
Batu Dayak
Setelah magrib kami makan di resto Dandito, yang terkenal dengan menu kepitingnya. Karena taxi tak banyak berkeliling, maka wisatawan disarankan untuk sewa mobil dari hotel atau pergunakan taxi sampai selesai makan. Alhamdulillah hujan deras sehingga udara sejuk dalam ruangan yang tidak berpendingin, namun kipas tetap berputar di langit-langit.
Pagi berikutnya, dengan menggunakan mobil rental Avanza seharga Rp. 400 ribu dari jam 11 hingga sore hari, kami mencoba masakan Latin di resto Delicia, jalan MT. Haryono. Resto kecil berdinding depan dari kaca bening dengan tempat duduk panjang berwarna merah menempel pada salah satu dindingnya yang berwarna putih, berasesoris foto-foto buah dan minuman berlatar-belakang pantai putih bersih dan laut biru, serta kursi-kursi metalic minimalis di seberang meja, memberi kesan lega, terang dan resik. Bar panjang di ujung ruangan dengan lampu gantung kuning di atasnya terasa santai tenang, cocok untuk ngobrol.
Menu penggoda saat itu, Burittos De Pollo berukuran besar dengan roti pembungkus tipis putih halus, berisi daging ayam, sayuran dan saos di dalamnya serta sedikit olesan saos sambal di kulit luar terasa lezat, lalu Quesadilla, sejenis roti tipis bundar seukuran piring berisi ayam, keju, bawang bombay dan sedikit jagung. Strogonoff De Frango, menu asing berupa nasi disajikan dengan kentang goreng, ayam, jamur dan kacang merah menggunakan saus Delicia. Sedap … Layak coba. Untuk minuman, tidak terlihat adanya menu yang asing. Mujito dan lechee tea jadi pilihan kami. Di Jakarta kami belum menemukan resto masakan Amerika Latin yang lezat seperti ini. Ada yang tahu?
Selesai makan, lanjut menuju Pasar Sayur yang terkenal menjual banyak cendera-mata khas Kaltim yang bisa ditawar, seperti kalung, gelang atau tas berbahan manik-manik batu hias. Kain batik lokal juga tersedia. Tak lupa, makanan khas Balikpapan berbahan dasar ikan dan kepiting banyak dijual disini, seperti kerupuk tenggiri mentah, kemplang (kerupuk ikan matang), abon ikan, rempeyek kepiting dll. Oleh-oleh siap sudah terbungkus kardus. Kembali ke hotel, mampir untuk reserve makan malam di Oceans resto.
Ini resto seafood terbesar dan terkenal di Balikpapan dan banyak direkomendasikan oleh jaringan wisata di internet. Lokasi di jalan Sudirman

Senja 31 Desember 2016
Jam 19.15 pulang ke hotel karena ada undangan pesta Malam Tahun Baru 2017 di taman hotel Aston, pinggir pantai. Alhamdulillah, melalui quiz, kami
dapat hadiah voucher tinggal di sebuah hotel di Surabaya. Setelah beberapa lagu dimainkan band dari Surabaya, kami kembali ke kamar. Ada yang lucu dari penyanyi perempuan band tersebut. Dengan kostum terbuka di bagian atas punggungnya, terlihatlah bekas bekam disana. Kasihan, masuk angin rupanya mbak penyanyi itu. Tetap semangat jemput rejeki mbak …
Satu hari sisa di Balikpapan kami gunakan ngintip Ewalk Mall, swkaligus cari makan siang. Ruameee … tahun baru mungkin ya .. makan di resto Jinten yang menyajikan masakan-masakan daerah. Gudeg komplit dan soto bening kurang cocok dengan lidah kami. Yang mengecewakan, pesanan nasi goreng tidak pernah muncul. Tanpa alasan.
Checkin Garuda
GA567 siap menerbangkan kami pulang ke Jakarta jam 13.05 WITA dari bandara Sepinggan, Balikpapan. Bandara bersih, dinding kaca tembus cahaya, terang dan bersih. Loket checkin banyak dan rapih teratur. Setiap kali menanyakan informasi ke petugas yang lewat, dijawab dengan ramah dan sopan. Salut untuk Angkasa Pura I. Cafe dan kios cenderamata cukup banyak tersedia, termasuk Starbuck dan Old Town cafe. Bahkan resto masakan Padang pun juga tersedia. Lounge Garuda di lantai 2, terkesan mewah, lega, banyak sofa, juga banyak downlamp dan portable ac. Makanan, seperti biasa, minimalis 😂.
