Sore itu, 23 Nov. 2019 tanpa sengaja dan sedikit telat, film Free Solo tayang lagi di Nat Geo channel. Film dokumenter tentang Alex Honnold (33 tahun) yang memanjat dinding tebing El Capitan, Taman Nasional Yosemite, AS tanpa bantuan tali pengaman (Free Climbing), 3 Juni 2017. Ini film yg memang sudah diiklankan lama di NatGeo dan juga sudah aku tunggu lama.…
Film sejenis yang aku nikmati setelah film ini adalah The Dawn Wall. Berbeda dengan Free Solo, film The Dawn Wall, yang bisa dinikmati di Netflix, tentang dokumentasi panjat tebing El Capitan yang dilakukan oleh Tommy Caldwell, ditemani oleh Kevin Jorgeson, dengan bantuan tali pengaman pada 14 Januari 2015. Panjat tebing ini dilakukan selams 19 hari, dan selama pendakian mereka tinggal dalam tenda yang digantung pada dinding tebing di ketinggian kira-kira 1.500 feet.
…
Selanjutnya lebih menarik untuk cerita tentang Free Solo berhubung tingkat kesulitan yang lebih tinggi dan menegangkan karena tanpa menggunakan tali pengaman. Walaupun The Dawn Wall juga layak dinikmati.…
Sangat mengagumkan melihat Honnold memanjat dinding granit yang terlihat menjulang tegak-lurus setinggi 3.000 feet. Seringkali terlihat hanya ujung jari masuk rekahan atau tonjolan batu dan ujung sepatu yang tak sepenuhnya menginjak dinding atau hanya mengandalkan kasarnya permukaan batu granit. Mendebarkan .. bahkan kameramen seringkali tampak memalingkan muka dari layar kamera Canon di atas tripod yang fokus merekam gerak sang maestro, Honnold. Mengerikan, karena tanpa bantuan tali pengaman dengan tingkat kesulitan pendakian yang sangat tinggi dapat berakibat fatal.
…
Sedikit bisa melepas napas melihatnya ketika sebagian tubuh Honnold bisa masuk di rekahan batu (crack) memanjang keatas namun terlihat menguras tenaga karena tak ada pijakan kaki dan jari tangan yang kokoh untuk mendorongnya keatas, hanya pelukan yang kuat pada sudut rekahan dan mendorong tubuhnya keatas prelahan seolah memanjat pohon saja layaknya. Berkali-kali ujung jari tangan menjadi tumpuan untuk mengangkatnya terus ke atas, sementara kaki berperan sebagai penyeimbang saja dan dasar tebing terlihat gelap ratusan meter jauh di bawahnya. Menegangkan.…
Tak terlihat panik ketika menghadapi bolder, batuan besar yang menonjol keluar tebing, atau dinding terbuka rata tanpa pijakan seolah jalan buntu sehingga sulit untuk melewatinya, Honnold dengan sabar dan hati-hati terus bergerak kesamping atau lakukan gerakan ‘karate kick’, yaitu posisi kaki yang membentang lebar, bahkan kadang harus turun beberapa langkah dan kemudian menarik tubuhnya keatas lagi hingga mampu
melewatinya. Luar biasa hebat kemampuan fisik, nyali dan kejelian memilih titik-titik aman untuk pijakan kaki dan jari-jari tangannya. Tak ada ruang untuk kesalahan.
melewatinya. Luar biasa hebat kemampuan fisik, nyali dan kejelian memilih titik-titik aman untuk pijakan kaki dan jari-jari tangannya. Tak ada ruang untuk kesalahan.…
Empat jam, dimulai dari jam 5 pagi, pemanjatan dinding tebing granit tanpa pengaman yang menegangkan itu akhirnya sukses sampai di puncak. Luar biasa.
…
Dalam film ini juga disajikan kisah cinta Honnold dengan perempuan pemanjat tebing, Sanni McCandless, yang kelak menjadi istrinya, tentang mobil yang menjadi tempat tinggal mereka berdua ketika persiapan pemanjatan, dan juga sedikit kisah masa kecilnya ketika belajar panjat tebing. Film produksi 2018 ini mendapat beberapa penghargaan, seperti Piala Oscar untuk Film Dokumenter Terbaik 2019, dan Emmy Award untuk Sutradara Terbaik Film Dokumenter.
…
Tautan Berita:
- ‘It’s sort of the extreme’: Free Solo’s Alex Honnold on rock-climbing without ropes
- Climbing duo on Dawn Wall success and the power of pep talks
Tautan Video:
- How I climbed a 3,000-foot vertical cliff — without ropes | Alex Honnold
- How They Filmed the First El Capitan Climb With No Ropes in “Free Solo” | Vanity Fair
- What if He Falls? The Terrifying Reality Behind Filming “Free Solo” | Op-Docs
- The Dawn Wall (2018) | Official Trailer HD
- Behind The Scenes Of The Dawn Wall Film
