kenyang.

Lanjut gunakan taksi bertiga ke Emirates Stadium, milik Arsenal. Berfotoria di depan stadion dan sedikit belanja cinderamata untuk oleh-oleh.

Di depan Buckingham Palace

Menggunakan taksi, lanjut kunjungan ke Notting Hill, untuk melihat lokasi pembuatan film “Notting Hill”, yang dibintangi oleh Hugh Grant dan Julia Roberts, di tahun 1999. Film romans ringan yang enak ditonton. Ada dua lokasi shooting, yaitu toko buku milik William Thacker (Hugh Grant) di jalan Blenheim Cres dan apartemen kecil, tempat tinggal Thacker, the Blue Door di jalan B412.

Dengan menggunakan tram, kami menuju Buckingham Palace. Turun di Piccadilly. Jalan kaki sambil window shopping. Berfotoria di Buckingham Palace. Lanjut jalan kaki menuju Trafalgar. Ramai sekali. Banyak kedai kue donut berjajar di pinggir plaza Trafalgar. Cukup nikmat di udara dingin. Jam 16.00 matahari mulai tenggelam. Lebih dari 10.000 langkah kami berjalan kaki hari itu. Sehat pegal. Puas

Hari ke-15, London

Tepat di hari Natal ini, acara kami adalah mencari resto Indonesia. Tidak ada target kunjungan wisata. Selain hanya ingin mengulang foto di depan jalan Downing Street. Ada tiga resto Indonesia ditemukan di Google, yaitu Rasa Sayang (Malaysia), Nusa Dua dan Bali Bali. Nusa Dua menjadi pilihan. Sepanjang jalan menuju area Pecinan, semua pertokoan dan resto tutup. Untung, jam 11.00 resto Nusa Dua sudah buka, dan masih sepi. Pesan Soto Lamongan, Mie Bakso, Nasi Goreng, Tempe Goreng dan Laksa. Lumayan, mengenyangkan porsinya.

Hari ke-16, Stonehenge, Windsor Castle dan Bath

Windsor Castle

Melalui online booking beberapa hari sebelumnya, kami bertiga berangkat ke Victoria Coach Station, stasiun bus, untuk one day trip ke Stonehenge, Windsor Castle dan Bath. Hari masih gelap, jam 7 pagi. 

Windsor Castle termasuk castle terbesar di dunia. Lebih sering menjadi tempat tinggal Ratu Elisabeth 2, daripada Buckingham Palace. Dibangun mulai abad ke-11 den kemudian direnovasi dari masa ke masa. Dipergunakan sebagai istana kerajaan sejak raja Henry I (1100–1135). Sejarah Raja Henry VIII dengan drama 4 istrinya dan keluarnya Inggris dari Katolik Roma, ada di castle ini. Juga, Raja Henry VIII (1491-1547) dimakamkan disini. Istri keduanya, Anne Boleyn, tewas dipenggal kepalanya. Film The Tudors, menceritakan kisah tragis Inggris awal abad ke-16 ini.

Sempat mampir di Krispy Kreme, untuk sarapan donat dan coklat panas.

Stonehenge

Stonehenge. Para pengguna Windows operating system di akhir tahun 90an, tentu ingat OS Windows98. Nah .. disitu ada screensaver gambar Stonehenge. Entah apa kisah sebenarnya dari tumpukan beberapa batu besar tua melingkar ini, namun faktanya memang masih ada disana. Guide sejarawan Inggris yang menemani kami pun tidak bisa memastikan kisah sebenarnya. Di tengah padang rumput Salisbury, dengan morfologi sedikit bergelombang, tiba-tiba muncul batu-batu besar tersusun dalam format melingkar bertumpuk. Dari info uji umur karbon tulang-tulang manusia yang ditemukan di bawahnya, diduga berasal dari tahun 3000-2000 BC. Informasi terbaru tentang Stonehenge, bisa diperoleh on-line dari aplikasi Gramedia Digital, majalah National Geographic edisi bahasa Indonesia, Agustus 2022.

Bath Abbey (Foto: ASK)

Bath. Adalah kota kecil yang menjadi world heritage WHO. Karena ini adalah pusat kota lama Inggris. Banyak bangunan masih berarsitektur Roman, bergaya palladianism.

Di Bath ini terdapat bangunan gothic lawas abad ke-7, yang kemudian diperbaiki berturut-turut di abad ke 10, 12 dan 16, yaitu gereja Bath Abbey. Masih berfungsi dengan baik.

Masih ada waktu 1 jam. Cukup bagi kami untuk makan di resto.

One day trip ke Windsor Castle, Stonehenge dan Bath, ini diawali dengan keberangkatan dari Coach Victoria bus station, London pukul 8.00 pagi dan kembali di tempat yang sama pada pukul 19.00. Puass

Pulang dengan bus kota, mampir beli makan malam di Subway.

Hari ke-17 London – Jakarta

Pukul 11.45 turun dari kamar 330 hotel Marriot, Weatminster untuk checkout menuju Terminal 2, bandara Heathrow. Turkish Airlines membawa kami pulang ke Jakarta. Tidak ada pemeriksaan imigrasi. Hanya pemindaian boarding pass saat memasuki bandara, setelah check in penerbangan. Berpisah dengan anak di bandara, untuk melanjutkan studinya disana. Semoga sukses lancar dan menyenangkan kuliahnya ya nak. Amin


Tautan video

  1. Windsor Castle – The Queen’s Royal Residence
  2. Mysterious history of Stonehenge
  3. Visit Bath
  4. Windsor, Stonehenge and Bath


Toko Harry Potter, York

Donut di Trafalgar, London

Read Full Post »

Jalan-jalan ke Yogya setelah era Covid-19. Kali ini sudah lebih santai, tidak lagi takut tertular namun tetap waspada. Disiplin bermasker dan menggunakan hand sanitizer.

Kegembiraan

Mas Rio dan mas Adimurti (foto De Wow)

Misi utama ke Yogya kali ini adalah turut meramaikan dan berbahagia dengan diwisudanya keponakan tercinta Papio, panggilan akrab keluarga besar untuk mas Rio, yang lulus S1 di fakultas Bisnis Manajemen UGM. Di kesempatan yang sama, mas Adimurti, putra kami, yg lebih dulu lulus S1 setahun yang lalu di jurusan yang sama, turut berfoto-ria. Lengkap mengenakan toga wisudawan. Karena di era covid 2021, wisuda dilakukan secara daring tanpa toga. Gembira ceria. Bahagia.

Alhamdulillah, turut bersyukur untuk kelulusan mereka berdua. Semoga pelajaran di dalam dan di luar kampus selama masa kuliah, bisa menjadi bekal untuk semakin bertambahnya kemampuan berpikir kritis dan meningkatnya nilai kebajikan dalam menjalani hidup selanjutnya. Amin

Maturnuwun pakde Anang, bude Ganik yang sudah menjadi orangtua, juga teman dari mas Adimurti dan mas Rio selama tinggal di Rumah Kalma. Tak lupa juga peran penting mas Andre dan mas Farhan sebagai saudara dan teman untuk curhat, senang-senang dan bertukar pikiran tentang banyak hal.

Kuliner

Lotek (foto internet)

Lotek adalah makanan favorit  khas Yogya, selain gudeg yang selalu tak pernah lupa untk dinikmati ketika berada disana. Lotek Bu Bagyo, Sagan sudah tersedia si meja tempat keluarga berkumpul di rumah budhe Ganik. Asesoris utama yang paling kusuka dari lotek ini adalah bakwan gorengnya. Berbeda dengan Pecel, untuk Lotek, sayur, lontong, bakwan dan bumbu lotek diaduk bersama di dalam cobek sebelum dipindahkan ke piring atau dibungkus. Huenyakk … Sementara Pecel, sambal diguyurkan di atas sayur dan lontong. Tanpa diaduk, sebelum dihidangkan.

Kopi Latte (foto internet)

Kegiatan Jumat siang itu, adalah Nyekar, ke Sarean alm. Bapak Ibu Kediri, bersama keluarga, pakdhe, budhe dan para ponakan. Tak sempat nongkrong di kafe favorit keluarga, Blanco Coffee and Book, kami bertiga bersama mas Adimurti dan mas Andre mampir di kafe terdekat dari Rumah Kalma, Ivy Coffee. Rumah bercat putih bersih. Hijau sawah terbentang jelas dari dinding kaca di bagian belakang resto. Suasana tenang terasa di beberapa meja panjang. Sepertinya beberapa mahasiswa disana sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Dengan headset lengket menutup telinga dan gelas berisi minuman dingin terlihat di sebelah masing-masing laptop mereka. Serius.

Kopi latte panas cukup menyegarkan di ruang dingin ber ac. Menemani canda dan ngobrol ringan tentang banyak hal. Mulai dari tumbuhnya banyak kafe di lingkungan Ivy Coffee, tingginya harga gas dunia hingga tentang Boris Johnson ex PM Inggris. Tak terasa sampai perlu tambah macha tea dingin. Menyenangkan.

Pastrami Mil’s Kitchen (foto internet)

Dinner jam 5 sore untuk 12 orang, sepakat kita memilih resto Mil’s Kitchen. Berlokasi di Jl. Pandega Marta No.A2, Caturtunggal, Kec Depok. Sleman, Manggung, Yogyakarta. Resto berdesain rumahan tertutup, namun cukup lega dan banyak meja di dalamnya. Masakan berkonsep Barat lebih banyak ditawarkan. Beberapa Makanan Pembuka sempat kita nikmati bersama, seperti Wagyu Pastrami, Escargot, Gohu Ikan Gendar dan Singkong Goreng. Untuk makanan utama, pilihanku Iga Bakar Cobek. Nasi pulen, daging lembut, manis bersambal bawang pedas. Dengan minuman Jahe Serai Panas.  Nikmat.. Highly recommended resto.

Jalan-Jalan

Dokar di Malioboro (foto ASK)

Sabtu pagi menyempatkan diri menyambangi Malioboro sendiri. Sudah hampir 5 tahun tidak menjenguknya, karena selalu macet dan Covid sejak 2020. Kaki-lima yang lebar, lega dan bersih, nyaman untuk jalan-jalan. Sempat duduk berlama-lama di kursi yang tersedia di kaki-lima, depan Malioboro Mall. Nyaman sambil menikmati dokar, motor dan mobil berlalu-lalang. 

Teras Malioboro (foto internet)

Bersama teman kuliah, lanjut mengunjungi gedung yang menjual produk UMKM, yang sebelumnya dijajakan di kaki-lima Malioboro. Sebutan barunya adalah Teras Malioboro. Gedung ini, berpuluh tahun yll, adalah gedung bioskop Indra. Ramai. Semoga laris jualannya.

Resto Miroso di sebelah timur Museum Affandi menjadi sasaran untuk makan siang. Resto lama yang menyajikan masakan Soto Ayam. Ludes des .. dua mangkok, tambah ayam, tempe dan minuman jeruk anget. Alhamdulillah.

Soto Miroso (foto internet)

Tak lupa menikmati Matcha Latte dingin di Starbucks, Hartono Mall sambil baca buku. Kebiasaan. Kebetulan nginap di hotel sebelahnya.

Demikian catatan pendek jalan-jalan di Yogya, Agustus 2022. Salam sehat selalu. Maturnuwun.

Read Full Post »

2016_1231_13500100

Batu Dayak

Terminal 3 Bandara Soetta
Resto Tjap Toean, dari namanya bermaksud menjelaskan kalau resto ini masakan peranakan, tempat kami mampir sarapan di Terminal 3 bandara Soetta sebelum penerbangan ke Balikpapan GA566 pagi itu. Bubur ayam (aroma kwang tung, rasa biasa), cakwe isi ikan (uenak), prata (enak) dan pisang goreng keju (biasa) adalah menu utama kami plus teh tawar panas dan dua es kopi tarik (enak). Jam 10.50 boarding yang seharusnya melalui Gate 16, dipindah ke Gate 12. Hemmm … Masih penyakit lama bandara Soetta.
Tepat 11.10 wib, GA566 melaju di taxi way siap mengudara menuju Balikpapan, yang kira-kira membutuhkan 2 jam penerbangan. Bandara modern Sipinggan bagus, bersih, terang dan terkesan lengang. Toilet bersih. Banyak ruang kosong. Mudah untuk menemukan loket layanan taksi bandara.
Aston hotel
Menjelang akhir tahun 2016, hotel Aston Balikpapan di jalan Jend. Sudirman fully booked. Untung sudah booking lama sebelumnya. Lobby sempit dan ramai tamu antri untuk checkinSuite room dengan dua kamar cukup lega utk kami bertiga. Bapak, ibu dan anak satu.
Resto kepiting Dandito
imagesSetelah magrib kami makan di resto Dandito, yang terkenal dengan menu kepitingnya. Karena taxi tak banyak berkeliling, maka wisatawan disarankan untuk sewa mobil dari hotel atau pergunakan taxi sampai selesai makan. Alhamdulillah hujan deras sehingga udara sejuk dalam ruangan yang tidak berpendingin, namun kipas tetap berputar di langit-langit.
Kepiting telor saus Dandito, kapiting lada hitam dan kangkung cah menjadi pilihan makan malam kami. Wuih .. telor kepiting berlimpah dan saus Dandito memang suedapp .. Sayang, kepiting kurang besar … lagi gak musim???
Cafe Delicia
img-20170102-wa0000Pagi berikutnya, dengan menggunakan mobil rental Avanza seharga Rp. 400 ribu dari jam 11 hingga sore hari, kami mencoba masakan Latin di resto Delicia, jalan MT. Haryono. Resto kecil berdinding depan dari kaca bening dengan tempat duduk panjang berwarna merah menempel pada salah satu dindingnya yang berwarna putih, berasesoris foto-foto buah dan minuman berlatar-belakang pantai putih bersih dan laut biru, serta kursi-kursi metalic minimalis di seberang meja, memberi kesan lega, terang dan resik. Bar panjang di ujung ruangan dengan lampu gantung kuning di atasnya terasa santai tenang, cocok untuk ngobrol.
see_this_instagram_photo_by_deliciacafebpn_%e2%80%a2_26_likes__Menu penggoda saat itu, Burittos De Pollo berukuran besar dengan roti pembungkus tipis putih  halus, berisi daging ayam, sayuran dan saos di dalamnya serta sedikit olesan saos sambal di kulit luar terasa lezat, lalu Quesadilla, sejenis roti tipis bundar seukuran piring berisi ayam, keju, bawang bombay dan sedikit jagung. Strogonoff De Frango, menu asing berupa nasi disajikan dengan kentang goreng, ayam, jamur dan kacang merah menggunakan saus Delicia. Sedap … Layak coba. Untuk minuman, tidak terlihat adanya menu yang asing. Mujito dan lechee tea jadi pilihan kami. Di Jakarta kami belum menemukan resto masakan Amerika Latin yang lezat seperti ini. Ada yang tahu?
Pasar Sayur
20170102_004454Selesai makan, lanjut menuju Pasar Sayur yang terkenal menjual banyak cendera-mata khas Kaltim yang bisa ditawar, seperti kalung, gelang atau tas berbahan manik-manik batu hias. Kain batik lokal juga tersedia. Tak lupa, makanan khas Balikpapan berbahan dasar ikan dan kepiting banyak dijual disini, seperti kerupuk tenggiri mentah, kemplang (kerupuk ikan matang), abon ikan, rempeyek kepiting dll. Oleh-oleh siap sudah terbungkus kardus. Kembali ke hotel, mampir untuk reserve makan malam di Oceans resto.
Oceans Resto

2016_1231_17065600Ini resto seafood terbesar dan terkenal di Balikpapan dan banyak direkomendasikan oleh jaringan wisata di internet. Lokasi di jalan Sudirman

2016_1231_17231800

Senja 31 Desember 2016

pinggir pantai dengan panggung dan pagar kayu bersih rapi di atas laut. Untuk penggemar fotografi, ini lokasi yang tepat untuk ambil gambar sunset. Kami sudah siap di meja sejak 17.45 sambil jeprat-jepret, foto. Karena saat itu 31 Desember 2016, maka seluruh meja sudah fully booked, untung kami sudah reserve tempat dan menu siang sebelumnya.
Kepiting besar lada hitam, lobster besar yang sudah dikupas bersaus mentega, sayur cah kangkung dan roti prata adalah menu makan malam menjelang pergantian tahun kami, dilengkapi minuman kelapa muda utuh segar. Super sekali … highly recommended. Sayang, laut di bawah panggung banyak sampah.
Pesta New Year 2017
2016_1231_19290900Jam 19.15 pulang ke hotel karena ada undangan pesta Malam Tahun Baru 2017 di taman hotel Aston, pinggir pantai. Alhamdulillah, melalui quiz, kami 2016_1231_19303500dapat hadiah voucher tinggal di sebuah hotel di Surabaya. Setelah beberapa lagu dimainkan band dari Surabaya, kami kembali ke kamar. Ada yang lucu dari penyanyi perempuan band tersebut. Dengan kostum terbuka di bagian atas punggungnya, terlihatlah bekas bekam disana. Kasihan, masuk angin rupanya mbak penyanyi itu. Tetap semangat jemput rejeki mbak …
EWalk Mall
imagesSatu hari sisa di Balikpapan kami gunakan ngintip Ewalk Mall, swkaligus cari makan siang. Ruameee … tahun baru mungkin ya .. makan di resto Jinten yang menyajikan masakan-masakan daerah. Gudeg komplit dan soto bening kurang cocok dengan lidah kami. Yang mengecewakan, pesanan nasi goreng tidak pernah muncul. Tanpa alasan.
Mampir sebentar ngopi di Starbuck. Nah, bagi yang biasa tanpa gula, coffee latte disini standarnya pakai sirop (manis). So, kalau mau tanpa gula, perlu pastikan ke barista lebih dahulu untuk tidak ditambahkan sirop.
Pulang ke hotel mampir ke toko makanan Sibayak, banyak direkomendasikan sebagai tempat belanja oleh-oleh makanan khas Kaltim (kemplang, abon kepiting dan rempeyek kepiting). Satu dos siap terangkut.
Bandara Sepinggan

img-20170102-wa0001

Checkin Garuda

GA567 siap menerbangkan kami pulang ke Jakarta jam 13.05 WITA dari bandara Sepinggan, Balikpapan. Bandara bersih, dinding kaca tembus cahaya, terang dan bersih. Loket checkin banyak dan rapih teratur. Setiap kali menanyakan informasi ke petugas yang lewat, dijawab dengan ramah dan sopan. Salut untuk Angkasa Pura I. Cafe dan kios cenderamata cukup banyak tersedia, termasuk Starbuck dan Old Town cafe. Bahkan resto masakan Padang pun juga tersedia. Lounge Garuda di lantai 2, terkesan mewah, lega, banyak sofa, juga banyak downlamp dan portable ac. Makanan, seperti biasa, minimalis 😂.

Read Full Post »

2016_1018_08595600

Kimchi

Perjalanan menarik kali ini berthemakan Air, mulai dari Asia Water Council di Andong, Korea International Water Week di Daegu, Water Treatment di Gyeongju, Water Treatment di Incheon dan sungai Cheonggyecheon di Seoul.

Annyeong haseyo …

16 Okt 2016 Berangkat

Jam 22.05 wib, KE628 takeoff dari terminal 2E bandara Soetta menuju Incheon, Korea. Korea Airline Boeing 777-300, nyaman dan menyenangkan. Pramugari berseragam putih-hijau muda, ramah, cantik, sopan dan masih muda semua. Namun ada sedikit janggal melihat wajah mereka, putih pucat mengkilat tanpa rona merah di pipinya. Dingin … Ternyata, itulah trend wajah perempuan kekinian di Korea … hahaha ndeso ya saya .. Makanan enak dan badan lurus tertutup selimut, tidur nyenyak, setelahnya. Sejuk dan gelap.
 
 
17 Okt 2016 Ke Andong

2016_1020_17442100-3

Hanbook

Jam 5.30 waktu setempat, lampu cabin menyala, penumpang mulai berlalu lalang ke toilet dan sarapan pagi dihidangkan. Tepat jam 7.00 pesawat mendarat di bandara Incheon. Antrian imigrasi berkelok-kelok panjang, namun tersedia banyak loket dan petugas yang mengaturnya. Cepat dan nyaman.

 
Keluar ruang pengambilan bagasi, ada 3 kios penyedia jasa layanan sewa router wifi. Selama satu minggu ditawarkan US$50 untuk 2 hp dengan deposit $200, yang dapat diambil lagi saat pengembalian alat. Bisa jd alternatif dan lebih murah drpd Telkomsel, yang dikenakan biaya Rp. 500 ribu untuk 1 minggu paket data/internet. Saya menggunakan Telkomsel, lancar tanpa gangguan.
 
Carnival, produk KIA terbaru, menjadi alat transport kami berempat menuju Andong yang diperkirakan akan membutuhkan 2,5 jam perjalanan. Mobil jauh sudah lebih bagus dan lebih nyaman daripada Carnival yang dulu pernah masuk Indonesia akhir 90an. 
 

img-20161017-wa0033

Solar cell di tempat parkir

Satu jam perjalanan di jalan besar bebas hambatan tak terasa kecepatan sudah mencapai 120 km/jam dan beberapa kali harus diperlambat karena ada perbaikan jalan. Terowongan jalan yang mulus dindingnya, terang cahayanya dan tersedia ruang aman untuk pejalan kaki di kiri-kanannya lebih dari 10 kali kami lewati. Berbeda dengan jalan di Puncak, Bogor yang berliku sejuk indah pemandangannya mengikuti gelombang bentang alam berbukit, Korea sepertinya lebih prioritas pada kecepatan koneksitas antar kota dengan cara membangun jalan besar mulus menembus gunung. Sejauh mata memandang, adalah bukit-bukit hijau yang mulai menguning, bahkan merah menjelang musim dingin. Indah.

 
Setelah satu jam perjalanan, mobil masuk ke area rest area. Udara menyergap sejuk begitu pintu mobil terbuka, sekitar 15°C dengan matahari terik, memancing keinginan minuman penghangat tubuh. Capuccino menjawabnya. Area parkir mobil terbuka yang demikian luas didukung oleh shelter beratap solar cell untuk menghasilkan listrik yang cukup untuk menerangi seluruh area. Cemerlang. Korea bukanlah penghasil minyak dan gas bumi.
 

2016_1017_15384000Sekitar jam 13.00 kami sampai hotel Richell di kota kecil Andong, bagian tengah selatan Korea Selatan. Hotel bagus namun sepi di pinggiran kota yang lengang dengan jalan yang lebar rapi tertata dan pepohonan rindang terjaga. Nyaman. Oktober adalah saat yang tepat untuk dapat bepergian ke Korea karena suhu yang mulai sejuk namun masih ok untuk jalan di ruang terbuka dengan jakat tipis saja dan

2016_1017_12102700

Dari Lt. 5 Hotel Richell

pepohonan yang mulai menguning daunnya, indah.

 
Menyimpan barang sambil cek-cek kamar berukuran sedang di lantai 5. AC posisi mati dan heater menyala, gerah. Buka pintu balkon dan wuzzzz … angin sejuk menerpa .. segar. Pepohonan rindang dan jalan lebar tertata apik di sekeliling hotel. Sepiii tak terlihat mahlukNya berlalu-lalang di depan hotel.
 

2016_1017_15022300

K-Water, Andong

Sore hingga magrib hari itu dihabiskan untuk keperluan Asian Water Council (AWC) di kantor K-Water, diskusi terbatas tentang pelaporan program penelitian awal penyediaan air bersih di Bali, yang akan dipresentasikan keesokan harinya dalam forum resmi pengangkatan presiden baru dan diskusi seluruh anggota Asian Water Council.

 
2016_1018_13192000Makan malam ditraktir pengusaha Korea, chairman dari Seoul di resto masakan Korea,  Yahh … Daging sapi Bulgagi, bakar di meja berlebih dan nasi … menjadi menu utama malam itu, termasuk asesori lainnya. Seperti lazimnya resto Korea, duduk lesehan bersila dengan lebih dulu menggantungkan jas di samping pintu kamar makan privat kami. Chairman bisa sedikit bahasa Inggris, sehingga perlu ditemani penerjemahnya. Begitu semangat Chairman membakar daging potong itu untuk kami berdua, dengan om Firdaus Ali. Full … kenyang … Makan dan ngobrol selesai malam itu, akrab penuh canda. Kembali ke hotel, lelap …
 
 
18 Oktober 2016 Hahoe Village
Pagi hari itu kegiatan AWC dibagi menjadi dua, yaitu board meeting yang diikuti oleh DR. Firdaus Ali sebagai wakil Indonesia dan kunjungan kebudayaan ke peninggalan kampung tua Haoe di pinggiran kota Andong untuk peserta lainnya.
 
2016_1018_09160300Hahoe Village (abad 15) menjadi Warisan Dunia yang ditetapkan oleh UNESCO tahun 2010, bersamaan dengan Yangdong Village di Gyeungju, yang keduanya warisan jaman dinasti Joseon, dapat dicapai dalam waktu 45 menit dari kota Andong. Jalan sempit (kelas II di negeri kita) halus berkelok, berundulasi dengan pepohonan rindang yang mulai menguning tanda musim gugur segera tiba, indah sekali. 2016_1018_08395200Lingjungan Kampung Haoe ini berisikan sawah, sungai, hutan dan banyak bangunan yang umumnya beratapkan kayu dan beberapa rumah beratapkan jerami.
 
Setelah makan siang, 3rd Asian Water Council Meeting dimulai dengan pembukaan oleh Presiden AWC lama, dilanjutkan dengan pengangkatan Presiden AWC baru, Hak-Soo Lee dari Korea. Hadir dalam acara ini para pejabat pemerintah dari beberapa negara anggota. Indonesia diwakili oleh Stafsusmen Pupera, DR. Firdaus Ali, DR. Ismail dan DR. Indra, yang semuanya dari kementrian Pupera.
 

2016_1018_16215000

Penutupan 3rd AWC

Makan malam sekaligus acara penutupan AWC diadakan di hotel Ritchell. Buffet style dengan menu berbagai jenis madakan seafood terhidang berlebih. Musik gesek akustik yang dimainkan pars perempuan cantik mengiringi majan malam. Selesai acara jam 8 malam langsung masuk Carnival menuju Daegu. Jam 12 malam masuk kamar hotel … setelah drop om Firdaus di hotel …

 
 
19 Oktober 2016 KIWW
20161019_141258Setelah sarapan roti bakar, telor setengah matang dan salmon plus teh hangat dan jus jeruk di hotel Interburgo Exco, pagi itu langsung turun hotel dan menyeberang jalan untuk masuk di gedung Exco Exhibition, tempat acara Korea International Water Week 2016. Gedung buesarr bertingkat … untuk keperluan pameran industri, ruang diskusi, theater .. lengkap dengan cafe dan resto. Sayangnya, pameran industri tingkat internasional yang semestinya berharap mendapatkan perhatian atau buyer-buyer asing, banyak hanya menyediakan keterangan tertulis atau verbal dari penjaga pameran yang hanya berbahasa Korea. Terus piye jal …
 
2016_1020_15032400Acara resmi pembukaan KIWW dilakukan di ruang theater, semacam cinema 21 lah, dengan panggung luas di depan. Kursi baris depan diisi oleh para menteri Korea, wakil badan dunia, para menteri serta dubes negara peserta, dari Asia hingga Afrika. Sangat representatif untuk membicarakan tentang Air dan berbagai permasalahannya di berbagai belahan dunia. Dua jam dipergunakan untuk pidato dari tuan rumah dan berbagai perwakilan negara peserta termasuk tayangan singkat video dan slide tentang Air diselingi sedikit hiburan. Kemasan presentasi yang singkat dan menarik untuk dilanjutkan diskusi thematik di beberapa ruang terpisah keesokan harinya.
 

Sesi thematik dalam KIWW ini akan membuat berbagai usulan kebijakan tata air dan solusi teknis terhadap berbagai tantangan persoalan air yang dihadapi berbagai negara di belahan dunia. Sepuluh thema utama yang dibahas masing-masing dalam format diskusi meja bundar adalah:

  1. Sustainable Development Goals: Implementation and monitoring of the SDGs
  2. Capacity Building: On-Iine & on-site convergence capacity building for global water issues
  3. Water Cooperation
  4. Water-Energy-Food nexus for water security and SDGs Achievement in Asia
  5. Examining the links between Integrated Water Resources Management and Smart Water Management
  6. Healthy urban where people and water ecosystem live together
  7. Climate change and water management
  8. Water information beyond data and knowledge: Asia Dynamic Hub for Water The power of lnformation
  9. Water projects: opportunities, challengesand synergies for implementing the SDGs
  10. Policy and strategies for sustainable water management: To share and discuss practical ways to realize better water governance and policy

Yang terpenting dalam event KIWW kali adalah meliputi thema KIWW 2016 yaitu “Water Partnership for Sustainable Development“, yang sama juga dengan thema utama dalam The 8th World Water Forum “Sharing Water and Sustainability“. 

 
2016_1020_08321200Adalah DR. Firdaus Ali, Pendiri Indonesia Water Institute, Staf Khusus Menpupera dan dosen Teknik Lingkungan UI yang selalu dijadikan narasumber di berbagai thema diskusi selama 3 hari tersebut bersama beberapa wakil dari badan-badan dunia. Hebat beliau ini, sudah mendunia ternyata bahkan bila ada kementerian Sumberdaya Air di negeri kita ini, sudah selayaknya beliau menjabatnya. Rencana Deep Tunnel sebagai saluran air dan transportasi darat, Waduk Pluit, Giant Sea Wall di Teluk Jakarta, adalah sebagian proyek-proyek raksasa yang beliau turut terlibat membidaninya.
 
Selama di Daegu, tak sempat kami berkeliling mencari obyek wisata, hanya sempat masuk mall di belakang hotel untuk memenuhi titipan beli masker pembersih muka dan  makan malam di resto Korea, lengkap dengan iringan kecapi dua lagu, yang dimainkan oleh perempuan ayu berpakaian tradisional Korea, hanbook. Sayang, ada persyaratan khusus untuk menikmati permainannya “dilarang mengambil gambar”.
 
 
20 Oktober 2016 Dinner di Daegu
20161020_202141Sesi diskusi thematik masih berlangsung di beberapa ruangan, kebutuhan air bersih Jakarta menjadi salah satu topik bahasan yang dikemukakan oleh DR. Firdaus Ali. Tinggi dan pertumbuhan populasi Jakarta serta kualitas dan ketersediaan air bersihnya, membuat terbelalak mata peserta, apalagi presentasi bung Firdaus yang lengkap dengan analisis data dan peta yang valid semakin membuatnya duduk 20161020_222953tegak fokus menyimak. Pemerintah propinsi Jakarta perlu serius menyikapinya.
 
Dinner untuk pejabat Korea dan para penyaji makalah diselenggarakan sangat menarik. Diawali dengan presentasi kondisi pembangunan ekonomi saat ini di layar lebar dengan presenter bersuara bariton yang berjalan santai kesana-kemari di atas panggung, sungguh menarik. Setelahnya, paduan suara anak-anak yang kompak merdu suaranya tampil di atas panggung. Sepotong kecil ikan salmon dalam piring besar mulai disajikan di atas meja. Acara paling menarik malam itu adalah hanbok fashion show. Ditampilkan para model dan miss Daegu dengan sorotan lampu warna-warni yang 20161020_201637sangat terang dan diiringi musik tradisional, terasa indah bersahaja penuh wibawa. Sebuah kemasan yang cerdas mempesona.
 
 
21 Oktober 2016 Ke Gyeongju
Tepat jam 7 pagi kami dijemput pengusaha Surabaya dan pengusaha laboratorium Seoul untuk bersama-sama berangkat menuju Gyeongju menggunakan kereta cepat KTX dari stasiun Daegu. Bagasi kami yang cukup banyak, disimpan dalam lemari khusus yang tersedia di luar kabin penumpang, ujung gerbong. Hanya butuh 15 menit untuk sampaindi Gyeongju. Melihat Pengolahan Air berteknologi canggih Plasma Ozon Water Treatment System adalah maksud kunjungan kami.
 

kor02287

Indonesia – Korea

Sebelum menuju lokasi Water Treatment, kami disambut secara resmi di kantor walikota. Sangat mengagetkan karena kunjungan kami tidak dimaksudkan sebagai G2G, melainkan bisnis biasa. Duduk di sekeliling meja bundar, Walikota memberi sambutan resmi melalui penerjemah dengan penata acara berdiri di podium. Lengkap dengan dua bendera kecil di atas meja, Korea dan Indonesia. Wah … bercelana jean dengan polo shirt, malu euy …. cindera-mata pun diberikan walikota ke bung Firdaus setelah masing-masing memberi sambutan. Sepertinya Gyeongju memang sedang bersemangat memasarkan teknologi water treatmentnya ke berbagai negara lain.

 

kor02305

Dgn Pengusaha Indonesia

Ada dua lokasi water treatment Gyeongju yang kami kunjungi, bisa dicapai melalu jalan darat dalam 15 menit melalui jalan halus berkelok-kelok. Pemandangan indah, dedaunan hijau dengan sebagian mulai menguning bahkan merah pertanda mulai masuk musim gugur. Area water treatment sedang saja luasnya. Di area terbuka, tempat pengolahan air berteknologi lama sebagai tempat masuknya air kotor dari sungai. Keluaran dari proses tersebut dilanjutkan dengan proses selanjutnya dalam bangunan besar penuh dengan berbagai peralatan mekanis dan elektris yang masuk semuanya dalam jaringan komputerisasi sehingga bisa dimonitor melalui jaringan nirkabel dari luar lokasi. Air minum kemasan dalam botol banyak diproduksi dari proses pengolahan di sini.

 
kor02308Di kota kecil Gyeongju (kota kabupaten) terdapat 9 tempat pengolahan air. Yang menarik juga adalah adanya waduk kecil di Gyeongju sebagai cadangan air bersih, yang tidak diijinkan digunakan sebagai area pemancingan ikan. Komitmen masyarakat terhadap kepentingan bersama terhadap keberadaan air bersih ini sungguh mengagumkan, sehingga air waduk sebagai masukan untuk pengolahan air bisa tetap terlihat jernih dan mengurangi kerja berat proses pengolahan.
 

gyeongju-stasiun

Stasiun Singyeongju, Gyeongju

 

Selesai kunjungan Pengolahan Air, menuju stasiun kereta Singyeongju, untuk melanjutkan perjalanan ke Seoul menggunakan kereta cepat KTX. Makan siang di resto setasiun, menu bibimbap yang semua disajikan dalam mangkok kuningan. Air layak minum tetap dimasukkan dulu ke dalam water purifier. Menurut mereka, air minum yang bersih membuat kulit bagus. Kereta datang tepat waktu, kali ini gerbong bagus dengan 2 kursi di sebelah kiri dan 1 kursi di kanan. Lega. Terlihat di monitor, kecepatan kereta 276 km/jam. Kurang-lebih 2 jam, kereta memasuki setasiun Seoul. Ramai padat penumpang.

 
Makan malam dijamu relasi bisnis di restoran masakan Korea tersohor yang mempunyai waralaba di berbagai negara maju, seperti Jepang, Hongkong dan Eropa. Menu utama terhidang dagang kepiting mentah di dalam cangkang terbuka. Entah apa ramuan bumbunya, tapi memang lezat rasanya. Dengan menghirup cara menikmatinya. Lembut manis. Menu lainnya adalah ikan kuah kuning, menurutku mirip seperti woku Manado.
 
 
Sabtu, 22 Oktober 2016 Incheon Water Treatment
Pagi jam 9, kami berdua (dengan bung Firdaus Ali) dijemput oleh pengusaha laboratorium air BLTEC untuk mengunjungi workshopnya, yang berada di kawasan Bucheon Techno Park, Old Seoul. Gedung perkantoran yang dipergunakan sebagai pabrik-pabrik kecil perakitan, mungkin seperti Gelodok Jakarta tempat merakit komputer. Tak banyak karyawannya namun keahlian masing-masing sangat spesifik. Ahli kimia air, komputer, elektro mempunyai peran sangat penting. Peralatan monitoring dan analisis air mulai yang berukuran sebesar microwave hingga ukuran kulkas dua pintu dengan kerumitan sederhana sampai ketelitian tinggi, bisa diproduksi di pabrik kecil ini. 
 
Bupyeong Water Treatment
kor02377Kunjungan berikutnya ke Pusat Pengolahan Air di Incheon (PDAMnya Incheon) yang menempati area yang luas dan hijau. Bangunan tempat wireless control dan monitoring yang sangat luas dan nyaman, juga bangunan bertingkat untuk laboratorium air yang mampu menganalisis banyak parameter. Laboratorium ini juga biasa menerima pelajar atau karyawan dari berbagai negara lain untuk belajar Analisa Air dengan teknologi canggih. Pada kesempatan ini, staff khusus Kemen Pupera juga sempat bernegosiasi dengan pimpinan laboratorium untuk bisa mendapatkan kesempatan mengirimkan karyawan Pupera belajar ke lab tsb.
 

kor02354

Kolam Baru

Di lapangan, ķami ditunjukkan kolam-kolam besar tempat pengolahan air fase awal berteknologi tinggi, sementara di sebelahnya adalah kolam besar berteknologi lama (masih dipergunakan di Jakarta), yang sudah tidak dipergunakan lagi.

 
Sungai Cheonggyecheon
img-20161026-wa0004Masih berkaitan dengan air, kami mengunjungi sungai Cheonggyecheon yang jernih terawat dengan lingkungan yang dibangun bersih hijau, telah menjadi area bersantai penduduk Seoul, lengkap dengan pameran seni dan kios-kios cenderamata dan makanan kecil di pinggirnya.
 
Sungai ini dibuka untuk umum September 2005 setelah direnovasi lingkungannya. Renovasi dimulai tahun 2003 dengan membongkar jalan layang yang sebelumnya berada di atas sungai. Menurut pemerintah setempat, sungai baru ini mampu menurunkan polusi dan suhu udara di sekitar sungai sebesar 3°C dan mengembalikan habitat naturalnya.
 
Dongdaemun market
Tak lupa kami mampir ke salah satu mall di Dongdaemun market untuk membeli oleh-oleh titipan dari tanah air, makanan kering dan berbagai asesoris lainnya. Satu hal penting yang tak ditemukan adalah Black Garlic.
 
 
23 Oktober 2016 Pulang
Jam 8 pagi, kami checkout dari hotel Grand Intercontinental menuju bandara Incheon untuk pulang Jakarta menggunakan Korea Airline KE 627 15.20. Masih banyak waktu untuk mencari Black Garlic. Gak dapat juga, setelah menjelajahi semua sudut bandara yang luas itu. Pegal dan puas.
 
Alhamdulillah mendarat di bandara Soetta 20.30 wib. Terimakasih om Firdaus Ali sudah mengajak saya sebagai observer dalam Asian Water forum dan Korea International Water Week, mengunjungi Pengolahan Air di Gyeongju dan Incheon serta mampir di Sungai Cheonggycheon.
 

Kamsahamnida

 
Catatan:
 
6. Buku: The New Korea
kor02253-2

Read Full Post »

2016_0924_1224360024 Sep. 2016
GA0650 takeoff menuju Makassar, 23 Sep. 2016, tepat jam 21.00 dari Terminal 3 bandara Soetta.  Mendarat jam 1.30 pagi wita. Bandara Hasanuddin masih ramai dan cafe juga banyak yang buka, sepertinya bandara 24 jam karena letak geografis yang berada di tengah wilayah NKRI dan melayani penerbangan ke berbagai wilayah negeri ini. Isrirahat 2 jam di lounge Garuda, tepat jam 3.15 waktu setempat pesawat bombardir Garuda takeoff menuju Sorong. Kabin terasa hangat, tanpa perlu mengenakan jaket walaupun penerbangan malam hari. Membutuhkan waktu kira-kita 1,5 jam, pesawat mendarat di bandara Sorong ‘Domine Eduard Osok‘ 6.30 wit. Bandara bagus, bersih dan lengang. Semoga karena perawatan yang baguslah sehingga bandara ini terlihat bersih, bukan hanya karena bandara baru.
 …
Coto Makassar menjadi menu sarapan kami di di kota ini. Dengan ketupat dan buras, satu mangkok coto daging itu ludas tergilas dibilas dengan teh tawar panas. Badan terasa hangat segar setelah hampir 7 jam duduk dan kurang tidur. Siap duduk lagi selama 2 jam dalam speedboat 2 x 85 PK, menyeberang laut menuju cottage Waiwo di pulau Waigeo, Raja Ampat.

20160924_074758

Pelabuhan speedboat Sorong

Di pelabuhan speedboat Sorong, sebelah pelabuhan kapal penumpang regular, terlihat banyak speedboat parkir berjajar, namun tak cukup mudah menyewanya. Bukan karena kurangnya jumlah speedboat, melainkan karena langkanya ketersediaan bbm.

20160926_091340

Salawati 2 x 85 pk

Dua jam harus menunggu, akhirnya muncul juga speedboat Salawati berbbm penuh di atas. Duabelas penumpang terangkut, termasuk pengemudi dan supporternya, juga kopor dan tas besar masing2 yang disimpan dalam ruang kecil di haluan, di bawah kemudi. Enam kursi menghadap ke depan speedboat dan dua bangku panjang berhadapan di bagian buritan. Cukup untuk 10 penumpang dengan hanya 8 life vest … hahaha..sedikit menambah detak jantung selama 2 jam .. Jam 9 pagi cuaca cerah dan laut cukup tenang, sehingga tak banyak goncangan terasa. Daratan semakin jauh, namun masih terlihat daratan di kiri-kanan speedboat.

2016_0924_09490600

Dermaga Raja Ampat, Pulau Waigeo

Dua jam tak terasa karena rasa excited di tengah laut, akhirnya sandar di dermaga Raja Ampat. Banyak speedboat sandar berjajar dan terlihat bangunan sederhana kosong beratap di daratan, semacam shelter untuk berteduh bagi penumpang sebelum melanjutkan perjalanan darat. Istirahat sebentar di rumah penduduk, dilanjutkan 5 menit berspeedboat lagi untuk bersandar di lokasi cottage Waiwo. Tempat Jokowi menginap di Raja Ampat tempo hari.

20160924_130656Cottage yang rindang tepat di tepi laut dengan banyak bangunan rumah panggung kayu tipe studio yang masing-masing untuk dua tamu, terasa panas begitu memasukinya karena listrik, untuk AC, bertenaga diesel masih padam. Makan siang di resto cottage berlauk sangat minimal cukup membekali tenaga untuk snorkling/diving di pulau Mansuar.

2016_0924_12212200

Bersama bang Buyung Lalana (stafsus menhub, tengah)

Sekoci karet membawa kami dari dermaga speedboat ke tengah laut ditemani bang Buyung Lalana, menuju kapal patroli besar dua lantai bernavigasi canggih. Dua jam berlayar, akhirnya kapal sandar di dermaga pulau Mansuar, menurunkan kurang-lebih 20 penumpang untuk menikmati keindahan bawah laut, diving/snorkling dimulai dalam pengawasan bang Buyung Lalana, ex Komandan Marinir, dan para asistennya. Wooowwww … pasir putih di pantai, air jernih, dangkal, terumbu karang berbagai bentuk dan warna melambai lembut, juga aneka ikan indah kaya bentuk dan warna, kadang melintas kura-kura besar … betul indah Raja Ampat, surganya para pecinta wisata bawah laut. Sayang, tanpa perlengkapan kamera bawah air.

 

Puas menikmati keindahan bawah laut, terhampar ikan baronang goreng rica dan kuah kuning (woku) di atas meja, tentu dengan nasi panas dalam magic jar besar, cukup untuk 25 orang yang lapar bermain air. Sikat abis … terimakasih bu syahbandar yang memasaknya di atas kapal. Puas..
Lumba-lumba terlihat berlompatan dikejauhan seolah berlomba mengejar kapal bergerak kembali ke pelabuhan Raja Ampat. Mampir ke salah satu pulau setelah matahari terbenam, menunggu awak kapal menyelam berburu ikan menggunakan harpoon. Jadi ingat film serial tv akhir 70an ‘Deni si manusia ikan’ hehehe …
25 Sep. 2016

2016_0925_12444100

Team IWI di Pianemo, Raja Ampat

Cottage nyaman sejuk dan suara deburan ombak depan pintu plus kecapaian main air di hari sebelumnya membuat lelap tidur tanpa gerak. Puas istirahat semalaman, siang jam 12.30 speedboat membawa kami bertujuh menuju kepulauan Pianemo yag diperkirakan membutuhkan waktu dua jam, tanpa sarapan berharap tersedia resto di tujuan. Langit berawan, sedikit menambah detak jantung, jangan-jangan … benar .. belum sampai 1 jam boat bermesin ganda 85 pk melaut, mulai terasa hentakan keras menghantam air. Ombak bergulung cepat hingga perahu terus melompat, duduk tak enak dan badan terus bergerak terbanting-bating. Barang-barang di atas dashboard mulai berjatuhan, driver sering mengeluarkan tubuhnya dari jendela sambil tetap pegang kemudi, untuk melihat laut di depan, jangan sampai menabrak batang kayu terapung. Penumpang diam, was-was, mulai menghitung jumlah life vest …tak cukup jumlah untuk semua penumpang. Berdoa dalam diam .. tegang. Bung Firli mulai menimbang-nimbang “lanjut atau pulang?”, ceritanya setelah sampai di cottage …

20160925_150708-2

Pianemo

Satu jam kemudian laut mulai tenang, masuk dalam kepulauan kecil .. indah  .. pasir putih sebelah kanan dan perahu sandar di bawah tebing pulau terbesar sebelah kiri. Terlihat ada 5 speedboat besar telah parkir disana. Keluar speedboat, tangga kayu permanen beranaktangga 300 buah siap menunggu menuju puncak. Jangankan resto, pedagang asonganpun gak ada. Kawasan lindung. Istirahat

20160925_142500

Dermaga Pianemo

sebentar mengatur napas di shelter tangga ke 100 dan lanjut ulang. Ngos-ngosan sampai di puncak …. wuihhh .. worth it … indah betul pemandangan kepulauan dari puncak bukit. Betul kata orang “jangan bilang sampai di Raja Ampat kalau belum naik di Kepulauan Pianemo”. Sebetulnya ada lagi yang lebih spektakular yaitu pulau Wayag, dua jam melaut lebih jauh. Tepatnya antara Pianemo – Halmahera, laut lepas. Kebayang ombaknya … Satu jam foto-foto, turun bukit langsung dan melaut lagi dua jam pulang ke kota Waisai di pulau Waigeo, karena tak cukup waktu untuk lanjut ke Sorong yang masih butuh 2 jam lagi. Sudah sore jam 4, driver gak sanggup khawatir kayu melintang tak terlihat .. bisa brakkk, bocor itu boat.. bahaya.

2016_0925_15305200

Rifalda cottage

Rifalda Cottage di kota kecil Waisai, pulau Waigeo, menyediakan 6 bangunan rumah panggung sederhana, masing-masing berisi 2 kamar. Tidak menyediakan makan siang/malam, hanya sarapan pagi nasi kuning. Perut yang lapar tak terisi sejak pagi akhirnya menyantap mie instant telor rebus bikinan mbak Lintang, huenakkk … masih tambah nasi ayam penyet, malamnya. Puas, tidur pulas.

26 Sep. 2016

20160926_132547

Resto Goyang Lidah 2, Sorong

Gerimis jam 7 pagi, kami berangkat melaut lagi menuju Sorong, 2 jam. Laut berombak dan boat terhentak namun tak sekeras kemarin, karena searah arus laut. Alhamdulillah selamat sampai Sorong. Satu hari kami habiskan waktu untuk melihat kora Sorong, yang sedang menggeliat tumbuh dan masih butuh banyak pengadaan gedung perkantoran yang aman, air bersih, listrik, bahan bakar, dll.. Makan siang di resto ‘Goyang Lidah’, masakan jawa dengan cara timba sendiri, maksudnya ambil sendiri, hahaha… Kehidupan Sorong sebagai kota pelabuhan berlangsung 24 jam sehari. Berderet warung tenda menjajakan berbagai jenis makanan, yang selalu tersedia malam hari hingga subuh.

27 Sep. 2016
Takeoff jam 16.00 wit dari bandara Sorong menuju Jakarta menggunakan Garuda dan transit di Makassar. Alhamdulillah mendarat di Terminal 3 jam 18.00. Sampai jumpa Raja Ampat.
Masih banyak yang perlu dikerjakan untuk mengangkat Raja Ampat sebagai destinasi wisata internasional. Hotel, transportasi, restoran masih sangat kurang, apalagi transportasi laut masih minim kelengkapan safetynya. Tetap semangat untuk terus berkembang, Sorong dan Raja Ampat.
 ….
Terimakasih bung  Firdaus Ali dan rekan-rekan Indonesia Water Institute yang telah mengajak saya mengunjungi Sorong dan Raja Ampat. Sukses terusss ..
Tautan Video dan Gambar:

2016_0926_12535900-3

Waduk Sorong

Read Full Post »

Catatan ringan kali ini tentang perjalanan jagong manten (menghadiri pesta perkawinan) di Solo. Tentu wisata kuliner jadi tujuan kedua setelahnya. Sudah terngiang-ngiang cerita tentang nikmatnya gudeg Solo bu Harso yang perlu dibuktikan. Glegh …

Sabtu, 4 Jun 2016

akad nikah

Ki-Ka: bu Tutut, bu Dewi, bu Peni, bu Ari, bu Yudith

Sabtu jam 10 pagi GA-222 mendarat mulus di bandara Adisumarmo, Solo, langsung menuju kediaman orang tua pengantin putri, bapak Hari (adik ipar pak Jokowi), tempat akad nikah berlangsung. Terlambat, hampir selesai. Terlihat menpolkam LBP dan pengusaha TW, juga WT meninggalkan lokasi. Sempat menikmati salad solo, sejenis salad berisikan buncis, wortel, selada, daging sapi dan telor dengan kuah manis berwarna coklat yang disajikan dalam piring makan cekung kecil. Segar.

Jadi ingat cara khas menyajikan hidangan pada acara hajatan di kota-kota kecil di Jawa pada masa lalu, bukan dengan cara prasmanan dan standing party seperti lazimnya di kota-kota besar, melainkan dengan cara membagikan hidangan yang sudah disiapkan dalam piring/gelas untuk masing-masing tamu. Tamu duduk manis di kursi-kusi yang diatur rapi berbaris dan makanan dibagikan berantai dari tangan ke tangan mulau dari ujung barisan kursi. Para pekerja catering membawa baki besar berisikan piring berisi makanan sejenis untuk dibagikan ke para tamu secara serentak. Dulu, sebelum tumbuhnya usaha jasa catering, semua juru masak dan para pramusaji dilakukan oleh anggota keluarga, sahabat dan para tetangga terdekat. Urutan hidangan yang biasa disajikan berturut-turut dimulai dengan segelas minuman hangat dan kue kecil, lalu sup sayur (kentang, wartel, buncis dan daging) atau salad solo, kemudian sepiring nasi rames atau lontong capgomeh dan yang terakhir adalah es puter atau puding.

370998_620

Soto Gading 1, saat pak Jokowi menjamu tamunya beberapa waktu yll.

Setelah bersalaman dengan pengantin dan para orangtuanya, sebagai tanda turut berbahagia, kami pamit undur diri. Langsung menuju Soto Gading 1, Jl. Brigjen Sudiarto No. 75 Gading, Solo. Ini adalah warung soto tempat presiden Jokowi menjamu bu Mega dan pejabat lainnya beberapa waktu yang lalu. Semangkok nasi soto ayam bening dan kecambah di dalamnya dengan ubo rampe (tambahan lauk lainnya  yang biasa disajikan dalam beberapa piring) sate brutu kecap, bakwan udang, tahu goreng dan telor rebus terhidang di atas meja serta es jeruk, terasa wuenakk tenann .. Warung yang siap menampung kurang-lebih 80 orang itu dipenuhi para pelanggannya.

Ke hotel Aston, kami istirahat sejenak untuk menyiapkan diri ke acara pesta pernikahan setelah magrib.

IMG-20160605-WA0001-1

Ki-Ka: bu Moerjati S, Ibunda pak Jokowi, bu Dewi, bu Peni, bu Ari WP

20160604_Gudeg2

Gudeg Bu harso

Setelah melalui antrian yang panjang dan padat untuk bersalaman dengan pengantin dan kedua orang tuanya di atas panggung penuh bunga, kami bercengkerama sejenak dengan beberapa keluarga pengantin dan sahabat sebelum akhirnya undur diri untuk tugas selanjutnya, Gudeg Bu Harso… 😃.

Berada di sebuah bangunan kecil sederhana di
deretan pertokoan jalan dr. Rajiman, Laweyan, 20160604_Gudeg1warung makan bu Harso melayani para tamunya dengan menu andalan gudeg Solo yang bisa disajikan dengan bubur halus atau lontong sesuai selera tamunya masing-masing. Bu Harso sudah wafat, putrinyalah sekarang yang melanjutkan usahanya. Konon, sudah ada dua tempat di Solo yang menyajikan resep masakan bu Harso ini. Berbeda dengan gudeg Yogya yang berisikan sayur nangka, tahu/tempe bacem, 20160604_222928-1sambal goreng tahu/tempe, opor ayam dan kerecek; gudeg Solo berisikan sayur nangka, sambal tumpang pedas, soun cabe hijau dan opor ayam. Karena huenaknya, saya dan om Firdaus Ali sempat habisin dua piring. Masih ditempat yang sama, kami mencoba ketan yang ditaburi bubuk kedelai di satu sisi dan dengan taburan kelapa dn gula merah di sisi lainnya yang disajikan diatas daun pisang.. terakhir, kami mencoba Cabuk

Cabuk Rambak

Cabuk Rambak -Bu Harso

Rambak, yaitu lontong/ketupat bertabur parutan daging kelapa dan wijen yang terasa gurih dan dimakan dengan kerupuk rambak, yaitu kerupuk yang berbahan dasar karak/nasi. Juga disajikan di atas daun pisang. Gak salah rekomendasinya om Dimas Wahab, memang luezzaattt masakan Bu Harso.

Dari bubur gudeg, kami ber 15 digiring mbak Tutut ke warung tenda susu murni SHI Jack, yang menyajikan minuman susu dengan berbagai variannya, seperti coklat, jahe, madu dan telor. Bermacam kue basah terhampar di

atas meja panjang, termasuk juga ‘nasi kucing’.

20160604_230648

Susu murni SHI Jack

Semuanya dengan harga lokal yang sangat murah. Terlihat para paspampres dengan jeep mercy nya juga menikmati susu di warung ini, setelah mengawal Presidennya di acara resepsi pernikahan di atas. Masuk hotel dengan perut terasa super penuh. Puas dan tidur nyenyak.

Minggu, 5 Juni 2016
Pagi itu kami berharap bisa nenikmati sarapan pecel, sayangnya tutup. Berbeloklah kami ke soto daging (orang Jawa biasa menyebut daging sapi dengan daging saja) Tri Windu. Cukup sedap, sayangnya ubo rampe sudah habis semua. Batal  menikmati sate kambing Bejo yang katanya kegemaran pak Jokowi, kami lanjut nyate kambing pak Min yang tak jauh dari soto Tri Windu, menyajikan sate kambing, sate buntel (daging kambing cincang), gulai rebus/goreng. Sambil mendengarkan penjelasan dari om Dimas W. tentang INCOS (Indonesia Collecting Society) dan HaKI, kami menikmati sate kambing dll.tanpa nasi, karena perut sudah terisi soto. Cukup nikmat dan saya lebih menyukai sate kambingnya yang empuk tanpa lemak.

Selesai nyate, kami meluncur ke toko roti Orion di Jln. Urip Sumoharjo No. 80,  yang terkenal dengan roti lapis Mandarin, dan ramai dikunjungi para pemburu oleh-oleh penganan.. Dua dus roti lapis Mandarin Spesial jadi pilihan saya.Kardus pembungkus oleh-oleh yang rapi dan aman juga telah disiapkan oleh toko Orion untuk perjalanan darat maupun udara.

Sambil menunggu boarding GA-227 jam 14:00 menuju Jakarta, mbak Tutut masih juga menawari kami cemilan pisang goreng manis, singkong oven non-kolesterol dan serabi solo. Ampunnn mbak, super kenyang 😃.

Maturnuwun mas BKS, om Dimas dan om Firdaus Ali beserta ibu-ibu, yang sudah mentraktir saya dan istri wisata kuliner ke Solo.

Read Full Post »

4 Mei 2016, 8:30 GA-602 mendarat di bandara Sam Ratulangi, Manado. Ini adalah kunjungan singkat ke Manado yang kedua kalinya setelah 2014 saat kampanye pilpres, dan tak sempat jalan-jalan kemanapun saat itu.

Panas terasa menyengat dan awan tebal mulai menggantung. Manado masih sering hujan. Bandara padat kedatangan penumpang sehingga mobil perlu antrian panjang untuk keluar bandara.

Dari bandara kami menuju Bitung untuk melihat pembangunan pelabuhan dan industri pengalengan ikan.

Pelabuhan Bitung

20160504_114741

Pelabuhan Bitung

Dermaga baru Pelindo IV dengan crane raksasa siap melayani bongkar muat peti kemas. Kesibukan dermaga kurang terasa, hanya terlihat satu kapal besar pengangkut ratusan peti kemas sedang sandar di dermaga lama. Pelabuhan Bitung mampu melayani kapal ukuran 10.000 TEUs dan juga sudah siap melayani bongkar muat dua kapal sekaligus.

Industri Pengalengan Ikan

Kunjungan selanjutnya adalah industri pengalengan ikan tuna PT. Sinar Pure Foods International di Bitung untuk konsumsi domestik dan ekspor. Industri ini memperoleh bahan mentah ikan cakalang dari nelayan dan impor hingga dari Amerika Latin. Pembuatan kaleng ikan tuna, cold storage, pengupasan tuna matang, pengisian daging tuna ke dalam kaleng hingga pelabelan kaleng, semua di lakukan dalam satu kawasan pabrik tersebut.

Tuna

Pengupasan daging tuna matang

Menurut si pemilik, kapasitas pabrik 120 ton per hari hanya berproduksi 20 % saja, karena ikan sedang susah didapat dan perlu kapal lebih banyak. Mungkin ini yang sedang jadi polemik di media massa beberapa hari yang lalu antara pak JK dan bu Susi. Pak JK berpendapat bahwa produksi pengalengan ikan menurun drastis berhubung  pasokan ikan susah karena regulasi penangkapan ikan yang menghambat. Sedangkan bu Susi berpendapat bahwa tingginya pasokan selama ini terjadi karena illegal fishing dan tidak terjadi penurunan produksi pengalengan ikan, melainkan memang sudah lama tidak berproduksi. Entah siapa yang benar.. tapi saya sepakat bahwa perlu adanya aturan yang adil dan legal implementasinya.

Jembatan Soekarno

IMG-20160504-WA0011

Jembatan Soekarno

Kota Bitung semakin berkembang dan ramai, jauh beda saat mengunjunginya di tahun 1995. Melewati jalan yang ramai di Bitung, di beberapa tempat justru cenderung padat, kami meluncur menuju Jembatan Soekarno; jembatan yang mulai dibangun 2003 saat presiden Megawati berkuasa dan baru diresmikan di masa presiden Jokowi setelah 12 tahun masa pembangunannya. Menurut info, akan lebih indah dilihat pada malam hari, meskipun di siang haripun sudah terlihat indah megah.

Ikatan Alumni ITB
20160505_213143
Dalam kesempatan ini, kami sempat bersilaturahmi dengan Pengurus Daerah IA-ITB Manado sambil makan malam bersama di Resto Wahaha, kawasan kuliner boulevard Manado. Pada umumnya, alumni ITB di sini adalah dosen universitas Sam Ratulangi, yang kuliah S2 di ITB.
Dua hal penting yang disampaikan Ketua IA-ITB adalah sosialisasi kuliah di ITB ke SMU-SMU sehingga mereka semangat untuk kuliah di ITB dan program IA-ITB untuk menyebarkan alumninya bekerja di daerah-daerah, seperti halnya penempatan dokter ke daerah. Ada lebih dari 100 alumni ITB dari Manado yang diantaranya bekerja sebagai dosen, dep. Pupera, pertambangan, pengusaha, dll. namun malam itu hanya sekitar 40 an orang yang hadir. Pertemuan sangat akrab kekeluargaan, sambil makan malam diiringi organ tunggal dengan penyanyi dari para alumni sendiri. Diakhiri dengan foto bersama.

Teluk Buyat

20160509_001523

Manado – Buyat

Berangkat dari Manado jam 7 pagi menuju teluk Buyat yang terletak di pantai selatan pulau Sulawesi, berseberangan dengan kota Manado yang berada di pantau utara, membutuhkan 3 jam perjalanan di siang hari.

Teluk Buyat ini dulu sempat menjadi wilayah konflik antara pertambangan emas PT. Newmont Minahasa Raya dengan masyarakat nelayan Ratatotok karena isu pencemaran tailing, yang berujung dengan ditahannya presdir. Newmont.

Perjalanan ke Buyat penuh jalan berkelok, melewati kota Tomohon di bawah gunung Lokon yang selalu berasap di sebelah kanan dalam jangkauan pandangan mata, juga sawah hijau di pinggir jalan, tetap sejuk asri sejak dulu (1997), dihiasi bunga di pinggir jalan dan kakilima yang tertata rapi. Pengemudi juga sempat melewatkan kami di kota kecil industri rumah panggung kayu Woloan. Menurutnya, kayu sebagai bahan mentah rumah tersebut sudah semakin susah mendapatkannya. Penduduk di wilayah Woloan ini memang  dikenal mempunyai keahlian pertukangan.

20160506_103424

Desa Basaan Satu

Jalan bagus walaupun sempit, terus turun berkelok-kelok hingga sampai pantai selatan di kota kecil Belang. Hindarilah bermain media sosial menggunakan handphone anda saat berkendaraan di jalur ini, karena pasti akan pusing dengan mobil yang terus pontang-panting belok kiri-kanan. Dan setengah jam kemudian sampailah kami di kecamatan Ratatotok, desa Basaan Satu untuk melihat jeti kecil, hasil bantuan Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara, yang mengelola dana lingkungan penutupan tambang Newmont.

20160506_124724-1

Jeti Ratatotok yang rusak dan pencemaran air laut

Desa Buyat semakin ramai dan jalan beraspal halus. Masih juga terlihat beberapa mobil hardtop yang biasa dipergunakan para penambang emas rakyat berlalu-lalang.

20160506_141744_001-1Pantai Lakban yang sedikit berombak, di sebelah teluk Buyat yang tenang, adalah tempat wisata warga sekitar Ratatotok. Ramai dengan pendatang yang bermain air atau hanya duduk-duduk di warung sambil menikmati kopi atau es kelapa bergula merah aren dan pisang goreng yang dicolek ke dalam sambal, khas jajanan Sulawesi Utara. Nikmat.

Setelah menikmati ikan bobara bakar rica yang disediakan penduduk setempat, jam 4 sore kami kembali ke Manado. Makan malam di resto Big Fish, lagi-lagi ikan bakar rica besar. Enak dan tidak membosankan, diiringi live music lagu-lagu Manado. Nyaman.

Seperti lazimnya kota yang sedang berkembang, lalulintas Manado macet dimana-mana. Lingkungan wisata kuliner di boulevard pinggir pantai selalu ramai pengunjung. Sempat kami ngopi sambil menikmati pisang goreng sambal rica di sana.

Pulang

Jam 4:30 keesokan harinya, berangkat ke bandara Samratulangi untuk terbang menggunakan Garuda GA-607 tujuan Jakarta. Sampai jumpa Manado dan sekitarnya yang ramah bersahabat. Tunggu jo, kita mo balik ulang someday.

Catatan

1. Video sekitar jeti perahu nelayan desa Basaan Satu

2. Pengalengan ikan tuna 1

3. Pengalengan ikan tuns 2

4. Terimakasih bung Ridwan yang sudah mengajak saya ke teluk Buyat. Siap menemani ke Indonesia Timur 🙂

 

Read Full Post »

Older Posts »