Feeds:
Pos
Komentar

GA240 yang nerangkat 14:25, mendarat di bandara Ahmad Yani, Semarangpada jam 16:00. Menggunakan taksi bandara, toyota limo putih, seharga Rp. 415.000, siap berangkat menuju Pekalongan yang berjarak 102 Km. Keluar bandara sedikit padat di jalan utama hingga kira-kira meter 500. Ramai kendaraan pribadi, juga truk penuh muatan di jalan tambal-sulam bergelombang, cukup berbahaya bila kecepatan tinggi. Jalan dua arah dg pembatas berm selebar 0,5-1 m beeriang listrik di tengahnya, masing-masing cukup dua lajur tanpa garis putih pembatas di antaranya. Masih ada tanah terbuka selebar kira-kira dua meter di pinggir jalan cukup untuk truk parkir. Pohon cukup rindang di pinggir jalan sehingga melindungi terik matahari menembus jendela mobil.

Perjalanan ke arah barat disore hari ternyata tidak nyaman, apalagi pada bulan Desember, saat matahari berada di lintang selatan 23•30′, sehingga sinarnya tepat masuk dari jendela kiri mobil. Persawahan terlihat di kanan-kiri jalan di sela-sela bangunan rumah di antara Mangkang-Kendal. Sepertinya sedang mulai ‘tandur’ atau masa tanam karena terlihat bongkahan tanah segar persawahan bekas dibajak. Plat nomor jendaraan yang lalu-lalang sangat bervariasi, H, G, AD, B, E, mungkin karena ini jalan utama pantai utara Jawa, Sby-Jkt sekaligus musim liburan akhir tahun.

Jam 17:15 Alas Roban masih cukup rindang walaupun lebih terbuka dibanding 25 tahun yang lalu, dengan banyak warung kecil jual kelapa hijau dan truk parkir di sepanjang jalan. Mungkin kalau diatur dengan serius, bersih, rapi dan aman, pasti akan menarik dan nyaman untuk istirahat dalam perjalanan jauh.

Setelah keluar dari hutan Alas Roban, kemudian melewati pasar Subah, maka kira-kira 10 menit berikutnya, akan tetlihat jelas dari jarak 100 m, di Km 24 ke Pkl, baliho besar berwarna kuning yang sangat menyolok disebelah kiri jalan, ‘Sate Kambing Subali’. Cocok bagi para penggemar sate kambing.

Tepat menjelang Magrib 17:45, taksi masuk hotel Sahid Mandarin di kawasan rekreasi Dupan, sebelum masuk kota Pekalongan, dan lebih dekat ke kota Batang. Lokasi hotel Sahid yang digambarkan oleh Google Map berada dalam kota Pekalongan, ternyata salah. Jadi bila anda menginginkan hotel yang berada dalam kota Pekalongan, sebaiknya pilih yang lain, salah satunya hotel Horison, yang berada dekat setasiun kereta api.

Manusia Normal

Normal sering juga disamakan dengan ‘kebanyakan’, artinya hanya masalah distribusi sample, atau bukan soal baik/buruk apalagi betul/salah. Mengingat kodrat manusia itu berbeda, unik, atau tidak ada kembar identik 100%, maka pasti ada manusia yang berada diatas/dibawah garis normal, bahkan tanpa batas varian. Jadi, mengapa harus memaksakan diri menjadi normal?

Bengis

Uuuhh … begitu semangatnya kalian menuduh memaki menghina mengutuk dia yang terhukum, bahkan seolah ingin membasmi dan meluluh-lantakkan keluarga dan kelompoknya. Tak pernahkah terlintas atau terpikir bahwa tautan politik atau ketidak-cerdikan manusia mgk saja terlibat didalamnya?

Lalu, kenapa sekarang menista para hakim ketika junjunganmu mendapat vonis berat karena kejahatan yang sama,  korupsi? ‘Pengadilan tidak adil, dholim, politik uang..’ teriakmu, dengan mata melotot dan tangan terkepal. Bengis.

Kejahatan jelas harus dihukum, apalagi dilakukan oleh pejabat pemerintah, sebagai pimpinan rakyat yang semestinya tahu norma hukum. Namun, tak perlulah sampai mencaci-maki hanya karena beda kelompok, keyakinan atau ideologi.

image

Makan malam di resto Chef Chan yang berada di dalam sayap kanan gedung Museum Nasional Singapura, santai dan mengesankan.

Bangunan tua museum berwarna putih kokoh dikelilingi lapangan rumput luas itu tampak bersih rapi dan penuh sinar kuning terang, tercurah dari lampu sorot ribuan watt di taman, juga dari lampu gantung kristal dalam gedung yang menerobos jendela besar tertata rapi, memanjakan mata bagi yang suka bangunan tua. Mengingatkan Pintu Seribu di Semarang dan Kota Tua Jakarta. Sayang, keindahan cahaya kuning gedung sedikit terganggu dengan cahaya putih neonsign board berlogo Chan’s Chef di depan tangga masuk resto.

Menurut kawan yang menemani, museum ini dulu penuh dengan benda-benda bersejarah dari berbagai negeri tetangga, sekarang benda berharga tersebut telah banyak dikembalikan ke negara masing-masing sehingga terasa lengang, ruang tersisa. Bagian depan gedung utama juga ditempati sebuah restoran, terlihat rak di dinding penuh wine terlihat dari taman luar jendala, rapi. Nuansa klasik sangat terasa dalam gedung tua ini. Nyaman.

Malam itu kami dijamu berbagai makanan Kanton yang lezat, yang dihidangkan secara berurutan oleh para pelayan resto berkostum China. Terhidang di atas alas putih meja kotak berkursi delapan, masing-masing enam mangkok kecil berisi beberapa sambal, saos, cabai merah kecil, cabai merah besar, abon teri, kecap asin, juga cangkir kecil berisi teh tawar panas siap menyambut hidangan.

Pertama muncul satu mangkok sup bening panas bermacam jamur, disusul dengan menu kedua, sup ikan Cod segar putih tebal dengan kuah bening dan potongan daun bawang kecoklatan yang makin nikmat dengan tambahan kecap asin dan potongan cabe merah kecil. Tak lupa teh hangat melarutkan rasa di lidah. Dengan sigap pelayan resto menarik mangkok kosong dan meninggalkan sendok di meja serta menggantinya dengan hidangan ketiga berupa piring kecil berisi Sauteed Beef bersaus black pepper. Daging manis empuk tanpa lemak dan mudah dipotong, jadi menu andalan resto ini. Super lezat. Begitu habis, langsung digantikan menu keempat dengan mangkok kecil berisi satu daging gempal kepiting Srilanka, berkuah kuning dengan serpihan lembut daging kepiting. Uhh nikmat… Sambil ngobrol disela resapan teh tawar hangat isi-ulang, muncul santapan kelima, yaitu piring kecil berisi daging ayam empuk berkulit kering mudah lepas dan berkecap manis gurih, Crispy Roasted Chicken. Menu andalan kedua yang hampir mirip menu bebek panggang di resto Duck King Jakarta. Super lezat lagi.. Piring ditarik, muncul menu keenam, hidangan berat dalam mangkok kecil berisi nasi goreng Singapore, kuning pucat lepas (tidak pulen).. gurih enak tapi perut mulai full.. dan terakhir adalah penghibur lidah ketujuh berupa mangkok kecil berisi puding manis bertabur potongan kecil strawberry dan mangga mengkal asam. Wuihhh… full…

Karya seni penggores lidah.. sambil mengangkan tangan kanan dan menutupkan telunjuk ke jempol serta mengangkat tiga jari sisanya di depan bibir… Lazisss…

10 Ciri Pejabat Kita

1. Datang selalu telat, bahkan diacara tidak resmi sekalipun
2. Menebar senyum di depan publik tetapi angkuh terhadap bawahan
3. Kalau ngobrol sambil berdiri dg kolega tak perduli liyan, walapun bikin macet pintu masuk
4. Handphone di tangan, kacamata dan tas di asisten yang jalan di belakang
5. Bicara hanya normatif dan selalu marah bila diingatkan hal detail
6. Fungsi koordinasi sll ditekankan dan keputusan didelegasikan
7. Sukses adalah pimpinan, gagal adalah bawahan
8. Menarik sumbangan dari pengusaha disetiap acara resmi ataupun personal
9. Ada yang menarikkan mundur kursi saat mau duduk
10. Jalan depan mobil pejabat harus dikosongkan dg bantuan mobil/moge polantas yg bersirine

Pongah

Nilai Kekuasaan dan Uang sejak dulu kala memang begitu tingginya di mata sebagian banyak orang. Bedanya, bila jaman Romawi dulu hanya kaum bangsawan dan pedagang yang mengagungkan kedua nilai tersebut, maka saat ini masyarakat terdidik kota atau kelas menengah atas yang seharusnya mampu berpikir dan bersikap kritis justru turut terjerumus mengagungkan kedua nilai tersebut. MengAGUNGkan dalam hal ini berarti merendahkan nilai-nilai lainnya, seperti sosial, budaya, moral, bahkan agama sekalipun. Menyedihkan…

Gak ngerti ttg kebijakan pangan.. Knp justru Indonesia tdk berpihak ke India, yg menentang pembatasan subsidi utk kepentingan keamanan produksi pangan rakyatnya? India menuntut peningkatan subsidi pangan dari 10% ke 15% dalam jangka waktu yang tidak terbatas demi ketahanan pangan bangsanya, sementara Indonesia sudah cukip puas dengan mendapat kesempatan memberi subsidi pangan selama 4 tahun. Loh.. setelah itu kl harga pangan mahal krn produksi pangan domestik tidak mencukupi kebutuhan… gimana??

Apa Negeri kita tdk bakal kebanjiran impor pangan, kl subsidi nt dihentikan? Beras, jagung, kedelai bakal impor semua…ada yg bisa bantu jelasin?

Tariff Rate Quota (TRQ) dan Export Competition mungkin dianggap kompensasi yg menguntungkan buat Indonesia sbg konsekuensi diterimanya pembatasan produksi pangan dan lamanya waktu subsidi.

Petani bakal megap-megap dan harga pangan terbang tinggi… dompet bocor, perut menjerit… kerusuhan lagi… hadeuh..

Bukanlah Budaya, Geografi atau Pengetahuan yang menyebabkan suatu bangsa menjadi kaya atau miskin, melainkan KEMAUAN, SEMANGAT dan KERJA-KERAS para PEMIMPIN dan RAKYATnyalah yang menentukan. Silahkan baca selanjutnya …

Why Nations FailJudul: Why Nations Fail

Sub Judul: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty

Penulis: Daron Acemoglu, James A. Robinson

Tebal Buku: 549 halaman

Penerbit: Crown Business, New York

Tahun: 2013

Buku ini menyajikan perbedaan-perbedaan besar, dalam hal keberhasilan dan kegagalan, antara bangsa-bangsa di negara-negara kaya, seperti AS, Inggris dan Jerman, dengan negara miskin di sub-Sahara Afrika, Amerika Tengah dan Asia Selatan.

Acemoglu dan Robinson (A&R) menawarkan sebuah teori sederhana untuk menjawab pertanyaan mengapa suatu negara lebih sejahtera dibanding dengan negara lain, walaupun berdasar sejarah, budaya, geografi maupun etnis sangat mirip. Teori tersebut dimaksudkan untuk memetakan perkembangan politik dan ekonomi dunia sejak Revolusi Neolithic. Menurutnya, teori yang dipergunakan harus mampu untuk fokus menganalisis pada berbagai fenomena yang mirip, dan bisa dianggap sukses bila teori tersebut berguna dan mampu menerangkan secara empiris dan membumi, dari sebuah rangkaian proses sejarah, termasuk  juga melakukan klarifikasi terhadapnya.

Teori A&R bekerja dalam dua tahap yaitu, pertama, perbedaan antara ekonomi ekstraktif dan inklusif, dan institusi-institusi politik; dan kedua adalah penjelasan mengapa institusi inklusif terjadi di beberapa negara dan tidak di tempat lain. Sementara tahap pertama teorinya tentang sejarah interpretasi institusional, tahap keduanya tentang bagaimana sejarah dapat membentuk proses institusional suatu bangsa.

Sebagai pembuka dalam bukunya, penulis menyajikan tantangan kritis berupa data tentang kesuksesan ekonomi AS. Rata-rata masyarakat AS lebih kaya tujuh kali lipat daripada kekayaan masyarakat Mexico, dan lebih dari sepuluh kali lipat dari kekayaan bangsa Peru atau America Tengah, atau duapuluh kali lipat dari masyarakat di sub Sahara, Africa. Bahkan hampir empatpuluh kali lipat dari kekayaan masyarakat di negara-negara miskin Africa, seperti Mali, Ethiopia, dan Sierra Leone.

Ada tiga hal yang pada umumnya dipergunakan sebagai alasan bahwa suatu bangsa menjadi miskin atau kaya, walaupun fakta menunjukkan hal yang berbeda, yaitu:

  1. Geografi
  2. Budaya
  3. Pengetahuan

1. Geografi

Montesque menyatakan bahwa bangsa yang berada di wilayah tropis cenderung menjadi bangsa pemalas yang berujung pada kegagalan ekonomi atau kemiskinan. Diapun berspekulasi bahwa seandainyapun muncul seorang pemimpin di wilayah tropis, maka akan bersikap sebagai penguasa diktator.

Teori bahwa negara-negara di wilayah tropik cenderung miskin, juga spekulasi Montesque di atas, telah terbantahkan dengan bukti begitu cepatnya pertumbuhan ekonomi di Singapura, Malaysia, dan Bostwana, yang berada di wilayah tropis. Namun demikian, masih juga ada yang menganggap bahwa iklim suatu wilayah mempunyai kaitan tidak langsung terhadap kegagalan ekonomi, karena:

  1. Penyakit tropis seperti malaria berkaitan dengan tingkat produktifitas
  2. Lahan tropis bukan lahan yang produktif/subur

Kesimpulan kedua hal tersebut tetap sama, bahwa negara di wilayah iklim sejuk relatif lebih memungkinkan untuk menjadi negara kaya daripada negara-negara di wilayah tropis atau subtropis.

Nogales, suatu wilayah yang terbelah oleh perbatasan Mexico dan Amerika Serikat menjadi bukti bahwa perbedaan kesuksesan ekonomi bukanlah karena geografi, iklim atau penyakit tetapi karena dikuasai oleh dua negara yang berbeda, yaitu Mexico dan Amerika Serikat. Demikian juga dengan fenomena perbedaan kesuksesan ekonomi antara Korea Selatan dengan Korea Utara, atau Jerman Barat dengan Jerman Timur (sebelum runtuhnya Tembok Berlin).

Sejarah lebih jauh menunjukkan bukti bahwa kemakmuran pernah terjadi di berbagai wilayah tropis pada jaman pra-modern seperti Ankor di Myanmar, Vijayanagara di India Selatan, Aksum di Ethiopia, Mihenji Daro dan Harappa di Pakistan. Ini juga berarti tidak adanya hubungan antara wilayah tropis dengan kesuksesan ekonomi.

Penyakit tropis memang menyebabkan banyak penderitaan dan tingginya kematian bayi di Afrika, tetapi bukan berarti sebagai penyebab miskinnya bangsa Afrika. Sebaliknya, wabah penyakit lebih sebagai konsekuensi yang disebabkan oleh kemiskinan atau ketidakmauan pemerintah untuk memprioritaskan kesehatan masyarakat.

Pendapat lain tentang Geografi sebagi faktor penyebab perbedaan kemakmuran didasarkan pada anggapan bahwa tanah tropis tidaklah produktif untuk lahan pertanian sehingga menyebabkan kemiskinan. Sebaliknya, bukti menunjukkan bahwa gagalnya pertanian di sub-Sahara Afrika pada umumnya lebih disebabkan oleh struktur kepemilikan lahan pertanian dan ketiadaan insentif pertanian dari pemerintah setempat.

Buku ini juga menunjukkan bukti-bukti bahwa besarnya kesenjangan ekonomi dunia di berbagai negara, yang diawali pada abad 19, bukankah karena perbedaan kesuksesan produktifitas pertanian seperti ditunjukkan oleh Jared Diamond dalam bukunya ‘Guns, Germs and Steels’, melainkan lebih disebabkan oleh berkembangnya teknologi industri yang dimulai dari Revolusi Industri di Inggris pada tahun 1688 (the Glorious Revolution), yang dijelaskan dengan panjang-lebar dalam bab khusus di buku ini.

Akhirnya, faktor-faktor Geografi tidak cukup kuat untuk dapat menjelaskan tidak hanya terhadap perbedaan-perbedaan kemakmuran di berbagai belahan dunia tapi juga mengapa bangsa Jepang dan Cina yang begitu lama menderita namun kemudian begitu cepat mengalami pertumbuhan ekonomi pada akhirnya. Perlu teori yang lebih handal untuk menjelaskannya.

2. Budaya

Faktor kedua yang banyak dipercaya sebagai penyebab kesuksesan ekonomi suatu bangsa adalah Budaya. Sosiolog Jerman, Max Webber, meyakini bahwa Reformasi Protestan dan etika Protestan adalah kunci penyebab tumbuhnya masyarakat industri modern di Eropa Barat. Bukti tidak membenarkan hipotesis ini. Perancis dan Itali yg dominan beragama Katolik juga menunjukkan kesuksesan ekonomi, bahkan negara-negara di Asia Timur juga bisa sukses bukan karena beragama Protestan.

Banyak yang percaya bahwa kemiskinan di Afrika disebabkan oleh rendahnya ethos kerja, tingginya kepercayaan terhadap takhyul, atau tingginya resistensi terhadap teknologi Barat. Juga, bangsa Amerika Latin tidak akan menjadi bangsa kaya karena gaya hidup masyarakatnya yang mewah namun tanpa kemampuan ekonomi. Lagi, budaya Cina, Konfusius, pada umumnya dianggap berlawanan dengan semangat pertumbuhan ekonomi. Padahal, sekarang ethos kerja Cina adalah sebagai mesin pertumbuhan ekonominya, juga Hongkong dan Singapura.

Budaya bukanlah penyebab awal perbedaan kesuksesan ekonomi, melainkan sebagai konsekuensi atau akibat dari tingkat kesuksesan ekonomi.

Tingkat kriminal yang tinggi, sebagai akibat kemiskinan, di Mexico dalam hal perdagangan narkoba menyebabkan tingkat kepercayaan sosial rendah, sehingga kebudayaan dua bangsa Nogales yang terbelah oleh perbatasan Mexico-AS menjadi berbeda. Ini adalah akibat kesuksesan ekonomi yang berbeda, bukan penyebab. Demikian juga dengan perbedaan Korea Selatan dengan Korea Utara. Semenanjung Korea mempunyai sejarah panjang kebudayaan yang sama. Sebelum perang Korea, mereka mempunyai homogenitas dalam hal bahasa, etnik dan budaya. Yang menjadi masalah adalah keberadaan batas itu sendiri dimana rejim yang berbeda menyebabkan institusi dan sistem insentif yang berbeda juga.

Bagaimana dengan Afrika? Sub-Sahara Africa adalah wilayah sangat miskin dibanding wilayah lain di dunia ini, kecuali Ethiopia dan Somalia, dan penduduknya dianggap jauh terlambat menggunakan teknologi, peralatan bertani dan budaya baca-tulis hingga akhir abad 19, meskipun bangsa Eropa telah mengarungi pantai barat Afrika di akhir abad 15 dan bangsa Asia juga telah mengarungi pantai timur Afrika di masa sebelumnya. Kongo telah melakukan kontak dengan Portugis sejak 1483, dengan Mbanza sebagai ibukota yang berpenduduk 60.000 jiwa pada tahun 1500. Tahun 1491 dan 1512, Portugis gagal mendidik bangsa Kongo untuk mengadopsi penggunaan teknologi roda dan peralatan pertanian, dan lebih memilih teknologi persenjataan. Pemilihan senjata sebagai prioritas bangsa Kongo didasari keinginan untuk menjawab kebutuhan pasar yang lebih menguntungkan, yaitu menangkap dan menjual budak.

Setelah kontak dengan bangsa Eropa lebih sering dilakukan, bangsa Afrika bisa mengadopsi berbagai budaya Barat, seperti budaya baca-tulis, mode pakaian dan desain rumah. Pada abad 19, banyak masyarakat Afrika mengambil manfaat kesempatan pertumbuhan ekonomi yang dipacu oleh Revolusi Industri dengan cara merubah model produksinya. Di Afrika Barat terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi melalui ekspor minyak sawit dan kacang tanah; dan di Afrika Selatan pengembangan industri terjadi di sektor pertambangan.

Alasan utama bangsa Kongo tidak memgadopsi teknologi superior pada saat itu adalah karena tak adanya insentif dari pemerintah. Mereka menghadapi resiko tinggi akan dikenakannya sangsi atau pajak tinggi terhadap hasil produksinya oleh raja yang sangat berkuasa. Eksistensi merupakan ancaman untuk dijadikan budak oleh penguasa .

Kemiskinan akut Cina dimasa Mao juga tidak berhubungan dengan budaya Cina, tapi lebih disebabkan karena kesalahan program politik dan ekonomi Mao Zedong.

3. Pengetahuan

Kurangnya pengetahuan penguasa untuk mengatasi masalah pertumbuhan ekonomi sering dianggap sebagai salah satu faktor penentu gagalnya ekonomi suatu bangsa.

Suksesnya suatu ekonomi pasar adalah bila tersedia prasyarat kondisi dimana setiap individu atau perusahaan bebas untuk dapat berproduksi, menjual dan membeli setiap produk ataupun jasa yang diinginkan. Kegagalan ekonomi pasar adalah bila kondisi tersebut tidak tersedia. Ini berarti bahwa kemiskinan suatu negara terjadi karena mereka banyak mengalami kegagalan pasar, dan karena para pembuat kebijakan tidak mengerti bagaimana harus mengatasinya.

Ghana, dimasa kekuasaan Nkrumah mengalami penurunan ekonomi yang tajam sejak memperoleh kemerdekaannya dari Inggris. Tony Killick sebagai ahli ekonomi, dikirim oleh Inggris untuk mengevaluasi kebijakan ekonominya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan industrialisasi Ghana tidak efisien karena pembangunan pabrik sepatu berada di lokasi yang jauh dari lokasi pemasok kebutuhan dasarnya, kulit binatang. Betulkah ini sebab utamanya? Berdasar pada prasyarat ekonomi pasar, memang terjadi kegagalan karena adanya kesulitan membeli bahan dasar industri. Namun, ini hanyalah penyebab langsung, penyebab dasarnya adalah pabrik tersebut memang harus dibangun dengan alasan transaksi politik untuk mempertahankan kelangsungan kekuasaan Nkrumah, bukan untuk kepentingan kesuksesan ekonomi bangsanya, dan bukan karena kurangnya pengetahuan.

Maka jelaslah bahwa bukan masalah kurangnya pengetahuan terhadap sistem ekonomi, melainkan karena prioritasnya jauh lebih rendah daripada kebutuhan kelanggengan kekuasaannya, dengan kata lain, tidak ada kemauan politik untuk memperbaiki nasib bangsanya. Ini hal yang sering terjadi di negara-negara dengan sistem politik ekstraktif.

Di bawah ini adalah sebagian contoh dari beberapa negara yang menjadi pokok bahasan penulis.

Inggris

Perilaku kekuasaan ekstraktif juga ditunjukkan oleh kerajaan Inggris masa Elisabeth I (1558-1603). Penemuan mesin tenun oleh William Lee yang akan dipatenkan, ditolak oleh Elisabeth I, juga James I. karena dikhawatirkan akan menyebabkan terjadinya pengangguran besar-besaran yang berujung pada ketidak-stabilan politik atau goyahnya kekuasaan. Hingga abad ke-17, institusi ekstraktif Inggris sangat berkuasa, dan berhasil menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Namun pertumbuhan yang tidak akan langgeng karena tidak adanya pembaruan dan hanya untuk memenuhi kepentingan sendiri.

Sejarah Inggris penuh dengan konflik antara kerajaan dengan penentangnya, antar faksi yang berebut kuasa, juga antara elit dan rakyatnya. Pada tahun 1215, para baron berhasil memaksa raja untuk menandatangani Magna Charta, yang isinya mengubah secara prinsipiil terhadap kekuasaan raja. Salah satunya, raja harus berkonsultasi dengan para baron bila akan menaikkan pajak. Langkah awal terhadap pluralisme. Konflik terus berlangsung hingga terjadi perang ‘ the war of the roses’, antara perwakilan York dengan perwakilan Lancaster untuk meraih kekuasaan raja. Lancasfer memenangkan konflik, dan Henry Tudor atau Henry VII menjadi raja Inggris pada tahun 1485.

Fokus Henry VII adalah meningkatkan sentralisasi politik. Melucuti persenjataan istana atau demiliterisasi, yang berarti memperkuat kekuasaan pemerintah pusat. Sentralisasi kekuasaan ini juga berarti untuk pertama kalinya pemerintah Inggris berpotensi untuk  menjadi pemerintahan yang inklusif. Proses ini dimulai oleh Henry VII dan Henry VIII, yang tidak hanya sentralisasi kekuasaan tetapi juga tuntutan representasi kekuasaan untuk masyarakat yang lebih luas. Konflik terus terjadi setelah kekuasaan Henry VIII dan institusi ekstraktif kembali muncul pada dinasti berikutnya.

Tahun 1688 adalah tahun yang sangat penting bagi Inggris, dimana kekuasaan ekstraktif dibawah kekuasaan raja James mulai digantikan oleh William dan parlemen juga sudah mulai kuat. The Glorius Revolution menghasilkan the Declaration of Rights yang dibuat oleh paelemwn dan raja William di tahun 1689, yang salah satu isinya adalah tentara hanya bisa digerakkan dengan sepwngwtahuan parlemen. Raja bahkan bersedia untuk tidak menginerfensi kekuasaan sistem hukum. Perubahan institusi politik yang lebih inklusif dengan dengan snemakin kuatnya kekuasaan parlemen, menunjukkan akhir dari kekuasaan absolut raja.

Setelah 1688, Parlemen mulai dapat meningkatkan pendapatan dari pajak, juga memperkuat institusi infrastruktur pemerintahan untuk menjalankan pemerintahan yang lebih pluralistik.

Revolusi Industri sangat mempengaruhi dalam setiap aspek ekonom Inggris, khususnya dibidang transportasi, metalurgi dan mesin uap. Mekanisasi dan pabrikasi produksi tekstil adalah bidang utama yang sangat menonjol. Ini bukan hanya karena munculnya larangan monopoli domestik tetapi lebih karena adanya reorganisasi fundamenfal terhadap institusi ekonomi seiring munculnya banyak pengusaha dan penemuan baru serta perlindungan terhadap keamanan hak-hak kepemilikan. Adalah the Glorious Revolution yang menyebabkan sistem politik Inggris menjadi inklusif, terbuka dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi dan aspirasi masyarakat.

Maluku

Buku ini juga sedikit menyinggung tentang Indonesia, khususnya kepulauan Maluku. Pada awal abad 17, kepulauan Maluku terbagi menjadi tiga wilayah, yaitu wilayah utara dengan kerajaan Ternate, Tidore dan Bacan, kemudian kerajaan Ambon di bagian tengah, dan wilayah selatan adalah kepulauan Banda yang masih belum ada pemerintahannya. Meskipun saat ini kepulauan Maluku terasa jauh dari pusat pemerintahan RI, saat itu sudah sangat terkenal di perdagangan dunia sebagai penghasil dan eksportir rempah-rempah, seperti cengkeh dan pala. Sebaliknya, impor bahan makanan dan produk pabrikan diperoleh dari pulau Jawa, Malaka (pantai barat Malaysia), India, China dan Arab.

Kontak pertama dengan bangsa Eropa terjadi pada awal abad 16, pelaut Portugis, yang membeli rempah-rempah dan selanjutnya berupaya untuk menguasainya. Malaka, lokasi strategis lalulintas perdagangan Asia Tenggara, yang berada di pantai barat semenanjung Malaysia, pada tahun 1511 dikuasai Portugis. Perkembangan ekonomi Asia Tenggara pada abad 14-16 cukup bagus karena didukung oleh perdagangan rempah-rempah di Aceh, Banten, Malaka, Makassar dan Brunei.

Seperti halnya kekuasaan di Eropa pada jamannya, raja-raja di Asia Tenggara pun menerapkan budaya kekuasaan yang sama, absolut. Pertumbuhan ekonomi tinggi, namun jauh dari kesejahteraan rakyatnya. Belanda masuk ke Ambon pada tahun 1600 dengan cara membuat perjanjian eksklusif dengan para penguasa setempat yang memberinya kekuasaan monopoli perdagangan rempah-rempah. Dengan berdirinya Dutch East India Company pada tahun 1602, Belanda telah menguasai perdagangan semua rempah-rempah dan menghempaskan para pesaingnya, by hook or by crook, yang terbaik untuk Belanda dan sebaliknya untuk Asia Tenggara.

Ambon diperlakukan dengan kejam oleh Belanda, persis seperti perilaku Eropa dan Amerika pada saat itu. Kerjapaksa diberlakukan pada rakyat Ambon untuk menghasilkan rempah-rempah sebanyak-banyaknya. Belanda juga menguasai kepulauan Banda untuk cengkeh dan pala. Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Batavia, pada tahun 1621 membantai hampir semua penduduk kepulauan Banda, kurang-lebih 15.000 orang, untuk mengamankan pengetahuan cara memproduksi cengkeh dan palawija. Para pekerja-paksa baru ditempatkan untuk dilatih berkebun cengkeh dan palawija.

Pada akhir abad ke-17, Belanda mengurangi 60% pasokan rempah-rempahnya ke seluruh dunia namun harga palawija naik dua kali lipat. Strategi yang sama coba diterapkan Belanda di wilayah Asia Tenggara lainnya, namun pembangkangan mulai terjadi akibat kesewenang-wenangan. Ekspansi ekonomi yang sudah berlangsung lama, abad 14-16, mulai menunjukkan titik balik. Tahun 1620, Banten merusak sendiri kebun merica dengan harapan Belanda meninggalkannya dengan damai. Tahun 1686, kerajaan Naguindanao, Philipina, merusak sendiri perkebunan rempah-rempahnya dan menolak berkebun merica di tahun 1699. Bahkan deurbanisasi dilakukan oleh rakyat Burma dari wilayah Pegu untuk menolak bekerja di perkebunan pada tahun 1635.

Seperti halnya di Maluku, kolonialisme Belanda telah menyebabkan terpuruknya pertumbuhan ekonomi politik di Asia Tenggara, yang menghentikan produksi rempah-rempah, menutup diri dan bahkan semakin absolut. Dua abad setelahnya, Asia Tenggara tidak dapat turut mendapatkan keuntungan dari keberadaan Revolusi Industri. Celakanya, mogok bekerjasama dengan Eropa tetap tidak dapat menyelamatkannya bahkan pada akhir abad 18 hampir semuanya di Asia Tenggara berada dalam penjajahan Eropa.

Ketika industrialisasi menyebar ke sebagian wilayah dunia, wilayah-wilayah dibawah kekuasaan kerajaan kolonial Eropa tetap tidak dapat mengambil keuntungan dari munculnya banyak teknologi baru di era Revolusi Industri. Wilayah yang sebelumnya mempunyai keunggulan ekonomi menjadi miskin karena perilaku ekstraktif pemerintahnya.

Australia

Inggris Raya (Wales, Scotland dan England) pada tahun 1707 memutuskan untuk memindahkan para narapidana kriminal ke koloninya yang jauh dari tempat asalnya. Setelah kemerdekaannya pada tahun 1783, AS menolak untuk menerima pindahan penduduk dari Inggris Raya. Kapten James Cook mendarat di Botany Bay, Sidney (sekarang), Australia, 29 April 1770 dan merekomendasikan tempat yang bagus ini untuk para narapidana Inggris Raya. Dibawah komando Kapten Arthur Phillip, sebelas kapal pengangkut narapidana mendarat di Botany Bay pada Januari 1788, kemudian membangun penampungan di Sydney Cove,- pusat kota modern Sydney -, dan menyebutnya koloni ini sebagai New South Wales serta menentukan tanggal 26 Januari sebagai Australia Day.

Mengingat bekerja dalam paksaan tidak akan menghasilkan produksi yang memuaskan, maka para narapidana diberi kesempatan untuk bekerja diluar jam kerja-paksa dan dapat menjual produknya untuk dirinya sendiri. Para narapidana bahkan bisa menjadi pengusaha dan mempekerjakan narapidana lain bahkan diberikan tanah setelah selesai masa penahanannya.

Tuntutan mulai muncul dari para ex-narapidana dan keluarganya yang dipimpin oleh William Wentworth,  akan institusi politik yang lebih inklusif, perwakilan politik, perlu adanya juri dalam permasalahan hukum terhadap ex-narapidana dan keluarganya serta diberhentikannya pengiriman narapidana dari Inggris Raya ke New South Wales. Pada tahun 1840, pengiriman narapidana dihentikan dan pada 1842 duapertiga anggota legislatif dipilih oleh rakyat. Ex-narapidana berhak dipilih menjadi anggota legislatif apabila mempunyai cukup properti.

Seperti halnya Amerika Serikat, Australia mempunyai pengalaman yang berbeda dengan Inggris dalam mendapatkan institusi yang inklusif. Inggris membutuhkan terjadinya revolusi besar Perang Sipil dan Glorious Revolution yang tidak terjadi di Australia dan AS karena lingkungan politik yang berbeda. Inggris mengalamu sejarah kepemimpinan absolut yang panjang sehingga membutuhkan usaha besar untuk merubahnya. Revolusi Perancis mempercepat kemakmuran di Australia dan AS, yang telah siap dengan institusi inklusifnya.

Perancis

Hingga 1789, sudah tiga abad Perancis dibawah pemerintahan monarkhi absolut. Masyarakat Perancis terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu: kaum bangsawan, pegawai pemerintah dan masyarakat umum. Aristokrat dan pegawai pemerintah tidak membayar pajak, sedangkan masyarakat umum wajib membayarnya. Jelas nerupakan pemerintahan yang bersifat ekstraktif. Hukum tidak hanya menjamin kesejahteraan ekonomi bagi kaum bangsawan dan pegawai pemerintah, namun juga kekuasaan politik.

Dalam situasi Revolusi Perancis, 4 Agustus 1789, Dewan Konstitusi Nasional mengubah hukum Perancis dengan konstitusi baru, yang pada dasarnya menghilangkan pemerintahan monarkhi absolut. Beberapa pasalnya menyebutkan: meghapuskan sistem feodal, pajak dikenakan terhadap semua penduduk tanpa memperdulikan status sosial seseorang, termasuk bangsawan dan pegawai pemerintah.

Beberapa puluh tahun kemudian, Perancis dalam kondisi instabilitas sebagai akibat deklarasi 4 Agustus tersebut, namun langkah penghapusan absolutisme dan institusi ekstraktif menuju sistem politik dan ekonomi yang inklusif sudah tidak mungkin mundur lagi.

Tentara revolusioner Perancis dibawah Napoleon dengan cepat melakukan reformasi secara radikal untuk menghapuskan feodalisme dan perbudakan; serta kesetaraan didepan hukum di semua wilayah yang ditaklukkan, yang dikenal dengan Napoleon Code.

Pada pertengahan abad ke sembilan belas, industrialisasi menyebar cepat hampir ke semua wilayah Eropa yang dikuasai Perancis, kecuali wilayah Austria-Hungaria dan Rusia yang bukan wikayah kekuasaan Perancis; atau Polandia dan Spanyol dimana Perancis hanya menguasai sementara saja, tetap dibawah institusi negara yang ekstraktif.

Jepang-Cina

Sebelum Restorasi Meiji 1868, secara ekonomi, Jepang termasuk negara belum berkembang dibawah kontrol shogun keluarga Tokugawa sejak 1600. Shogun adalah kelompok sosial dominan feodalistik, semacam tuan tanah (penguasa sipil), yang sangat berkuasa dimasyarakat, sementara raja hanyalah seremonial belaka. Shogun Satsuma, yang dikuasai keluarga Shimazu, berkuasa di wilayah selatan. Berbeda dengan Tokugawa, dibawah shogun Satsuma, perdagangan antar negara diperbolehkan. Dimulai dari kekuasaan shogun Satsuma yang didukung banyak pihak inilah berujung pada tergulingnya kekuasaan ekstraktif Tokugawa dan kembali pada kekuasaan tunggal raja Komei, yang wafat setelah satu bulan Restorasi Meiji dideklarasikan (3 Januari 1868). Meiji, putra Komei, menggantikannya, dan sejak itu politik dan ekonomi inklusif diterapkan.

Pada tahun 1869, kesetaraan didepan hukum mulai diperkenalkan, serta pembatasan migrasi dan perdagangan juga tidak diperkenankan. Pemerintah mulai banyak terlibat pembangunan infrastruktur, mulai dari pengembangan jalur kapal uap Tokyo-Osaka, pembangunan jalan keretaapi Tokyo-Yokohama, industri manufaktur terus dikembangkan dan impor mesin tekstil dilakukan untuk modernisasi pembuatan kain katun.

Seperti halnya dengan Jepang, Cina adalah negara miskin pada pertengahan abad 19, karena rejim absolut. Demikian juga halnya Jepang yang dimasa Tokugawa melarang perdagangan antar negara pada abad 17, kekuasaan dinasti Cina telah mulai melakukan hal yang sama lebih awal dan menentang perubahan politik dan ekonomi. Perbedaannya adalah, birokrasi Cina terpusat dibawah kekuasaan absolut kerajaan (bukan penguasa sipil), bersifat ekstraktif dan sulit untuk dirubah, walaupun pemberontak sering terjadi. Sementara Jepang dibawah shogun Satsuma, menyadari sepenuhnya bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa dicapai dengan reformasi institusi dan kekuasaan shogun harus dibubarkan. Alih-alih melakukan reformasi institusi, pemerintah Cina malah impor senjata modern dari Inggris untuk mempertahankan kekuasaannya, sementara Jepang justru mengembangkan sendiri industri senjatanya.

Sebagai konsekuensi dari perbedaan mendasar pada karakter institusinya, Cina dan Jepang memberikan respon yang sangat berbeda terhadap tantangan titik kritis Revolusi Industri abad 19. Sementara institusi Jepang mulai berubah lebih inklusif dan ekonomi menjadi tumbuh dengan cepat, desakan perubahan di Cina tidak cukup kuat bahkan semakin buruk pada masa Revolusi Kebudayaan di masa Mao.

Kesimpulan

Contoh-contoh di atas bermaksud menjelaskan bahwa bukanlah Budaya, Geografi atau Pengetahuan yang menyebabkan suatu bangsa menjadi kaya atau miskin, melainkan kemauan, semangat dan kerja-keras para pemimpin dan rakyatnyalah yang menentukan.

Perbedaan sukses ekonomi yang terjadi di berbagai negara disebabkan oleh institusi-institusi dan aturan-aturannya yang mempengaruhi jalannya ekonomi, serta insentif terhadap bangsanya.

Pertumbuhan dibawah institusi ekstraktif tidak akan berlangsung lama, karena:

  1. Pertumbuhan ekonomi yang langgeng (menerus) membutuhkan adanya inovasi, yang berdampak distruktif kreatif sehingga menggantikan sistem ekonomi yang lama dengan yang baru, dan juga mendestabililisasi relasi kekuasaan politik yang ada
  2. Kekuasaan politik yang mampu mendominasi institusi ekstraktif untuk mengambil untung dari para pihak yang kalah, berakibat munculnya keinginan banyak pihak untuk melakukan perebutan kekuasaan.

Perubahan besar institusional merupakan syarat terjadinya perubahan besar ekonomi, yang terjadi sebagai akibat interaksi antara institusi yang ada dengan kondisi kritis (critical junctures). Kondisi kritis dimaksud adalah perubahan-perubahan besar yang mengakibatkan terjadinya keseimbangan baru antara politik dan ekonomi didalam satu masyarakat atau lebih. Misalnya, peristiwa Black Death, yang menewaskan setengah populasi hampir seluruh Eropa selama abad 14M; pembukaan rute perdagangan Atlantis yang menghasilkan keuntungan besar masyarakat Eropa Barat; dan Revolusi Industri yang menyebabkankan perubahan positif, besar dan cepat dalam hal struktur ekonomi dunia.

Kritik

  • Buku ini cukup rumit untuk dibaca, bukan karena bobot isinya, melainkan karena penyajian yang tidak sistematis. Beberapa contoh negara dibahas dalam beberapa bab yang terpisah-pisah, sehingga seringkali harus membalik-balik bab sebelumnya untuk mengetahui alur sejarahnya.
  • Banyak kalimat yang sering diulang di beberapa bab, khususnya tentang pengertian dan dampak institusi ekstraktif/inklusif.
  • Banyak pengetahuan bisa diperoleh dari buku ini, khususnya tentang sejarah dunia dan sosio-ekonominya.
  • Bagus untuk dibaca oleh siapapun yang peduli tentang kemajuan bangsanya

WineJudul: The Ultimate WINE Companion

Editor: Kevin Zraly

Tebal buku: 380 halaman

Penerbit: Sterling

Tahun: 2010

Bagi pemula, banyaknya jenis wine dengan harga yang sangat bervariasi dalam ruang penyimpanan di sebuah toko wine akan sangat membingungkan, bila harus memilih untuk menjamu rekanan sebagai bagian menu makan malamnya.

Sebagai dasar pengetahuan, ada baiknya kita mengenal lebih dulu tentang Fermentasi. Wine adalah jus hasil fermentasi buah anggur. Rumus sederhana untuk fermentasi adalah: Gula + Ragi = Alkohol + CO2

Proses fermentasi mulai terjadi ketika anggur dihancurkan dan berakhir saat seluruh gula berubah menjadi alkohol, atau kandungan alkohol mencapai kira-kira 15%, keadaan dimana alkohol telah mengantikan ragi. Gula secara alami berada dalam kandungan anggur melalui proses fotosintesa. Ragi juga terdapat  secara natural dalam noktah putih pada kulit anggur, meskipun saat ini tidak selalu dipergunakan sebagai bahan pembuat wine. CO2 akan dilepaskan ke udara, kecuali untuk pembuatan Champagne dan Sparkling Wine, dimana gas ini tetap dipertahankan melalui suatu proses tertentu.

Apakah semua wine berasal dari jenis anggur yang sama? No. Jenis anggur yang umum dipakai untuk pembuatan white/red wine berasal dari spesies Vitis vinivera. Namun bisa juga dari jenis lain misalnya Vitis labrusca, adalah species anggur yang tumbuh di New York state, East coast dan Midwest state. Anggur hibrida juga sering dipergunakan untuk membuat wine, seperti Vitis vinivera dengan berbagai spesies anggur asli Amerika.

Ada tiga tipe besar wine:

  • Table wine: 8-15% alkohol
  • Sparkling wine: 8-12% alkohol
  • Fortified wine: 17-22% alkohol

Fortified wine adalah wine dengan penambahan alkohol pada saat proses fermentasi, dan jenis yang umum dikenal adalah Port, Sherry, Marsala dan Madeira. Berdasar kandungan gula, ada dua jenis fortified wine, yaitu:

  1. Dry fortified wine, proses fermentasi sempurna sehingga semua gula berubah menjadi alkohol
  2. Sweet fortified wine, proses fermentasi menyisakan sedikit gula dari buah anggur sehingga wine terasa manis

Beberapa hal yang mempengaruhi kualitas anggur:

  • Musim tumbuh
  • Jumlah sinar matahari
  • Posisi matahari
  • Suhu rata-rata
  • Curah hujan
  • Kualitas tanah
  • Kecukupan air

Sinar matahari akan mempengaruhi keseimbangan gula/asam yang menyebabkan perbedaan kualitas wine menjadi fair, good atau great. Pada umumnya, red wine membutuhkan waktu tumbuh lebih lama daripada white wine, atau red wine biasanya ditanam di wilayah yang lebih hangat. Di wilayah utara yang lebih dingin, seperti Jerman dan Perancis misalnya, biasa terdapat perkebunan white wine. Di wilayah yang lebih hangat, seperti Itali, Spanyol, dan Portugal, juga Napa Valley, California ditanam red wine.

Anggur mulai dipetik ketika pembuat wine (vintner) menganggap kandungan perbandingan gula/asam sudah sesuai dengan jenis wine yang akan diproduksi. Pada bulan Juni, anggur terasa asam dan bulan September/Oktober akan berasa manis.

Pengaruh cuaca

Cuaca sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas panen anggur. Pada musim spring, saat anggur mulai muncul, turunnya temperatur akan menghentikan tumbuhnya bunga, sehingga mengurangi ragi. Tidak cukup hujan, terlalu banyak hujan atau musim hujan tidak pada waktunya, semuanya akan sangat mengganggu pertumbuhan anggur.

Hujan sebelum panen akan akan menambah kandungan air dalam anggur dan mengurangi konsentrasi jus anggur atau watery wine. Kekurangan hujan akan menghasilkan kualitas anggur yang bagus namun menghasilkan panen yang sedikit. Dan perlu juga diperhatikan akan adanya musuh besar kebun anggur, Phylloxera, hama penyerang kebun anggur.

White wine bisa dibuat dari anggur merah. Warna wine berasal dari kulit anggur. Dengan membuang kulit anggur saat memetiknya akan menghilangkan warna wine dan menjadi white wine. Di wilayah Champagne, Perancis, sebagian besar anggur yang tumbuh adalah anggur merah, namun produksi wine terbanyak adalah white wine. White Zinfandel California dibuat dari anggur merah Zinfandel.

Tannin

Tannin adalah bahan pengawet alami dan satu dari banyak komponen yang menyebabkan wine bisa tahan lama. Ini berasal dari kulit, ranting dan pit dari buah anggur itu sendiri. Sumber lain dari tannin adalah kayu, seperti kayu oak bahan tong (barrel) tempat fermentasi wine. Pada umumnya, red wine mengandung tannin lebih tinggi daripada white wine, karena fermentasi dilakukan dengan ragi yang berasal dari kulitnya sendiri. Kata yang biasa digunakan untuk menjelaskan sensasi dari tannin adalah astringent. Khususnya untuk wine yang masih muda, tannin bisa sangat astringent dan menyebabkan wine terasa bitter. Tannin bukanlah rasa, tapi sensasi tactile.

Tannin juga terdapat dalam teh yang kuat (strong), dan susu biasa digunakan untuk mengurangi rasa astringent karena lemak dan protein akan melemahkan tannin. Bila anda menggunakan produk susu, sepeti keju misalnya, dan dinikmati bersama wine akan mengurangi rasa tannin dan menyebabkan wine jadi lebih nikmat. Cobalah menikmati beef dengan cream dan wine yang bagus. Rasakan…

Apakah rasa asam diperlukan dalam wine? Semua wine mempunyai tingkat keasaman tertentu. Umumnya, white wine lebih asam daripada red wine, meskipun winemaker sudah mencoba membuat keseimbangan antara rasa buah dan keasaman. Tingkat keasaman adalah komponen penting dalam hubungannya dengan umur wine, biasa juga dinyatakan dengan rasa tart atau sour.

Vintage

Vintage menunjukkan tahun panen. Grafik vintage merefleksikan kondisi cuaca terhadap tahun-tahun panen anggur. Cuaca yang bagus biasanya menghasilkan tingkat vintage yang bagus, dan akan menjadi wine yang mampu bertahan lama.

Tidak benar bahwa semakin tua umur wine akan semakin bagus kualitasnya. Faktanya, lebih dari 90% dari semua wine yang ada di dunia, seharusnya dikonsumsi tidak lebih dari satu tahun sejak diproduksi, dan hanya kurang dari 1% (satu persen) wine yang mampu berumur lebih dari 5 tahun dengan kualitas bagus. Wine akan berubah kualitas terhadap waktu, sebagian akan semakin bagus dan sebagian tidak. Hebatnya, 1% itu berarti mewakili lebih dari 350 juta botol wine dari setiap vintagenya.

Apa yang membuat wine bisa bertahan lebih dari lima tahun?

Warna dan Jenis Anggur

Red wine, karena kandungan tanninnya, akan membuatnya mampu bertahan lebih lama daripada white wine. Red wine tertentu seperti Cabernet Sauvignon cenderung lebih banyak mengandung tannin daripada Pinot Noir.

Vintage

Semakin bagus cuaca dalam satu tahun panen, semakin bagus juga keseimbangan wine dalam hal buah, asam, dan tannin sehingga juga potensial untuk dapat bertahan semakin lama.

Lokasi perkebunan

Beberapa lokasi mempunyai kondisi optimum untuk menghasilkan anggur yang bagus, termasuk faktor tanah, cuaca, pengairan dan kemiringan lahan.

Proses pembuatan wine

Semakin lama buah anggur tetap kontak dengan kulitnya saat fermentasi, yang dilakukan dalam tong oak, akan semakin banyak kandungan tanninnya, sehingga semakin bisa bertahan lama.

Kondisi penyimpanan wine

Wine yang paling baguspun tidak akan mampu bertahan lama jika tidak disimpan dengan benar.

Menguji wine

Pesan yang bagus dari buku ini adalah: ‘anda bisa membaca banyak sekali buku supaya lebih mengetahui tentang wine, namun cara terbaik adalah dengan mencicipi sebanyak mungkin wine yang berbeda’

Ada 5 langkah dasar untuk menguji kualitas Wine:

1. Color

Cara yang paling mudah adalah meletakkan kain putih dibelakang gelas. Warna bisa bercerita banyak tentang wine. Untuk white wine, warna bisa berarti:

  1. Umur wine
  2. Varietas anggur akan menghasilkan warna yang berbeda-beda juga. Misalnya Chardonnay biasanya berwarna lebih pekat daripada Sauvignon Blanc
  3. Wine difermentasikan dalam tong kayu.

2. Swirl

Memutar gelas akan menyebabkan kontak oksigen kedalam wine dan melepaskan ester, ether dan aldehyde hingga menghasilkan aroma wine.

3. Smell

Untuk white wine, cobalah untuk menghapalkan aroma Chardonnay, Sauvignon Blanc dan Riesling. Sedangkan untuk red wine, lebih banyak variannya tapi bisa dimulai dengan Pinot Noir, Merlot dan Cabernet Sauvignon.

4. Taste

Rasakan sedikit wine di semua bagian mulut selama 3-5 detik sebelum ditelan. Wine akan menghangatkan dan mengirimkan signal rasa dan aroma ke otak. Ingat, 90% rasa wine ada di aroma.

Sweetness

Terasa di ujung lidah. Rasa manis ini akan segwra terasa, apapun jenis winenya

Acidity

Terasa di pinggir lidah, bagian dalam pipi dan sebelah belakang tenggorokan. White wine dan red wine yang ringan biasanya mengandung tingkat keasaman yang tinggi

Bitterness

Terasa di bawah lidah

Tannin

Sensasinya terasa mulai darj tengah lidah. Tannin biasa ada pada red wine atau white wine yang disimpan lama dalam tong kayu. Bila wine terlalu muda, tannin akan lenyap. Untuk wine yang mengandung banyak tannin, akan memenuhi rasa di dalam mulut bahkan menutup rasa buah.

Fruit’s characteristics

Ini bukan rasa, tapi aroma. Bobot aroma buah (the body) akan terasa di bagian tengah lidah.

Aftertaste

Aftertaste adalah semua proses pengujian rasa dan keseimbangan wine di dalam mulut. Biasanya, rasa harmoni keseimbangan pada wine berkualitas tinggi akan berlangsung lama, 1-3 menit, di semua bagian mulut.

5. Savor

Setelah melakukan pengujian wine melalui media mulut dan penciuman, cobalah untuk duduk sejenak dengan santai dan mulai mengenang pengalaman yang baru saja dilakukan dengan membuat berbagai pertanyaan dalam diam:

  • Apakah wine tadi terasa light, medium atau full bodied?
  • Untuk white wine: bagaimana tingkat keasamannya? Sedikit, cukup atau terlalu asam?
  • Untuk red wine: apakah tannin terlalu kuat atau astringent? Apakah tannin bercampur dengan buah atau justru menutupinya?
  • Komponen apakah yang paling kuat? Gula, buah, asam, tannin?
  • Berapa lama keseimbangan rasa berlangsung? 10′, 60′ atau…?
  • Apakah wine memang sudah siap untuk diminum? Atau masih butuh waktu penyimpanan? Atau mungkin malah sudah melewati waktu puncaknya?
  • Makanan apa yang paling tepat untuk menemani minum wine ini?
  • Apakah harganya sesuai dengan kualitas yang anda rasakan?
  • Dan yang terpenting: apakah anda menyukainya?

Biasanya, begitu oenophiles (wine aficionados) atau pecinta/kolektor wine, menemukan wine yang disukai, maka akan  mempelajarinya lebih dalam lagi. Wine yang bagus tergantung selera masing-masing. Do not let others dictate taste to you!!

Pertanyaan yang sering muncul adalah: kapan suatu wine siap dikonsumsi? Jawabnya adalah: bila semua komponen dalam wine dalam keadaan seimbang menurut citarasa anda sendiri.

Sebagai langkah awal untuk mengetahui wine yang bagus, bisa mulai mencoba beberapa wine berikut ini lebih dulu:

White Wine of the world

  • Riesling: Jerman; Alsace, Perancis; New York, Washington
  • Souvignon Blanc: Bordeaux, Perancis; Loire Valley, Perancis; New Zealand; California (Fume Blanc)
  • Chardonnay: Burgundy, Peranxis; Champagne, Perancis; California; Australia

White wine secara umum paling tepat dinikmati saat masih ‘muda’, bahkan untuk Crisp dan fruity wine akan hilang rasa khasnya bila sudah berumur dua tahun.

Red Wine of the world

Wine_RedMengingat kandungan tannin yang tinggi (dari kulit, ranting dan pit) pada buah anggur merah, menyimpan wine dalam tong kayu oak lebih lama akan menyebabkan red wine jadi lebih lembut rasanya. Kandungan tannin akan menurun dengan berlalunya waktu dan wine jadi lebih terasa keseimbangannya dan full-bodied. Tong kayu oak juga akan menambah rasa khas dalam wine seiring dengan berjalannya proses oksidasi yang akan merubah warna wine menjadi lebih pekat dan rasa yang lebih lembut.

Selain White dan Red wine, ada beberapa jenis wine lainnya yang perlu juga diketahui, seperti:

Crisp wine, berasa sedikit asam dan biasa dihidangkan sebagai bagian dari menu pembuka untuk menstimulir nafsu makan dan membuat rongga mulut lebih lembab dan basah. Wine ini juga biasa disebut bright atau lively wine.

Fruity wine, mempunyai rasa dan aroma buah yang jelas, seperti cherry atau strawberry, mengandung sedikit tannin dan biasanya terasa sebagai wine ringan atau medium. Wine bisa terasa manis atau dry, namun pasti beraroma buah. Para ahli wine sepakat bahwa fruity wine ini cocok dipadukan dengan segala jenis menu makanan.

The 60-second wine expert

Ini adalah metode sederhana yang disarankan untuk menguji kualitas wine. Coba rasakan sensasi 60 detik pertama ketika wine mulai masuk dalam rongga mulut anda.

  • 0-15 detik: adakah rasa manis dari sisa gula hasil fermentasi?
  • 15-30 detik: adakah sensasi rasa buah anggur? Identifikasi bobot rasa wine  (light, medium, full-bodied)
  • 30-45 detik: anda menyukainya?
  • 45-60 detik: length? Berapa lama semua komponen, keseimbangan dan rasa dapat bertahan dalam mulut?

Hal di atas ini hanya sebagian kecil dan masih banyak hal yang bisa dipelajari dari buku ini, yang semuanya disajikan dalam enam bab. Termasuk di dalamnya ada bab khusus tentang bagaimana menguji kecocokan wine dengan makanan, proses pembuatan wine, mencoba wine-wine papan atas, termasuk juga wine-wine dari Amerika Latin. Menarik untuk mempelajarinya.

References:

  1. The Ultimate Wine Companion, Kevin Zraily, Sterling, 2010
  2. Choose The Perfect Wine For Every Occasion | Wines Beers & Spirits of the Net http://www.winesbeersandspiritsofthenet.com/blog/choose-perfect-wine-every-occasion

Catatan perjalanan Haji 2013

 

Keluarga Besar Kakung Prayit di Makkah (By De Wow)

Sebagian Keluarga Besar Kakung Prayit di Makkah, Oct 2013 (By De Wow)

Selasa, 8 Oktober 2013

CGK Menuju Jeddah

CGK Menuju Jeddah

GA980 yg membawa jamaah calon haji al-Hidayah Maktour sehrsnya takeoff 11:40, ditunda hingga 13:00 baru berangkat. Pakde Agus, bude Reni, Sita, Bimo, bude Ganik pade Anang, pakde Wow dan bude Rossy ada dalam rombongan ini. Pswt tua 747-400 dgn satu layar besar di depan utk nonton video bersama. Makan cukup lezat. Landing di Jeddah, 18:15wsa.

Dari atas kota Jeddah, terlihat hampir semua bangunan beton berbentuk kotak, tidak terlihat ada bangunan rumah bercungkup dengan atap genting seperti di Indonesia. Di area bandara tampak sedang banyak melakukan pembangunan, dozer, crane dan alat berat lainnya terlihat aktif bergerak untuk pembukaan lahan dan pembangunan gedung.

Dari pesawat, penumpang dibawa ke kantor imigrasi utk berihrom, sambil menunggu proses imigrasi selesai, yang diurus oleh pihak Maktour. Ruang tunggu cukup nyaman. Tersedia sofa berlebih, wall to wall carpet, bersih dan berAC. Para bapak/ibu bisa berganti pakaian siap umroh di sini. Juice, kopi/teh dan air mineral serta kue disediakan Maktour. Di luar gedung, tersedia halaman luas bersih bertenda besar tempat wudhu, kamar mandi dan musholla juga tempat duduk para jemaah dari berbagai negara yang menunggu keberangkatan bus menuju Makkah.

Pada calon haji tampak lelah dan ngantuk karena hingga jam 21:30wsa (1:30wib) msh blm ada tanda-tanda keberangkatan ke Makkah. Sambil menunggu keberangkatan, beberapa jemaah lelaki terlihat sibuk belajar memakai ihrom dengan benar.

Rabu, 9 Oktober 2013

Sekitar jam 1:00 WSA rombongan Al-Hidayah Maktour 40, yang dipimpin oleh Ustadz Darmawan, – asal Lamongan, muda, pandai, ramah dan selalu mendampingi rombongan Maktour 40 selama prosesi Haji hingga pulang ke tanah air -, sampai di hotel InterContinental Makkah, setelah perjalanan 2 jam menggunakan bus yang nyaman dan nasi kotak sebagai bekal serta ihrom tetap menempel di badan. Langsung menyimpan barang dan siap menuaikan Thawaf serta Sa’i. Lanjut dengan sholat subuh di Masjidil Haram.

Kembali ke kamar, telah siap shower air hangat, sarapan di resto hotel dan berakhir dalam selimut. Lelah sekali saat itu, betis dan pinggang terutama. Makkah yang mulai padat, membuat langkah kaki tertahan. Nyenyak tanpa terjaga dalam tidur dengan salonpas menempel di betis dan pinggang. Zzzz…

Thawaf

Thawaf

Di sekeliling masjidil Haram tampak lengan-lengan panjang crane raksasa mengitari masjid. Pembangunan dan penataan kota memang sedang gencar dilakukan di Makkah. Menurut info internet, Makkah Development Plan akan menghabiskan budget sebesar US$ 27 milyar, yang harus selesai dalam 18 bulan sejak dimulai Mei 2013.

Pembongkaran masjidil Haram sedang dilakukan dan lantai dua untuk keperluan thawaf yang sifatnya sementara, sudah bisa dipergunakan. Mulut lorong menuju lantai dua thawaf ini ada persis di depan hotel Grand Zamzam, khusus untuk pengguna kursi roda bila keadaan sedang tidak padat.

Senin, 14 Oktober 2013

Jam 6:00wsa, dengan berihrom, berangkat menuju tenda di Arafah dalam bus bernomor rombongan ’40’. Sepanjang jalan besar sudah terlihat tenda-tenda kecil di kiri-kanan jalan, para jamaah haji yang berjalan kaki, bus-bus besar kecil beriringan lamban. Ramai lancar.

Beberapa tenda besar Maktour bersebelahan dengan tenda jamaah Malaysia. Tenda besar dengan kamar-kamar di dalamnya untuk laki-laki dan perempuan terlihat nyaman. Lorong di tengah sebagai jalan, dari depan ke belakang, dengan kamar-kamar di sebelah kanan-kirinya. Setiap kamar tersedia 20 kasur lipat bersih dengan rak barang memanjang di atas kepala, satu kamar mandi dan wastafel untuk wudhu dan AC besar. Nyaman. Menurut Maktour, musholla tidak sebagus musim haji tahun lalu, 2012, karena sempat roboh diterjang hujan angin beberapa hari sebelumnya dan tidak cukup waktu untuk memperbaiki seperti semula lagi. Gak masalah, masih nyaman juga. Makan siang disediakan di depan tenda, dan sholat Dhuha, Wukuf dan Maghrib dilakukan di musholla.

Sekitar jam 20:00wsa, bus menjemput di depan tenda rombongan untuk kembali ke Makkah melalui Muzdalifah, untuk mengambil batu dan mabit.

Selasa, 15 Oktober 2013

Sekitar jam 1:00 dini hari, rombongan sampai di hotel InterContinental Makkah, dilanjutkan dengan Thawaf dan Sa’i, tetap dengan berihrom. Alhamdulillah, berjalan lancar, selesai sudah semua larangan ihrom, sementara rombongan jamaah lainnya masih belum banyak sampai di Makkah.

Pelataran masjidil Haram terlihat banyak perempuan bercadar hitam menggelar tikar dengan berbagai kue di atasnya dan anak-anak berpakaian bagus penuh tawa. Merayakan lebaran Idul Adha rupanya.

Di tenda Mina

Di tenda Mina

Tepat setelah Dhuhur, rombongan Maktour berangkat ke tenda Mina untuk melakukan lontar jumrah Aqobah dengan pakaian bebas. Kurang lebih satu jam sampai di tenda Mina. Tenda besar tanpa sekat untuk tiga rombongan bus Maktour, 40-41-42. Laki-laki dan perempuan terpisah oleh jalan tanpa sekat. Tersedia masing-masing dua kamar mandi untuk laki-laki dan perempuan dan gerai makanan, yang selalu menyediakan minuman segar dalam lemari es dan makanan kecil serta buah-buahan. Tersedia kasur lipat empuk berjajar rapi di karpet dan sandal bersih berbungkus plastik.

Setelah sholat maghrib berjamaah dalam tenda, semua jamaah 40, 41 dan 42 berangkat menuju Aqobah dengan tujuh kerikil siap lempar. Berjalan kaki.

Jarak tenda ke jalan-bersusun kira-kira 200 m. Escalator tersedia dalam gedung untuk menuju tiap lantai. Lantai 4, teratas adalah jalan semua jamaah haji tahun ini yang dipergunakan untuk melontar jumroh. Jarak dari escalator menuju Aqobah kurang-lebih 150 m, selanjutnya Wusta dan terakhir…, masing-masing berjarak kira-kira 50 m.

Pemerintah Arab Saudi telah membangun jalan bersusun empat yang sangat lebar (25-30m) menuju tiga ‘tiang’ target fisik lontar jumrah (Aqobah, Wusta, Ula) sebagai simbolisasi musuh umatNya, syaitan. Yang disebut tiang disini sebenarnya adalah bangunan dinding berdimensi kira-kira 15 x 2 m menjulang dari bawah lantai dasar hingga atap lantai 4, berada di tengah jalan susun. Bayangkan sebagai tiang besar ditengah sumur, sehingga batu yang mengenai dinding akan jatuh ke lantai paling bawah dari jalan susun tersebut.

Jamaah haji masih banyak di Makkah, dan belum cukup padat memenuhi Mina, sehingga cukup lega melakukan lontar jumrah Aqobah malam itu.

Tanpa masuk lagi ke tenda, jamaah langsung masuk bus dan kembali ke hotel di Makkah.

Rabu, 16 Oktober 2013

Tenda Maktour di Mina

Tenda Maktour di Mina

Setelah maghrib, rombongan 40-41-42 berangkat menuju tenda Mina untuk mabit dan  lontar jumrah Ula, Wustha dan Aqobah. Jalan raya sudah ramai dengan jamaah yang menuju Mina. 42 kerikil dibagikan oleh Maktour di dalam bus untuk keperluan lontar jumratul. Turun dari bus di Mina langsung jalan kaki menuju Aqobah, Wustha dan Ula dengan 21 kerakal siap di tangan. Jalan paling atas bersusun empat sudah padat dengan jamaah, masing-masing terlihat dipimpin oleh ustadz yang memegang bendera atau papan berlogo rombongannya. Rombongan jamaah Indonesia banyak terlihat. Saat mendekati Aqobah, dengan semangat mereka berlari dan terlihat gemas mereka melempar Aqobah. Wuzzzz… plak.. tangan menampar kepalaku dari belakang setelah batu lepas meluncur ke tiang Aqobah. “Maaf pak”, sambil tersenyum ibu tua memohon maaf. “Alhamdulillah bu, semoga mabrur hajinya”, balasku sambil tersenyum. Pedas di kepala.

Selesai lontar jumrah, rombongan berjalan kaki menuju tenda yang sama, tempat jamaah singgah sehari sebelumnya. Handuk, sandal dan tas kecil berisi perlengkapan mandi tersedia di masing-masing kasur, untuk para jamaah. “Seperti perlengkapan mandi Boeing 747-400”, kata ustadz Faisal.. hahaha…

Kamis, 17 Oktober 2013

Tidur cukup nyenyak dan bangun jam 3:00 pagi untuk mulai ke kamar mandi dan sholat subuh berjamaah. Tersedia masing-masing dua kamar mandi untuk laki-laki dan perempuan dalam tenda Maktour. Di luar tenda, tersedia banyak untuk umum, kamar mandi dan tempat wudhu.

Setelah sholat Subuh berjamaah dalam tenda, dilanjutkan dengan makan pagi. Menu menarik, tersedia dendeng balado dll. Lebih memilih mie instant rasa kari ayam, berlabel tulisan Arab semua tapi logo dan warna sudah sangat terkenal di Indonesia, dalam cangkir plastik, anget dan sudah hapal rasanya.. enak.. pasti anda tahu merknya…

Di depan escalator jumratan

Di depan escalator jumratan

Rombongan berkumpul di luar tenda dan siap bergerak jalan kaki untuk lontar jumroh Aqobah, Wusta dan Ula yang kedua kalinya dengan membawa 21 butir kerakal (lebih besar sedikit daripada kerikil).

Saat itu suasana jalan padat dengan jemaah namun cukup longgar dan nyaman untuk berjalan kaki. Tidak panas karena ada atap beton di atas lantai 4 yang melindungi sengatan matahari, hanya butuh masker karena debu.

Jumat, 18 Oktober 2013

Di depan Masjidil Haram

Di depan Masjidil Haram (Foto: De Wow)

Ulang tahun pakde Agus dan pakde Anang sempat dirayakan dengan makan bersama di cafe Hilton. Sayang, pakde Anung sklg hanya sempat menyambangi sebentar karena harus berangkat ke Jeddah 14:00 untuk pulang ke tanah air.

Hari itu adalah kesempatan terakhir untuk berbelanja oleh-oleh di Makkah karena malam hari kopor yang masuk bagasi pesawat, akan diambil Maktour pada malam hari, kecuali ‘hand carry’ melalui Madina-Jeddah.

Chicken Mandi - Al-Tazaj

Chicken Mandi – Al-Tazaj

Ini juga kesempatan terakhir menikmati ‘chicken mandi’, yang jadi menu pokok sehari-hari keluarga selama di Makkah. ‘chicken mandi’ adalah nama menu paket ayam goreng sejenis KFC dari gerai makanan al-Tazaj, yang berisi nasi gurih berwarna kuning dalam kotak timah sebesar piring cukup untuk berdua, berberas panjang tanpa kuah dengan satu ayam goreng tanpa tepung di tengahnya. Nasi dan ayamnya bisa bertahan lebih dari dua hari tanpa berubah kualitas bentuk maupun rasa, tapi pasti sudah habis dalam dua hari. Sangat direkomendasikan bagi yang berkunjung ke Makkah. Enak sekali.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Dalam Bus 'Maktur 40'

Dalam Bus ‘Maktur 40’

Perjalanan Makkah-Madinah berjarak 410 km, menggunakan bus, yang berangkat pukul 14:30 dari hotel InterContinental, Makkah. Matahari cerah, suhu 34C. Pelataran masjidil Haram mulai berkurang kepadatannya, namun thawaf sekeliling Kabah masih penuh dengan umatNya walaupun lantai dua terlihat lengang, terlihat dari siaran langsung tv hotel.

Jalan lengang berlapis aspal hitam halus berlajur tiga di masing-masing jalur dan pemandangan bukit-bukit batu dan dataran luas kering berpasir kecoklatan mewarnai kiri-kanan jalan sejauh mata memandang. Terik. Pagar kawat rendah yang terlihat ringkih setinggi satu meter membatasi kedua jalur berlawanan arah.

Berbahaya rasanya mengemudi di jalan bebas hambatan yang cukup lengang dengan pemandangan datar membosankan dan terik ini. Mudah mengantuk. Terkadang jalan di depan tampak kecoklatan tak tembus pandang karena tertutup pasir yang dihembus angin. Bus sering terasa goyang karena hembusan angin yang sangat kuat.

Sudah 55 menit perjalanan dari Makkah, masih 356 km lagi sampai Madinah.

Pukul 17:40 bus jalan lagi setelah istirahat di pemberhentian bus al-Tazaj, kira-kira KM200 selama 30 menit. Banyak sampah berserakan dan parkir bus tak beraturan. Kamar kecil antri dan jorok. Restoran ada beberapa, namun umumnya ‘take away’ food. Termasuk gerai Al-Tazaj dengan menu unggulan ‘chicken mandi’ yang penuh antrian, ingin juga ikut antri, tapi sayang tak cukup waktu.

Pukul 17:59 sign board pinggir jalan menunjukkan bahwa masih harus menempuh 171km lagi untuk sampai di Madinah. Perjalanan malam hanya mendapat cahaya dari lampu mobil, tanpa lampu jalan sama sekali.

Pukul 20:00 sampai di hotel Hilton Madinah, berlokasi di sekitar area masjid Nabawi.

 

Minggu, 20 Oktober 2013

Acara pagi dimulai dengan sholat subuh masing-masing, sarapan dan berangkat ke masjid Nabawi untuk sholat di roudhoh, jalan kaki. Kelompok perempuan berangkat lebih dulu berhubung dalam masjid, laki-laki dan perempuan dipisahkan. Ziarah ke makam Nabi Muhammad dan Abubakar dilakukan lebih dulu dan dianjutkan sholat di Rawdah (Roudhoh), tempat Nabi Muhammad memimpin sholat umatnya. Perlu menunggu beberapa menit untuk dapat giliran sholat di Roudhoh berhubung banyaknya peminat. Askar Arab secara tegas mengatur ini semua sehingga semua jamaah bisa mendapatkan kesempatan.

Bimo di Masjid Nabawi

Mas Bimo di Masjid Nabawi

Selesai sholat subuh, jalanan depan masjid Nabawi banyak dipergunakan untuk berjualan mainan anak-anak, sajadah, gamis.

Pertokoan di sekitar hotel mengingatkan pertokoan ITC di Jakarta, kios-kios kecil dengan lorong panjang, ramai dengan suara pembeli dan penjual. Pakaian muslim perempuan, sajadah, perhiasan, jam tangan, banyak dijual di kios-kios tersebut.

Melihat-lihat toko jam tangan, banyak dijajakan jenis-jenis yang ‘gemerlap’. Anehnya, sang penjual sering mengatakan “this is original”. Loh.. sebaiknya lebih ‘teliti sebelum membeli’.

‘Food market’ terletak di seberang hotel Hilton menjual banyak makanan fastfood, termasuk baso yang dikemas dalam kotak timah. Semua makanan hanya bisa dibawa pulang (take away), tidak tersedia meja makan di resto kecuali di pelataran pasar. Gerobak dorong untuk berjualan pisang, anggur dan buah lainnya juga tampak di pasar ini. Toko kecil di sudut food market, yang berjualan kurma, termasuk yang ramai dikunjungi jamaah haji. Kurma Ajwa atau kurma nabi, yang menurut cerita adalah jenis kurma yang dulu pernah ditanam oleh nabi Muhammad SAW, cukup laris dibeli jamaah. Juga kurma tanpa biji yang dibungkus cokelat dan berisi almond.

 

Senin, 21 Oktober 2013

Pukul 14:15 berangkat menuju Jeddah.

Setelah 33 menit perjalanan,14:48, papan penunjuk jalan di pinggir jalan tol memberikan info bahwa jarak menuju Jeddah adalah 385 km. Pembukaan selokan dan pipa di sebelah kanan jalan tampak disusun bersambungan siap untuk ditanam. Sering terlihat pembangunan di kanan-kiri jalan.

Lalulintas jauh lebih sepi dibanding dengan perjalanan Makkah-Madinah. Tampak di jalan lurus bebas hambatan ini hanya ada satu bus di depan. Mungkin karena masih banyak jamaah haji yang berziarah di Madinah. Suara angin yang keras dan gerak bus yang seperti terombang-ambing ke arah kanan menunjukkan kekuatan angin yang tinggi menampar bus dari sebelah kiri.

Pukul 17:24, Jeddah masih 126 km dan Makkah 150 km. Matahari tepat dari arah depan bus, silau. 15 menit kemudian bus belok ke kanan di pertigaan yang menuju Jeddah, masih 98 km, sementara jalan lurus menuju Makkah.

Lampu bercahaya terang sepanjang jalan mulai menyala, terlihat seperti garis panjang kuning di tengah tanah datar luas menjelang gelap. Memasuki kota Jeddah, sebagai bagian propinsi Makkah, rasanya lapang dan terang. Tidak banyak orang berlalu-lalang, jalan lebar, gedung-gedung besar berdesain modern dengan halaman luas, bercahaya terang dan neon sign berwarna-warni seperti layaknya kota metropolitan dunia. Banyak terlihat showroom mobil sport mewah.

Pukul 19:00 sampai di hotel Intercontinental, Jeddah. Hotel besar dan kamar besar, yang masing-masing tempat tidurnya (twin) mampu untuk berdua, namun secara keseluruhan, redup cahayanya. Makanan dan buahnya enak sekali.

Di sebelah hotel terdapat toko Gazzaz yang terkenal dengan parfum dan keperluan perempuan lainnya seperti tas, perhiasan, perlengkapan make up, dll. Toko Gazzaz ini juga ada di Makkah, persisnya ada di lantai dasar hotel Hilton, namun tidak sebesar dan senyaman di Jeddah. Bayak dikunjungi jamaah dari Indonesia untuk keperluan oleh-oleh parfum dan pasmina.

Pusat Perbelanjaan Jeddah

Pusat Perbelanjaan Jeddah

Pertokoan modern di jalan Tahliya banyak menjual barang-barang ‘branded’ yang buka mulai jam 10:00 pagi. Merk-merk ternama untuk tas khususnya, seperti Louis Vuitton, Hermes dll. semua tersedia.

Untuk pasar menengah, bisa mengunjungi wilayah Ballad. Barang apapun ada dijual di sini. Kue, pakaian, jam tangan, kamera, semua ada. Bahkan restoran Indonesia ‘Garuda’ yang menjual mie ayam dan baso, lengkap dengan goreng-gorengannya juga ada. Nikmat, rasa asli dan oleh orang-orang Indonesia asli. Cukup untuk mengobati rasa kangen masakan Indonesia. Banyak sekali rombongan jamaah Indonesia yang berseliweran di Ballad ini.

Bude Reni sangat fasih dengan lekuk-liku kota Makkah, Madina dan Jeddah ini, khususnya area tempat jualan oleh-oleh. Istilahnya “lobang semut pun dia tahu” ha ha ha…

22 Oktober 2013

Jam 21:00 mulai berangkat menuju bandara King Abdul Aziz, Jeddah untuk keberangkatan ke tanah air menggunakan GS0983 yang akan takeoff 23 Okt 2013 1:30 dini hari.

Kira-kira 15:00wib GA0983 mendarat di CGK, dan keluar bandara 16:30 setelah paspor dan air zamzam dibagikan oleh Maktour.

Alhamdulillah dan terimakasih kepada Maktour serta Ustadz Darmawan yang telah menghantar dan mengawal kami dalam prosesi haji hingga kembali ke tanah air dengan selamat. Semoga haji kita semua mabrur adanya. Amin