Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘oceania’

Slogan Partai:

Who controls the past, controls the future. Who controls the present, controls the past. The party controls all human memories. 

George Orwell

Kembali ingat beberapa tahun lalu, membaca karya George Orwell, “Animal Farm” yang begitu kelam. Meskipun cukup jenaka, karena semua pelakunya adalah binatang. Simbol-simbol kehidupan masyarakat dibawah kekuasaan pemerintahan totaliter. Kini kembali tersaji novel distopia politis olehnya yang lebih gelap mencekam, “1984”. Masih hal yang sama, kritik terhadap Totaliterisme.

Novel karya Orwell ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris tahun 1949. Diterjemahkan oleh Landung Simatupang. Dan diterbitkan ulang dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Bentang setebal 397 halaman. Edisi pertama terbit tahun 2003, dan hingga saat ini sudah mencapai edisi ke-8, 2024.

George Orwell adalah nama pena dari penulis kenamaan berkebangsaan Inggris,  Eric Arthur Blair (25 Jun 1903 – 21 Jan 1950). Seorang novelis, jurnalis BBC di era PDII, kritis terhadap totaliterisme, sekaligus pendukung sosialis demokrat.

Waktu

Pembungkus pesan anti totaliterisme Orwell berada dalam alur cerita berlatarbelakang perang di tahun 1984. Itu adalah cerita futuristik atau fiksi masa depan, karena novel ini diterbitkan tahun 1949. 

Cukup berat pesan yang ingin disampaikan Orwell kepada pembaca. Perlawanan terhadap totaliterisme. Penjajahan terhadap kebebasan berpikir, berpendapat, berbicara, berkumpul dan segalanya yang berbeda dengan maksud penguasa. Untuk itu, alur cerita kelam perlu disajikan olehnya. Berbagai tindak pengawasan dan kekerasan hukuman sering sulit terbayangkan bila hanya melalui cerita saja. Brutal. Pengalaman hidup dan kekayaan literasi pembaca akan sangat membantu untuk memahami novel ini.

Film 1984 berdasar novel dengan judul yang sama, cukup membantu visualisasi novel ini. Film hitam/putih produksi 1954 ini disutradarai oleh Michael Radford. Dibintangi oleh John Hurt (Winston Smith) dan Richard Burton (O’Brien).

Tokoh Utama

  1. Winston Smith (39 tahun), bekerja di Ministry of Truth. Bertugas mengubah dan memanipulasi catatan sejarah, artikel berita dan berbagai dokumen, sehingga sesuai dengan propaganda resmi yang dipublikasikan oleh Partai.
  2. Julia: pacar Winston, bekerja di Ministry of Love. Bertanggungjawab untuk penegakan hukum dan penyiksaan.
  3. O’Brien: Pejabat tinggi di Ministry of Truth. Loyalis partai (Inner Party). Bertanggungjawab terhadap pembentukan dan pelaksanaan doktrin Partai, serta “re-edukasi” atau pencucian otak bagi individu yang tidak setia, termasuk Winston.

Wilayah

  1. Eurasia terdiri atas seluruh bagian utara dan massa daratan Eropa dan Asia, mulai dari Portugal sampai Selat Bering. 
  2. Oceania terdiri atas kawasan-kawasan Amerika, pulau-pulau Atlantik yang meliputi Kepulauan Inggris, Australasia, dan bagian selatan Afrika. 
  3. Eastasia, yang lebih kecil daripada keduanya dan wilayah perbatasan di sebelah barat kurang tegas, terdiri atas Tiongkok dan negeri-negeri di sebelah selatannya, Kepulauan Jepang, dan sebagian dari Manchuria, Mongolia, dan Tibet yang luas, tetapi selalu berfluktuasi.

Perang Oceania vs Eurasia di awal cerita. Bergeser menjadi perang Oceania – Eastasia di akhir cerita.

Politik

Struktur kekuasaan masyarakat bisa digambarkan sbb.: Puncak tertinggi dalam piramida kekuasaan bangsa Oceania adalah: Big Brother. Pimpinan partai penguasa berideologi IngSoc (English Socialism). Poster wajahnya banyak terpampang di berbagai dinding. Di dalam maupun di luar bangunan. Seolah mengawasi setiap pikiran, ucapan dan gerak-gerik rakyatnya. “BIG BROTHER IS WATCHING YOU”, tertulis di posternya.

Big Brother is infallible and all-powerful. Every success, every achievement, every victory, every scientific discovery, all knowledge, all wisdom, all happiness, all virtue, are held to issue directly from his leadership and inspiration. 

Namun tak seorangpun pernah melihat sosok aslinya. Big Brother adalah simbol personalitas partai sosialis bagi dunia.

Dibawah Big Brother adalah Inner Party. Diperkirakan jumlah anggotanya mencapai 6 juta, atau setidaknya 2% dari populasi Oceania. Dibawah Inner Party adalah Outer Party. Jika Inner Party adalah otak pemerintahan, maka Outer Party bisa dianggap sebagai tangan pemerintah. Struktur paling bawah adalah Prole (Proletar). Berjumlah 85% dari populasi. 

“Every record has been destroyed or falsified, every book rewritten, every picture has been repainted, every statue and street building has been renamed, every date has been altered. And the process is continuing day by day and minute by minute. History has stopped. Nothing exists except an endless present in which the Party is always right.”

Bahkan kebenaran sejarah pun ditentukan oleh Partai, termasuk negasi terhadap fakta adanya perang Oceania – Eurasia. Menurut Partai, kenyataan ada dalam pikiran. Oleh karenanya muncul slogan Partai:

Who controls the past, controls the future. Who controls the present, controls the past. The party controls all human memories. 

Meskipun situasi kehidupan kelam masyarakat dalam pemerintahan totaliter tergambar sejak awal hingga akhir novel ini, namun lebih rinci tentang HOW dan WHY praksis ideologi IngSoc (English Socialism), banyak digambarkan dalam dialog O’Brien dengan Winston di Bab 3.

Penjelasan O’Brien kepada Winston tentang kepentingan Partai:

We are not interested in the good of others; we are interested solely  in power. Not wealth or luxury or long life or happiness: only power, pure power.

Menurutnya, Nazi Jerman dan Komunis Rusia sangat mirip dengan ideologi partai penguasa di Oceania, IngSoc (English Socialism), dalam hal metode, tetapi keduanya tidak pernah punya keberanian untuk mengakui motifnya sendiri. Mereka berpretensi bahwa terpaksa merebut kekuasaan untuk sementara saja, dan bahwa sebentar lagi akan sampai ke suatu firdaus tempat manusia hidup dalam kebebasan dan kesetaraan.

Menurut O’Brien, “We know that no one ever seizes power with the intention of relinquishing it. Power is not a means, it is an end. One does not establish a dictatorship in order to safeguard a revolution; one makes the revolution in order to establish the dictatorship”.

Kisah

Awal kisah berlatarbelakang perang Oceania vs Eurasia. Winston Smith (39 tahun), pekerja di Ministry of Truth, tak berdaya. Merasakan pemerintahan yang tidak adil, tidak bebas, tidak setara, tidak terbuka, tidak jujur dll. Tidak demokratis. Sewenang-wenang.

DOWN WITH BIG BROTHER adalah spirit Winston pada awalnya. Dan Emmanuel Goldstein, menjadi tokoh panutannya. Dia dianggap sebagai tokoh perusak kemurnian ideologi Partai. Segala kejahatan berkategori kriminal terhadap Partai, ada pada dirinya. Sebut saja, pengkhianatan, penyimpangan, sabotase, ajaran sesat, semuanya muncul dari dirinya.

Proses pengawasan hingga interogasi menjadi inti cerita. Suasana represif oleh kediktatoran kekuasaan tergambarkan sangat mencekam. Tentu, tak semua aparat pemerintah adalah loyalis ideologis.

Bagaimana kelamnya alam totaliter terlihat dari metoda pengawasan. Digambarkan bahwa proses berpikir pun bisa terdeteksi oleh Penguasa melalui Thought Police. Nothing is ever hidden from Thought Police. Rasa curiga diantara sesama dibangun oleh Penguasa. Dan teknologi pengawasan pun terpasang dimana-mana. Telescreen.

Bahkan kisah cinta Winston – Julia pun terpaksa berakhir tragis ditangan O’Brien karena, They are afraid of love, because love makes a world they can’t control. And it’s a world worth taking risks for. 

Interogasi melalui penyiksaan fisik dan mental sangatlah brutal. Bahkan film 1984 pun tak cukup mampu memvisualisasikannya.

Status loyalitas Winston teramati oleh pemerintah. Ditangkap dan ditahan. Bagaimana ujung kisah Winston dalam cengkeraman Totaliter? Bisakah dia bertahan dengan idealismenya? Silahkan membacanya.

Rekomendasi

Konsistensi Orwell dengan sikapnya yang anti Totaliterisme jelas terlihat menjadi misi utama dalam novelnya “Animal Farm” dan “1984” (belum baca karya lainnya).

Supaya lebih memahami pesan Orwell, disarankan untuk membaca versi bahasa Inggris sebagai acuan. Banyak terminologi English Socialism (Newspeak) yang terasa aneh saat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Penulis membaca versi Indonesia dan Inggris. Film 1984 sangat membantu untuk dapat menafsirkan pesannya.

Penulis ‘beruntung’ terlahir di era Orba, sehingga sempat merasakan nuansa totaliter kala itu, dan bisa membayangkan betapa kelamnya suasana dalam novel ini. Akan membantu pemahaman dialog O’Brien – Winston, bila literatur terkait pemerintahan totaliter bisa dinikmati lebih dulu sebelum membaca novel ini.

Sangat direkomendasikan untuk membacanya. Link ini mungkin bisa menjadi alasan kuat untuk menikmatinya. Dan cobalah renungkan setelahnya, untuk kemudian bandingkan dengan situasi politik saat ini, dimanapun pembaca berada. Selamat membaca.

Tautan:

  1. Nineteen Eighty-Four – Wikipedia
  2. Political geography of Nineteen Eighty-Four – Wikipedia
  3. The Theory and Practice of Oligarchical Collectivism – Wikipedia
  4. The Revolution Betrayed – Wikipedia
  5. Book Review: 1984 by George Orwell
  6. Sembilan Belas Delapan Puluh Empat
  7. 1984 George Orwell Full Movie ORIGINAL and Best version

Read Full Post »