Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘IMDB’

Banshees

The Banshees of Inisherin

Berselancar di aplikasi IMDB, sebuah film bernilai 7.7, memancing diri untuk menikmatinya. Tak banyak film mendapatkan nilai sebegitu tinggi. “The Banshees of Inisherin” ditemukan di layanan sebuah video streaming. Sebuah film drama berlatarbelakang tahun 1923, di Irlandia. 

Produksi 2022 dengan sutradara/penulis berkebangsaan Inggris, Martin McDonagh. Terbayang kan, setting pegunungan hijau berbatu terjal dengan laut tak jauh darinya. Alam biru bersih segar .. menarik.

Tiga tokoh utama dalam film ini adalah Padraic (Collin Farel), Colm (Brendan Gleeson), Dominic (Barry Keoghan) dan Siobhan (Kerry Condon). Semuanya berkelahiran Irlandia.

Kisah tentang frustrasi sosial di lingkungan yang lengang dan sepi penduduk. Belum ada listrik dan kurang sarana transportasi. Jarak antar rumah pun berjauhan. Gerobak yang ditarik keledai menjadi alat angkut penumpang dan barang. Padang rumput berbukit, tebing terjal seolah dinding batu layaknya dan laut lepas sejauh mata memandang. Kafe temaram yang tak cukup ramai menjadi sarana pertemuan warga. Semua yang terjadi di kawasan ini akan mudah sekali didengar dan menjadi gosip warganya.

Padraic yang polos naif, tinggal berdua dengan adik perempuannya yang pintar, Siobhan. Rumah batu tak bertetangga, berpenerangan lilin dan lentera. Beberapa keledai menjadi piaraan mereka, yang biasa juga berkeliaran di dalam rumah. Sementara Colm yang gemar bermain biola, tinggal sendiri dalam satu rumah batu dua lantai. Topeng dan boneka kecil bergelantungan di dalam rumah. Asesoris? Suram.

Persahabatan antara Padraic dan Colm yang terbina dalam kurun waktu lama, tiba-tiba runtuh karena hal yang sepertinya tidak cukup penting. Yaitu, karena bosan. Bosan karena obrolan yang tidak berarti dalam setiap pertemuan. Begitu kira-kira alasan Colm untuk memutuskan hubungan persahabatannya dengan Padraic. Kebosanan sebagai penggerak film berdurasi dua jam. Aneh bukan? Bisa ya, bisa tidak. 

Alasan seperti ini sering juga kita dengar dalam pembicaraan di era sekarang ini. “Ngapain sih buang waktu ngobrol gak jelas?”. Biasanya dilanjutkan dengan pertanyaan “ada uangnya gak?”. Tak ada uang, tak bermanfaat. Tak produktif. Hmmm … Gaya relasi sosial yang dapat meningkatkan trust dan mempererat persaudaraan, hanya diperlakukan sebagai alat untuk mendapatkan benefit atau keuntungan material. Tak ada lagi silaturahmi. Tak ada lagi “bercengkerama”.

Tentu Padraic kaget. Persahabatan yang lama. Biasa berpedati bersama, untuk minum bir di kafe yang sama. Juga bersama. Tiba-tiba memutuskan persahabatan. Bahkan duduk satu meja pun tak hendak. Keduanya tampak di usia 40 an. Bahkan, Colm mengancam untuk memotong satu jarinya sendiri setiap kali Padraic memaksanya untuk berbicara. Absurd. Sebegitu kritikalkah alasan putus persahabatan? Dan Colm memang konsisten dengan sikapnya. Potong jari.

Peristiwa tragis beberapa kali masih terjadi mengikuti alur putusnya persahabatan ini. Dilihat dari kacamata sekarang, Irlandia saat itu menjadi terasa kelam mencekam. Komunitas tertutup di kepulauan tanpa akses berita menjadikan kehidupan serasa asing. Sepi. Depresi sosial bisa terpicu untuk membuat keputusan tindakan yang absurd. Film suryalis yang layak dinikmati untuk perenungan.

Read Full Post »