Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Hungaria’

Tak kalah dengan Olah Raga, Olah Rasa dengan membaca novel atau tulisan yang mengusik rasa dan memancing pikiran kritis pun perlu rutin dilakukan. Sharpen the saw kalau pakai istilah ‘Seven Habit’nya Stephen Covey.

Buku The Metamorphosis karya Franz Kafka dalam format ebook ini, adalah novel ketiga genre Fabel atau Alegori yang pernah kubaca. Dua novel sebelumnya adalah karya George Orwell, yaitu Animal Farm dan 1984. Ketiganya tersimpan dalam blog ini.

Novel-novel klasik pada umumnya, seperti karya Orwell, Chekov, Gogol, Voltaire, de Cervantes, dll., yang sempat terbaca dan juga tersimpan dalam blog ini, cenderung penuh pesan moral, filosofis, surialis, absurd. Memang perlu sedikit kernyit dahi untuk membacanya. Seringkali getir. Lelah namun memancing kritis. Mencerahkan.

Novel Kafka ini pada awalnya dalam format cerita bersambung di majalah sastra Jerman, Die weiße Fahne (Bendera Putih), yang diterbitkan oleh teman-teman Kafka di tahun 1915. Kemudian diterbitkan ulang dalam format buku pada bulan Desember 1915. Mungkin ada editing sana-sini sehingga bisa disajikan dalam format buku yang lebih nyaman untuk dibaca. Buku setebal 63 halaman ini disajikan dalam tiga bagian. Menurut amazon.com, ini adalah novel terpanjang karya Franz Kafka.

Latar Belakang

Franz Kafka (3 July 1883 – 3 June 1924) menulis novel The Metamorphosis antara tahun 1912-1915. Kafka berusia 32 tahun dan tinggal di Prague, ibu kota Republik Ceko. Saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Austria-Hungaria, di bawah pemerintahan Kaisar Franz Joseph I. 

Franz Kafka, 1923

Suasana kehidupan sosial yang menekan akibat gejolak regional di masa Perang Dunia I dan situasi politik domestik negaranya yang represif otoriter menjadi beban sosial ekonomi masyarakat. Inflasi, pengangguran yang tinggi dan kelangkaan barang dan jasa sebagai akibat fokus pemerintah lebih ditujukan untuk kepentingan perang menjadi penyumbang besar depresi sosial. Belum lagi Keresahan masyarakat Hungaria yang lebih menginginkan berpisah dengan Austria juga menambah ketegangan.

Kondisi sosial eksternal yang buruk semakin membenamkan Franz Kafka dalam kesulitan ketika situasi domestik keluarga juga tidak menguntungkannya. 

Tahun 1915, saat Metamorphosis ditulis, Rusia menjelang Revolusi Komunis dengan Marxisme sebagai basis ideologinya. Namun tak jelas benar, apakah Franz Kafka terinspirasi oleh ideologi Marxism atau tidak. Yang jelas adalah, Metamorphosis berisi tentang alienasi, ekonomi kapitalistik, ketidakadilan dan ketidakberdayaan terhadap kekuasaan dan birokrasi yang menindas. Metamorphosis juga mencerminkan kritik terhadap sistem sosial dan eksistensialisme yang mengungkapkan absurditas hidup manusia.

Franz Kafka bekerja sebagai pegawai asuransi. Profesi ini ia jalani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, meskipun sebenarnya ia tidak menyukai pekerjaan tersebut. Kafka merasa terkekang dan tidak memiliki waktu yang cukup untuk fokus pada minat utamanya, yaitu menulis.

Franz adalah anak lelaki tunggal selain tiga perempuan saudara kandungnya. Ketegangan domestik yang terjadi lebih disebabkan oleh peran otoriter ayahnya. Sang ayah, Hermann Kafka, adalah seorang pria yang kuat, dominan, dan sukses dalam bisnis, sementara Franz adalah seorang yang sensitif, introverted, dan lebih tertarik pada sastra. Merasa tidak pernah memenuhi harapan ayahnya, sehingga menjadi beban mental baginya.

Hubungan dengan ibunya cenderung lebih dekat dibandingkan dengan ayahnya, namun tetap merasa tidak dipahami dan terabaikan oleh keluarganya secara keseluruhan. 

Franz Kafka menderita berbagai masalah kesehatan, termasuk insomnia, sakit kepala, dan masalah pencernaan. Masalah kesehatan ini mungkin disebabkan oleh tekanan mental yang ia alami dalam kehidupan pribadinya dan pekerjaannya.

Secara keseluruhan, situasi domestik Franz Kafka pada tahun 1915 ditandai dengan ketegangan dengan ayahnya, pekerjaan yang tidak disukai, masalah kesehatan, dan ketidakpastian akibat perang. Semua faktor ini mungkin berkontribusi pada perasaan terasing (Karl Marx: alienasi), ketidakberdayaan, dan kecemasan yang ia rasakan, yang kemudian tercermin dalam novelnya, “The Metamorphosis”.

Sinopsis

Kutipan dari keluhan Gregor Zamza, tokoh utama, di hari pertama, pada bagian awal novel The Metamorphosis di bawah ini, bisa menjadi penanda inti cerita,

“Oh my God”, he thought, “what a tedious profession I’ve chosen! Day after day I travel around. There is more to worry about compared to when you stay at the same place, the shopping center. Besides, you have to endure the hardships of life on the road, bother yourself with the train schedules, accept your irregular and unhealthy eating patterns and engage in a multitude of fleeting, and never heartfelt, relationships. To hell with it all!”

Rasa keterpurukan, teralienasi, beban sosial dan putus asa akibat hilangnya empati dari lingkungan terdekat meskipun perhatian dan kerja keras telah dilakukan untuk kepentingan bersama.

Cerita hanya berkisar dalam satu rumah. Dihuni oleh keluarga sederhana yang terdiri dari Gregor Zamza, Ayah, Ibu, adik, pembantu.

Suatu hari Gregor Zamza, mendapati dirinya berubah menjadi seekor serangga ketika bangun pagi di kamarnya. Meskipun wujud telah berubah, Gregor tetap memiliki sepenuhnya kesadaran kritis manusia dengan perasaan yang penuh konflik.

Dengan ayah yang sudah lewat masa produktifnya, Gregor sebagai kepala keluarga yang bekerja keras sebagai sales asuransi, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, namun perubahan fisik tersebut menjadi sebuah bencana besar baginya. Semangat Gregor masih tinggi pada awalnya, untuk melanjutkan rutinitas, namun tubuhnya yang baru tidak memungkinkannya. Keluarganya, yang sebelumnya bergantung padanya, merasa takut dan malu terhadap perubahan fisik yang aneh. Mulailah mereka menjauh dan menganggapnya sebagai beban keluarga.

Sementara Gregor berjuang untuk menerima kenyataan baru dalam hidupnya, ia juga menghadapi penolakan dan kebencian dari keluarganya. Mereka yang dulu merawatnya kini mulai bersikap acuh dan bahkan kasar padanya. Meskipun begitu, Gregor tetap berharap dapat kembali ke keadaan semula, tetapi kesendirian dan penolakan semakin memperburuk kondisinya.

Tak banyak cerita penting dalam novel ini selain kondisi keterasingan Gregor yang terkurung dalam kamarnya, dan penolakan keluarga terhadapnya. Kecuali Ibunya yang digambarkan masih simpatik terhadapnya. 

Lalu, bagaimana ujung dari nasib Gregor dengan tubuh barunya? Tak hendak membocorkan keseluruhan detail cerita, dipersilahkan para sahabat untuk menikmati sendiri novelnya. Selain format hard copy, tersedia juga format eBook untuk Play Books dan Kindle di berbagai toko buku online. Atau format pdf di tautan The Metamorphosis.

Tautan

  1. Franz Kafka
  2. The Metamorphosis
  3. The Dark World of Franz Kafka
  4. The Metamorphosis – Book Summary

Read Full Post »