Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘marian’

Say Nothing

Irlandia Utara
Tahun 1970an, harian Kompas sering mengangkat berita tentang kerusuhan Irlandia Utara, “Bloody Sunday”. Bahkan masih teringat foto tentara IRA berseragam hijau loreng berbaret hitam dan bermasker hitam, mengusung peti jenazah Bobby Sands, yang wafat setelah mogok makan. Ingatan itu begitu mendalam hingga buku berbahasa Inggris pertama yang terbeli di Perth, Australia, tahun 1994 adalah tentang Irlandia Utara, “The Fight for Peace”, karya Eamonn Mallie . Hanya karena tingginya keingintahuan tentangnya.

Dalam buku tersebut, Gerry Adams, Republikan, dicitrakan sebagai “pahlawan” politik yang gencar bernegosiasi dengan pihak unionis UK. Sebagian Republikan menganggapnya sukses dalam mendamaikan konflik Irlandia Utara kecuali sebagian kelompok garis keras IRA (Irish Republican Army). Dan film “Say Nothing” produksi 2024 yang tayang di channel Disney, telah mengganggu citra tersebut. Hmmm …

Persoalan yang berulang kali muncul sejak 800 tahun yll. Penghuni pulau kecil yang merasa dirampas tanah leluhurnya oleh Inggris. Tak cukup kuat untuk mengusirnya. Dan mulailah IRA mengibarkan pertempuran berdarah untuk kembali menyatukan bangsa dan negaranya yang terrampas tsb.

Belfast Project

Belfast Project adalah program penulisan sejarah Irlandia Utara tentang peristiwa yang terjadi pada era The Troubles. Yaitu era ketika aksi kekerasan berdarah mulai sering terjadi. Kontak senjata antara IRA/republikan dengan kelompok loyalis (unionis) Inggris Raya, penculikan dan pembunuhan aktivis yang dianggap berkhianat, bahkan peledakan bom mobil di area publik. Para aktivis pembebasan Irlandia Utara, yang biasa disebut “Republikan” mulai mengorganisasi dirinya sebagai sayap militer IRA.

Teknik penulisan sejarah tersebut dimulai dengan wawancara oleh mantan anggota paramiliter IRA (Anthony McIntyre) dan Ulster Volunteer Force (UVF) atau unionis lainnya ((Wilson McArthur)), terhadap beberapa republikan dan unionis, yang terlibat aktif dalam melakukan tindak kekerasan awal tahun 1970an hingga 1990an. Tape hasil rekaman wawancara disepakati untuk disimpan di Boston College Library dan HANYA akan dipublikasikan bila sumber berita sudah meninggal. Diperoleh wawancara sebanyak 50 sumber, dilakukan antara tahun 2001-2006, dengan total panjang rekaman selama 200 jam.

Garis Besar Cerita

Garis besar film semi-dokumenter ini bercerita tentang dua hal dalam kurun waktu yang sama, yaitu awal 1970an hingga 1990an, ketika IRA sangat aktif melakukan perlawanan berdarah untuk mengejar misinya membebaskan Irlandia Utara dari kekuasaan Inggris Raya. Peristiwa pertama tentang diculiknya seorang ibu dari anak-anaknya yang berjumlah 10 orang dan yang kedua adalah keterlibatan dua gadis kakak-beradik militan dalam organisasi IRA. Dolours Price dan Marian Price, warga Katolik Irlandia Utara. Dalam film ini, IRA digambarkan sebagai organisasi yang kejam. 

Alur cerita film ini selalu berlompatan waktu, antara situasi wawancara dengan waktu terjadinya peristiwa di masa lalu, sesuai yang disampaikan oleh sumber berita. Demikian seterusnya akan berulang seperti diatas, hingga akhir film. Wawancara di sebuah rumah, kemudian waktu melompat ke masa peristiwa terjadi dan kembali lagi ke wawancara. Sumber berita bisa berganti-ganti.

Adegan film “Say Nothing”

Film dimulai pada situasi tahun 1972. Wawancara Belfast Project menggunakan peralatan tape recorder kecil, antara pewawancara Macker (mantan anggota IRA) dengan sumber berita Dolours (mantan unit khusus IRA) yang sudah cukup lanjut usia, dalam sebuah rumah. Situasi digambarkan cukup santai, meskipun proses perekaman dilakukan sangat rahasia. Publikasi hasil rekaman HANYA akan dilakukan bila sumber berita sudah meninggal.

Lompatan waktu. Sekelompok orang berpengaruh kuat, beberapa bermasker dengan senjata otomatis di tangan, memasuki apartemen keluarga, Flat Divis, yang dihuni oleh seorang ibu bersama 10 anaknya, Jean McCoville, tanpa seorang ayah. Menarik paksa sang ibu dari kamar mandinya. Dimasukkan ke dalam mobil. Penculikan. Hanya karena memberi bantal untuk sandaran kepala seorang tentara Inggris yang tergeletak di lantai bersimbah darah. Tertembak dan menemui ajal di depan unit apartemennya. Sejak itu tak pernah lagi terdengar kabar beritanya. Hilang.

Irish Republican Army (IRA)

Digambarkan dalam film ini, di usia 16 tahun, Dolours Price berpikir bahwa keluarganya tidak dalam kondisi yang bagus. Lingkungan sosial politik yang tidak kondusif untuk berkembang. Mereka adalah Katolik yang tinggal di West Belfast. Wilayah kumuh. Pilihan hidup warga Katolik hanyalah menjadi warga kelas dua, atau pergi. Pada tahun 1957, orangtua Dolours dan Marian adalah anggota Tentara Republikan militan. Ayah mereka, Albert Price adalah anggota aktif IRA dan ibunya adalah anggota Cumann na mBan, organisasi perempuan pendukung Republik Irlandia. Bahkan bibi mereka, yang selalu ditampilkan buta adalah korban cedera saat menangani bahan peledak IRA.

Ketidakadilan mulai dirasa oleh mereka yang beragama Katolik. Penduduk Protestan banyak mendapatkan “kelebihan”. Aksi protes hak-hak sipil mulai dilakukan oleh masyarakat Katolik. Kakeknya pernah dipenjara 8 tahun dan neneknya pun pernah menjalaninya beberapa hari. Kedua orangtua Price bersaudara sangat mendukung aktivitas politik kedua putrinya yang sudah dewasa. Meskipun tak yakin dengan hasil dari gerakan damai. “Kecuali gerakan bersenjata”, menurut ayahnya.

Aksi damai pejuang Katolik ternyata disambut tindak kekerasan oleh kaum Protestan. Luka-luka dan darah pun mulai mengalir. Namun komentar sang ibu dari Price bersaudara sungguh mengagetkan, “Kenapa kalian tidak melawan?”. Masalah sosial terjadi di Belfast. Kerusuhan pun meluas ke Irlandia Utara. Dan penangkapan dengan kekerasan mulai terjadi. 

Price berdua untuk pertama kalinya berada dalam kerumunan, mendukung dan menikmati aksi massa kelompok Katolik. Dalam aksi tersebut, Dolours dan Marsian mulai mengenal Gerry Adams, sang pemimpin aksi. Diperankan oleh sosok langsing, berambut pendek bergelombang dan berkacamata tebal dengan kerangka hitam. Di lapangan sibuk mengatur teknik pembuatan bom molotov supaya bisa memberi hasil yang efektif. Gerry bergabung dengan IRA sejak usia 16 tahun. Seusia dengan kedua gadis tersebut ketika mulai bergabung. Anak dari orangtua Katolik,  Republikan. Kelompok yang ingin bersatunya Irlandia dan memisahkan diri dari Kerajaan Inggris.

Aktivitas politik Price bersaudara semakin meningkat risiko keamanannya. Mulai terlibat bersama Gerry dalam aksi perampokan beberapa bank. Ibu mereka, yang sudah terlibat aktif lebih dari 20 tahun di “bawah tanah” pun mulai mengingatkan risiko keterlibatan mereka. Namun tak sepenuhnya melarang. Ayah Dolours terlibat pemboman di Coventry, UK ketika mereka berusia 6 tahun. 

Tentara Inggris (UK) berbaret hijau mulai sering menggerebek rumah-rumah penduduk untuk menawan para aktivis. Ayah mereka pun dicari dengan cara kasar memasuki rumah. Namun sudah melarikan diri ke wilayah selatan. Menyeberang perbatasan, dimana sudah bukan lagi wilayah hukum UK. Aman.

Price bersaudara, Dolours Price (kakak) dan Marian Price (adik), mulai menawarkan diri ke kelompok aktivis untuk bisa terlibat lebih aktif dalam aksi perlawanan. Keputusan Big Lad (Pemimpin Besar) IRA, Gerry Adams, menjadi acuan para aktivis. Dan akhirnya mereka pun disumpah sebagai anggota IRA. Brendan Hughes adalah pimpinan kompi yang membawahi Price bersaudara.

Dolours (kiri) dan Marian (kanan)

Aksi bersenjata berikutnya yang melibatkan Dolours dan Marian adalah pembebasan anggota IRA, tawanan Inggris, dari rumah sakit. Melibatkan juga Gerry Adams di belakang layar dan Brendan Hughes sebagai pimpinan lapangan. Terjadi beberapa korban jiwa aparat rumah sakit. Price bersaudara pun mulai menjadi target penangkapan aparat keamanan Inggris. Terkenal. 

Tingkat kepercayaan pimpinan IRA terhadap Price bersaudara pun semakin meningkat. Gerry membentuk unit khusus rahasia “The Unknown”, yang mempekerjakan Price bersaudara. Dipimpin oleh Pat. Orang kepercayaan Gerry. Tugasnya adalah mengantar mereka yang dianggap pengkhianat, menyeberangi perbatasan Irlandia Utara untuk dihukum mati oleh petugas IRA lainnya.

Pengkhianatan atau mata-mata untuk kepentingan Inggris semakin sering terjadi. Termasuk Kevin McKee (Beaky) dan Seamus Wright dari Unit Brendan yang terpaksa juga harus dieksekusi mati. Tragis. Salah satu korban eksekusi adalah seorang ibu, Jean McCoville.

Dolours dan Marian mulai bosan dan merasa kurang berkontribusi dengan aktivitas membawa target eksekusi mati. Dan berinisiatif untuk melakukan pemboman gedung pemerintahan. Disambut positif oleh Gerry dan Brendan. Penyelundupan bahan peledak mulai dibawa masuk ke Belfast oleh mereka berdua. Terlibat aktif dalam pemboman sebagai pelaku utama.

Dolours dengan wakilnya, Marian, memimpin misi pemboman di empat lokasi di London. Menggunakan bom mobil. Setiap mobil berisikan 90 kg amonium nitrat. 

Kembali pengkhianatan terjadi. Rencana bom mobil pun bocor ke kepolisian London. Dua bom mobil meledak dari empat bom terpasang. Price bersaudara ditangkap di bandara ketika akan pulang ke Belfast.

IRA memasang 150 bom pada tahun 1970. Total terpasang hingga 1972 sebanyak 1.000 bom, dengan tujuan untuk membunuh tentara dan polisi Inggris sebanyak mungkin. Tahun 1972 menjadi tahun penuh kekerasan. Gerry seharusnya bertanggungjawab penuh terhadap seluruh wilayah West Belfast (dalam film ini), karena dia selalu mengatakan bahwa banyaknya korban jiwa akan semakin mendekatkan kesuksesan misi IRA.

Jawaban menarik Dolours ketika turun dari mobil tahanan dan ditanya wartawan tentang penyesalannya atas tindakan pemboman, “Apakah pasukan kalian (IRA) menyesali anak-anak yang mati ditembak pada saat Bloody Sunday?”. “Apakah pemerintah kalian menyesali teror penjajahan 800 tahun?”. Mereka dipenjarakan di Timah Tanam Brixton. 

Dalam penjara, mogok makan dilakukan oleh Price bersaudara. Gagal. Karena makanan cair selalu dimasukkan secara paksa oleh petugas kesehatan, melalui pipa yang masuk ke tenggorokan.

Usia 30 tahun, Dolours, juga adiknya, Marian, dipindahkan ke Penjara Wanita Armagh, Irlandia.

Setelah 8 tahun dipenjara dan bebas, mereka merasa sudah saatnya mengekang diri untuk melakukan perjuangan di garis depan. 

Mulai mendapatkan permintaan bantuan dari IRA untuk menyelundupkan bahan peledak di pelabuhan, Semtex.

Mulai tahun 1982 hingga 1993, kasus kekerasan bersenjata banyak terjadi. Dolours manikah dengan Stephen, aktor theater. 

Keteguhan sikap Marians terhadap pilihan tindakan yang telah diambil, dinyatakan saat berdialog dengan Dolours, “I’ve confidence in my sense of judgement”. Justru saat Dolours terkesan meragukan sikap sendiri.

Gerry Adams

Banyak terpasang poster Gerry Adams di berbagai tempat, menjadi target penangkapan oleh tentara Inggris. Namun karena Irlandia Utara sebelah barat adalah wilayah penduduk Katolik simpatisan IRA, maka Gerry aman dalam lindungan penduduk disana. Situasi sosial politik di wilayah ini digambarkan dalam film ini begitu mencekam bagi warga setempat. Namun, kesediaan warga untuk melindungi para pejuang begitu tinggi. Dengan cara senyap tentunya.

Pernah di suatu kesempatan, Gerry tertangkap sedang berada di rumahnya. Namun dilepaskan karena adanya perintah Menteri Dalam Negeri Inggris untuk keperluan negosiasi politik Inggris dengan IRA. Dan gencatan senjata pun diberlakukan. 

Beberapa hari kemudian, terjadi negosiasi perdamaian antara 6 orang Dewan Pimpinan IRA dengan pemerintah Inggris yang diwakili Mendagri dan beberapa aparatnya di London Tengah. Permusuhan telah terjadi sejak 1921. Kepala staf IRA, Sean McStiofain yang juga turut hadir dalam negosiasi meyakini bahwa acara tersebut adalah sebuah jebakan. Dalam pernyataannya di forum tersebut, Sean dengan tegas meminta supaya Inggris: 

  1. menarik seluruh pasukannya dari negara terjajah, Irlandia, dan 
  2. memohon maaf kepada warga Irlandia sebelum Senin, 10 Juli 1972. 

Negosiasi gagal. Korban kekerasan pun semakin bertambah.

Tahun 1981, Gerry mencalonkan diri menjadi anggota Parlemen. “Politik dan perjuangan bersenjata jalan bersama”, ucap Gerry ke Dolours.

Wawancara dalam rangka pemilihan anggota parlemen dengan stasiun televisi, Gerry Adams menyatakan dengan jelas bahwa dirinya tidak pernah menjadi anggota IRA. Pernyataan yang membuat kecewa para anggota IRA. Termasuk Brendan, yang pernah merasakan penjara bersama Gerry dalam kasus pemboman.

Ucapan Gerry kepada Brendan untuk membenarkan pernyataannya yang mengingkari dirinya sebagai anggota IRA, “.. everything I do, I’m doing to win the war”. Khas politikus.

Gerry menyangkal keterlibatan dirinya dalam penculikan Jean McCoville. Ibu dari 10 orang anak, yang ditinggal ayahnya.

Saat bertemu pastor di persembunyian, Gerry mengatakan, “some of the lRA think my willingness to negotiate is tantamount to treason”. Menurut pastor, IRA belum meraih kesuksesan seperti yang diperkirakannya. Lanjut pastor, “Peace doesn’t come without cost”.

Menurut Dolours, Gerry menitipkan konsep perdamaian yang rapuh, melalui pastor (Gereja) untuk rival politiknya. 

Gerry sempat diinterogasi di kepolisian berdasar rekaman Project Belfast. Konsisten menolak sebagai anggota IRA. Lolos tanpa tuduhan karena sumber berita dianggap beropini tanpa bisa memberikan bukti dan konfirmasi. Berhubung semua sumber berita yang ada dalam tape sudah meninggal semua, sesuai perjanjian untuk publikasi cerita.

Tanggal 10 April 1998 terjadi kesepakatan antara Irlandia dengan Inggris, dikenal sebagai The Good Friday Agreement atau Belfast Agreement. Kesepakatan yang menghentikan konflik The Troubles di Irlandia Utara sejak 1960an.

Wawancara peristiwa 1994

Dolours kembali ke Dublin. Perkawinannya runtuh. Dan ketagihan obat penenang. 

Ketika berada di Belfast, Dolours dan Marian melihat berita tv bahwa telah disepakati penghentian operasi bersenjata. Dan Inggris menganggap Sinn Fein sebagai Partai Politik yang sah. Penarikan sebagian pasukan Inggris dan penonaktifan angkatan bersenjata IRA. “Fuckin surrender .. Inggris harus menarik keluar semua pasukannya. Ini kembali ke titik nol, 30 tahun yll”, menurut pendukung IRA. Gerry mesti bertanggungjawab. Menurut Brendan, “He (Gerry) sold us out”. Dolours pun mengeluh kepada Marians, “Do you ever get the feeling it was all for nothing?”.

Pernyataan Dollours ketika menafsirkan tujuan politik Gerry, ke pewawancara, “If Ireland is ever to be at peace, there’s a price to be paid. Our silence”

“.. talking gets us nowhere”, ucapan Marians menyemangati kakaknya untuk “beroperasi” kembali.

Marian ditangkap di rumahnya dan ditahan di penjara Maghaberry. Dituduh terlibat membantu pengadaan handphone untuk keperluan rencana penembakan aparat pemerintah. Namun gagal dan terjadi korban sampingan, kurir Domino.

Dolours ditemukan tewas di tempat tidur oleh anaknya. Karena over dosis obat penenang.

Jean McConville

Wawancara radio terhadap Helen McConville tentang penculikan ibunya 7 Desember 1972, 25 tahun yll. oleh 10 orang anggota IRA. Wawancara ini memicu beruntun munculnya pengakuan hilangnya 9 anggota keluarga. Diduga, IRA pelakunya.

Gerry menemui Helen untuk menjanjikan investigasi dan upaya penemuan jasad ibunya, Jean McConville. Ditemukan di Dundalk, pantai Co Louth, Irlandia tahun 2003. Dolours dan Marian yang membawanya melintasi perbatasan, tahun 1972. Atas perintah pimpinan Unit Khusus, Pat.orang kepercayaan Gerry Adams.

Film ini menyajikan tuduhan bahwa penembak Jean McConville adalah Marian. Betulkah? Bukankah Dolours sudah meminta pewawancara untuk off the record?

Dalam wawancaranya dengan wartawan, Dolours memastikan bahwa Jean McConville adalah mata-mata Inggris. Betulkah?

Tahun 1999 Inggris dan Irlandia membentuk komisi untuk menemukan dan mengambil jasad mereka yang dibunuh selama peristiwa The Troubles (masa konflik Irlandia Utara). Apakah ditemukan?

Pertanyaan-pertanyaan diatas akan terjawab di akhir film. Selamat menikmatinya.

Komentar dan Rekomendasi

Ini film bagus untuk melihat perjuangan IRA dalam membebaskan Irlandia Utara dari Inggris Raya. Meskipun gagal menurut anggapan anggota IRA militan. Tetap ada kemajuan capaian walaupun tak sesuai dengan harapan untuk membebaskan Irlandia Utara. Good Friday agreement memungkinkan “pembagian kekuasaan” antara unionis dan loyalis, dalam mengelola Irlandia Utara. Namun melihat keseluruhan film, sebagai hasil wawancara terhadap mantan pejuang IRA, bisa disimpulkan bahwa Say Nothing sebetulnya dimaksudkan sebagai penyangkalan terhadap citra kepahlawanan Gerry Adams.

Puluhan tahun IRA berjuang dengan senjata dibawah pimpinan Gerry Adams dari “bawah tanah”, tiba-tiba misi perjuangan berbelok untuk mencapai perdamaian. Alias kembali ke “titik nol” menurut para militan IRA. Lalu, untuk apa semua korban jiwa dan cedera itu semua? Perjuangan dengan jalan kekerasan dan upaya perdamaian, keduanya dibawah kepemimpinan orang yang sama, Gerry Adams. Kegagalan itu lazim terjadi. Yang tak lazim adalah pengingkaran Gerry Adams bahwa dirinya tak pernah menjadi anggota IRA. Bahkan dalam filmnya, kalimat dibawah ini selalu muncul di setiap penutup episode: Gerry Adams has always denied being a member of the IRA or participating in any IRA-related violence.

Bisa dimaklumi betapa kesalnya mereka yang sudah berjuang menjual nyawa di bawah kepemimpinannya. Ternyata, perjuangan itu ada titik batas untuk berhenti. Dan berbelok arah tujuan, sangat mungkin terjadi. Oleh karenanya, mitigasi kekecewaan massa, perlu kiranya dipersiapkan sejak awal. Barangkali …

Tautan

  1. Funeral of Jean McConville’s son Billy takes place in west Belfast
  2. The Irish Story
  3. Belfast Project
  4. Where is Marian Price now?
  5. Adams had reputation of being in IRA Army Council, ex-attorney general says
  6. Bobby Sands died 35 years ago today: how The Irish Times covered the news

Read Full Post »